
Setelah membereskan rumah,rasa ngantuk menghampiri kemala,maklum semalam ia tidak memejamkan mata barang sedetik pun,
kini ia ketiduran di kursi depan tv yang masih menyala,
sampai-sampai kakek nya datang pun mala tidak tau,
kakek hanya menggelengkan kepala sambil menghela napas,melihat kelakuan cucu nya itu,
kakek langsung saja ke belakang mengambil minum,dan terus melangkah pergi hendak ke kebun di samping rumah,
Berbeda hal nya dengan Mala,Pandu di rumahsakit terlihat sangat panik karena sampai jam segini Mala belum juga menampakan batang hidung nya di rumah sakit ini,
dia mondar mandir gak karuan,terlihat raut muka kegelisahan terpancar dari muka nya,
"tuan kenapa mondar mandir gak karuan,kaya ayam mau bertelor aja,"celetuk Randi
"sialan!!!...gimana aku gak hawatir,mala sampai sekarang gak datang,padahal tadi aku denger dia bakalan ke sini lagi" ujar Pandu
"ya dia gak bakalan kesini lagi lah,kan udah ada kamu yang menjaga tuan besar sama nyonya,terus dia ngapain ke sini?" ujar Randi asal,
sontak Pandu membelalakan mata nya"tapi dia belum menemui aku bodoh"
"hahahahha....yang bodoh itu kamu,bukan nya berterima kasih,malah menghindar bertemu dan justru mengintai nya kaya sama penjahat aja" gerutu Randi dalam hati.
"Ran ayo kita ke rumah nya,aku pengen tau dia lagi ngapain" kata pandu seraya melangkah meninggalkan Randi yang bengong melihat kelakuan boss nya itu,
setelah sampai dekat rumah Mala,mobil pun berhenti,
pandu memperhatikan rumah sangat sederhana itu dengan seksama,terlihat ada se'orang lelaki tua tapi nampak masih segar,mondar mandir di halaman samping rumah itu.
"Ran...siapa dia" kata Pandu bertanya tanpa menoleh "dia kakek nya kemala tuan" sahut Randi,
"Kemala adalah anak yatim piatu yang di tinggal mati oleh orang tua nya akibat kecelakaan,maka nya kemala menolong tuan dan nyonya besar karena teringat akan masa lalu nya,dia tidak mau jikalau tuan dan nyonya besar meninggal berarti anak nya akan jadi yatim piatu seperti diri nya" ujar Randi menceritakan lenyelidikan nya tentang kemala sambil menghela napas panjang.
"berarti yang dia maksud aku?" tanya Pandu
__ADS_1
"ya yang mala maksud tuan,meskipun mala tidak tau,siapa anak dari kedua orang tua yang dia tolong itu,Mala memecahkan celengan yang di wariskan orang tuanya untuk menolong tuan dan nyonya besar,padahal celengan itu ia simpan untuk menggapai cita-cita yang tidak di restui kakek nya"kata Randi lagi sambil terlihat sendu,
"terus apa cita-cita kemala Ran?"sahut Pandu lagi
"dia ingin masuk ke perguruan tinggi ilmu kedokteran,"Randi terus menceritakan apa dan siapa sebenarnya kemala ke tuan nya itu,
Pandu berkaca-kaca mendengar penuturan Randi sahabat nya,
"terus apa yang harus aku lakukan Ran?biar bisa menolong Mala,karna aku yakin mala akan menolak mentah-mentah kalau aku katakan ingin menyekolahkan nya"kata Pandu lirih
Randi memutar otak,sejenak ia berpikir keras....
