
"mas...mas,,,,,,mas bangun,kita sudah sampai"....ujar kemala mengelus pipi laki-laki yang kini sudah syah menjadi suami nya,
"hhhhhhmmmmmm.....bentar lagi ya nyonya pandu,aku hanya ingin menikmati pelukan mu sebentar lagi" ujar pandu tanpa mempedulikan kemala yang muka nya memerah karena malu akan perlakuan suami nya,
"bagai mana ini nyonya,apakah akan turun sekarang?" ujar salah seorang pegawan hotel
" iya pak maaf tolong bawakan koper kami," ujar kemala lirih sambil mencubit tangan pandu yang masih saja memeluk nya dengan santai,
"awww....awww...awwww..... sakit sayang," kata pandu sambil terkekeh melihat kekesalan istri nya,
"cepat turun ih malu-maluin aja" ujar kemala sambil keluar dari mobil yang di tumpangi nya,
pandu keluar sambil berjalan cepat memegang tangan kemala,
sambil membisikan sesuatu di telinga kemala "jangan marah-marah nanti cepat tua" ujar nya sambil tersenyum kecil
Mala hanya mendelik membulatkan matanya tanpa menjawab sepatah kata pun,
sesampainya di kamar hotel,"sayang maaf ya udah dong marah nya masa di hari bulan madu kita,malah ribut sih" ujar pandu sambil mengelus kepala mala yang lagi cemberut,
"abis mas ngeselin banget,ya ngeselin,ya malu-maluin" kata kemala
Pandu tersenyum melihat tingkah laku kemala yang marah kepada nya itu,
"ya sudah aku minta maaf,udah sana mandi ganti baju mu,kita akan makan malam di luar" kata pandu sambil beranjak pergi,menuju pintu keluar,
"mas mau kemana?ujar kemala kaget melihat pandu hendak pergi
"keluar" ujar pandu menghentikan langkah nya,
"jangan pergi,aku takut sendirian,apalagi ini di negri orang,aku takut mas"kemala seraya memeluk pandu dari belakang
pandu membalikan badan nya,mencium kening istri nya dengan lembut," tidak sayang,aku tidak akan meninggalkan istri cantik ku sendirian"kata pandu seraya memapah istri kembali ke tempat duduk nya,
"sayang....apa kau mau mandi sekarang?" ujar pandu menatap dan langsung mencium bibir mungil kemala tanpa menunggu jawaban dari pertanyaan nya itu,
"mmmmmhhlllpppp..mas" hanya itu suara yang keluar dari bibir kemala,karna ciuman suaminya kini bukan lah ciuman sesaat,tapi seperti ******* yang begitu menggairahkan
entah bagai mana mereka sekarang sudah di atas ranjang dan tanpa sehelai benang pun menempel di badan kedua nya,
"masss.....agghhhhh..."suara kemala terdengar aneh ketika tangan pandu meremas gunung kembar miliknya
" ayo sayang,keluarkan suara mu itu aku senang mendengarnya"ujar pandu berbisik di telinga kemala
"ahhhhhggggg mas...ooohhhhhh" kemala tak kuat menahan sesuatu yang bergejolak tatkala gunung kembar nya itu di isap oleh pandu,
"sayang...apa kamu siap" ujar pandu menatap kemala dengan penuh birahi
__ADS_1
kemala hanya mengangguk,dan pandu langsùng membuka kaki kemala
"awww.....maaas,sakiiiiiit" ujar kemala menjerit,dikala ada sesuatu yang robek di bawah sana,
pandu terdiam sejenak,dan langsung ******* kembali bibir istrinya,
"tenang sayang tidak akan lama sakinya" ujar pandu lirih
"pagi nyonya pandu" ujar pandu sambil mengecup kening mala,tatkala istrinya baru membukakan mata,
"mmmmmhhhh mas,udah jam berapa sekarang,kenapa tak membangunkan ku" ujar kemala
"iya ayo bangun kita mandi"ujar pandu langsung membopong istri nya,
"aahhhh....mas aku bisa jalan sendiri" kata mala
"yakin kau mau jalan sendiri?" ujar pandu tersenyum jahil menatap istri nya
"iya"kata mala tak berapa lama langsung menjerit"aahhgggkk....sakit mas"
pandu langsung membawa istri nya masuk ke dalam kamar mandi sambil tersenyum,
jam menunjukan pukul sembilan,mereka belum beranjak dari kamarnya,bahkan sarapan pun di antar pelayan ke kamar,soalnya mala enggan untuk berjalan,
berjalan di kamar pun dengan pelan sekali,
"maaf kenapa mas?" kata mala sambil menatap suami nya,
"iya karena aku kamu jadi susah berjalan,"ucap pandu sambil mencium kening istri nya,
kemala tersenyum sambil membenamkan wajahnya di dada pandu,
"aku mencintai mu mas,aku serahkan segala nya untuk mu"ujar kemala lirih
"aku juga mencintaimu istri ku" kata pandu sambil memeluk istrinya,dan terjadi lagi peristiwa semalam dimana mereka terbang tinggi ke langit ke tujuh😁
"sayang...apa kamu tidak mau jalan-jalan? kita di kamar sudah lima hari loh...." ujar pandu terkekeh menatap wajah istri kesayangan nya itu,
"waduuuuh....jadi tinggal dua hari lagi dong kita di sini mas,?" ujar kemala kaget
" serasa baru kemaren ya" gumam nya yang di dengar oleh pandu
" itu karena kita saking nikmatnya jadi lupa akan segala hal,termasuk hari" ujar pandu sambil memijit hidung istri nya
"mas...sih yang bikin aku begini,"ujar kemala sambil cemberut
"tapi suka kan?"kata pandu sambil tertawa senang,
__ADS_1
kemala mencubit perut suami nya,tanpa berbicara hanya tersenyum saja,
"apa kau sudah tidak sakit lagi sayang jikalau berjalan?"tanya pandu
kemala menggelengkan kepala sambil tertunduk malu,
"kalau begitu ayo kita jalan-jalan" ujar pandu,
Dan seperti itu lah kegiatan bulan madu mereka yang hanya satu minggu,
sengaja pandu mengikuti cutti kerja kemala yang memang di berikan oleh pihak rumah sakit cuman dua minggu,dari mulai masa awal pernikahan sampai bulan madu,
"sayang...apa sebaiknya kamu istirahat dulu saja,?" kata pandu sambil memeluk istri nya,
"kenapa mas bicara seperti itu?" kemala menatap suami nya dengan heran
"aku takut sayang,aku takut kehilangan kamu,aku takut " pandu tak meneruskan ucapan nya,
kemala mengecup bibir suami nya,
"sudah lah jangan pesimis begitu,aku mencintaimu dengan segenap jiwa dan raga ku" ujar kemala sambil tersenyum menatap mata pandu yang terlihat sendu,
"aku takut kejadian itu terulang kembali,jikalau aku tidak datang tepat waktu,entah apa yang akan terjadi padamu" ujar pandu
"sekarang aku kan tanggung jawab mu sayang,jadi apa pun keputusan mu akan aku turuti,tapi dengan satu syarat,,,,mas harus berpikir dengan jernih apa pun keputusan itu" ujar kemala pelan,tapi sangat di mengerti oleh pandu,,
"iya sayang,aku akan bertanggung jawab atas hidup mu dan kebahagiaan mu dengan nyawa ku" ujar pandu sambil memeluk istri nya,dan tak henti henti menghujani ciuman di wajah istri nya itu,
Pandu merasa bersyukur kini dia mendapatkan istri yang baik dan sangat menghargai diri nya,yang kini telah merubah setatus menjadi seorang suami,
"sayang apa kita akan pulang hari ini atau besok?" ujar pandu sambil mengelus rambut panjang istri nya
" besok pagi aja mas,aku mau di sini semalam lagi bersama mu" ujar mala sambil tersenyum menatap wajah tampan suami nya
" kenapa menatap ku begitu,sambil senyum senyum lagi" ujar pandu
"gak kenapa napa mas,itu lucu stempel kepemilikan ku di leher mu,terlihat manis,jadi mas semakin tampan" ujar mala sambil tertawa
pandu langsung melihat cermin dan langsung tersenyum melihat tanda merah di leher nya karena ulah kemala
"awas ya,nanti mas penuhi tubuh mu dengan stempel kepemilikan mas di sana" ujar pandu
sambil memeluk istri nya,
Mala tertawa dengan enteng nya berkata
"biarin kan aku pake krudung mas,jadi tak akan ada seorang pun yang tau" kata nya sambil terus tertawa
__ADS_1
"kamu ya sayang"...kata pandu sambil membuat stempel di mana saja yang pandu inginkan,mereka terus bercanda dan berahir bahagia seperti biasa.