"begini saja tuan,datanglah ke rumah nya untuk berterimakasih,sebagai rasa terima kasih,tawarkan dia untuk bekerja,"
"terus tentang sekolahnya"ujar pandu cepat
"nanti kita pikirkan ke depan nya dulu tuan,jangan banyak teori,praktek nya saja tuan tidak punya keberanian" tempas Randi kesal sama sahabat nya itu
"ok!!" Pandu terkekeh sambil menjitak kepala sahabat baik sekaligus bawahan nya itu,
Terdengar kakek mempersilahkan masuk tamu nya"silahkan masuk nak,nanti kakek panggilkan"
terdengar langkah kaki masuk ke dalam rumah sambil memanggil nama nya,"mala....mala....mala "
"iya kek ada apa,?"mala menoleh ke arah kakek nya,"itu ada tamu nak,mencari mu" ujar kakek lembut sambil menarik lengan Mala masuk ke ruang tamu,
Mala masuk ke ruang tamu bersama sang kakek,setelah mempersilahkan duduk Mala mengernyitkan dahi,karna memang tidak mengenali tamu tersebut,
Mala bingung "ma..maaf anda siapa dan ada apa mencari saya?" ujar mala gugup bertanya kepada tamu dua orang laki-laki gagah nan tampan yang ada di hadapan nya itu,
"maaf saya mengganggu mu Mala" kata salah seorang di antara dua tamu itu
"ya...tidak apa-apa,tapi kenapa anda tau nama saya,?"ujar mala kaget.
"Mala ini nak pandu dan nak Randi,dia datang mau berterimakasih karna kamu sudah menolong orang tua nak pandu,apakah itu benar nak?" kata kakek sambil menatap cucu nya itu,dan langsung meneruskan pekerjaan nya yang tertinggal tadi,
__ADS_1
"oòoooh....iya kek" kata mala sambil tersenyum,sekarang dia ngerti siapa tamu nya tersebut,
terlihat kedua laki-laki itu saling pandang,dan terus salah satu nya menundukan kepala seperti bingung
"terus ada apa,kok malah diam" tanya mala lagi kepada tamu nya
"be..be...be..gini ma...ma...ma eh.." kata laki-laki yang menundukan kepala,
"hadeeeeeh susah amat sih"kata yang sebelah nya lagi
" begini Mala,saya Randi dan atasan sekaligus sahabat saya yang bodoh ini nama nya Pandu" kekeh...randi sambil melirik Pandu yang terlihat kesal pada nya
Mala tersenyum manis melihat kelakuan tamu nya
"terus???" ujar Mala,langsung menipali omongan Randi
" gak terus terus Mala saya bukan tukang parkir " kata randi sambil tertawa "saya datang ke sini ingin meminta maaf sekaligus berterima kasih,sudah menolong nyonya sama tuan besar sampai mereka mendapatkan perawatan di rumahsakit dengan baik" Randi terdiam sesaat ingin mengetahui reaksi Mala,tapi ternyata Mala hanya diam dan tidak bereaksi apa apa,
"Pandu ingin mengembalikan uang yang sudah mala berikan kepada pihak rumahsakit kemarin,"
dengan cepat Pandu mengeluarkan kertas coklat dari dalam saku jaket nya,dan di taro di atas meja,
Mala menatap kertas tersebut sambil berkata" tidak usah kak,Mala iklas kok membantu tuan dan nyonya kemarin" lirih suara mala hampir tidak terdengar oleh mereka,
"Terimalah Mala aku mohon,karena ini adalah uang mu,hak mu yang kemarin saya pinjam untuk orang tua saya" ujar Pandu yang mulai berani bicara,sedari tadi hanya terdiam dan menundukan kepala nya
"kak Pandu...tadinya Mala ikhlas kok,dan tidak mengharapkan di kembalikan,tapi jikalau kak Pandu menginginkan Mala menerima nya,baik lah...Mala terima ya kak" suara lembut Mala sangat merdu dan menyejukan hati Pandu,
Pandu sangat gembira dan tanpa sadar terus menatap Kemala tanpa berkedip,
"waaaah jomblo akut kambuh,malu-maluin banget sih,weyyy...weyyy... weyyy" kata Randi sambil menginjak kaki Pandu,
mata pandu mendelik ke arah Randi sambil berbisik" gak suka ngeliat boss mu senang sedikit,kenapa sih?"
Mala hanya tersenyum dan tersipu malu melihat kelakuan tamu nya itu.
__ADS_1