
sampai di rumah,di ruang tamu ku lihat viona sedang menangis dan ibu tiri ku yang sedang mencoba menenangkan Viona
owhhh seperti nya dia sangat sakit hati, yah memang kau harus merasakan sakit hati Viona
aku mendekati viona dengan memakai topeng pura-pura terkejut.
" Viona, ada apa ? kenapa kau menangis?"
aku melihat nya dengan tatapan khawatir tapi dalam hati ahhh aku senang melihat kau menangis Viona
Viona memandangku dengan tatapan tajamnya
" kak ,apa kau menyayangiku sebagai adikmu"
" tentu saja aku sangat menyayangimu Viona , ada apa ? apa aku melakukan kesalahan??"
" kak,jika kau menyayangiku , bisakah kau memberikan Bagas padaku ,aku menyukai nya kak!!" .ibu tiri ku yang di sebelah nya tersentak kaget, mungkin di pikiran nya ini bisa menghancurkan rencana mereka,
bingo,,, akhirnya kau terpancing.
" kenapa kau tidak mengatakan nya padaku sejak awal ,aku bisa saja tidak menerima nya ,agar kau bisa bersama nya"
" kak bisakah kau memutuskan hubungan mu dengan Bagas,ku mohon ,aku mencintai nya kak"
wajah ku pura pura kecewa dan pergi dari sana , walau sebenarnya aku tidak sepenuhnya pergi ,aku bersembunyi di belakang dinding untuk mendengarkan percakapan mereka
" Viona ,apa kau sadar , ucapan mu itu bisa membuat rencana uang kita susun berantakan"
" tapi aku tidak bisa melihat mereka berdua bermesraan Bu ,aku tidak bisa melihat Bagas bersama dengan Lea " Viona mengatakan nya sambil terus terisak
__ADS_1
" kita sudah bicarakan ini sebelum nya ,Bagas harus bersikap seperti mencintai Lea ,dan kau sendiri juga yang menyarankan nya"
Viona tidak mengatakan apa-apa dia hanya terus terisak.
aku bosan mendengar perkataan mereka , tapi setidaknya aku senang rencana ku berjalan dengan lancar
aku masuk ke kamarku baru saja merebahkan tubuh ku handphone ku berbunyi
di sana tertulis nama Bagas
📲
" halo Lea ,apa kau sudah pulang??"
" halo Bagas ,Iyah aku baru saja sampai"
" Lea apa kau ada waktu malam ini ,aku ingin mengajak mu jalan"
" baiklah aku akan menjemputmu malam nanti jam 8 malam "
" yah aku tunggu nanti ,dah Bagas"
📱 telpon berakhir
baru saja telpon berakhir , telpon ku kembali berbunyi , ternyata Arjun menelpon
📲
" sayang apa kau sudah sampai?"
__ADS_1
" sudah, sayang aku baru saja sampai"
" sayang bisa kita bertemu??,aku merindukan mu"
" tidak bisa Arjun , nanti malam aku ada janji , dengan Bagas"
Arjun merespon agak lambat ,aku tau dia pasti kecewa
" Arjun mengertilah ,aku akan jalan denganmu nanti.aku janji kita akan menghabiskan waktu seharian nanti bagaimana?"
" baiklah aku mengerti , tapi tolong jaga dirimu baik-baik , dan jangan sampai dia mencium mu lagi , kalau tidak ku sobek mulutnya itu "
aku terkekeh mendengar ancaman Arjun *apakah kau sangat mencintai ku Arjun , semoga nanti aku juga bisa mencintai mu seperti kau mencintaiku
Arjun mengakhiri telpon
" sayang aku tutup telpon nya , ibuku memanggil"
📱 panggilan* berakhir
sesudah kami bertelepon aku beranjak ke kamar mandi , sekitar 10 menit aku selesai mandi
perutku masih kenyang tapi aku tidak ingin melewatkan wajah Viona yang sekarang mungkin matanya sudah bengkak.
aku berjalan ke luar dan menghampiri meja makan di sana sudah ada sudah ada Viona dan ibunya
aku duduk di depan Viona
" yaakampun Viona ,kau apa kau belum berhenti menangis ,matamu bengkak vio" aku pura-pura terkejut melihat matanya yang bengkak akibat terlalu banyak menangis padahal hatiku sangat senang bahkan ingin rasanya aku tertawa
__ADS_1
kini masalah ku tinggal 1 ya itu menjelaskan alasan ku berpacaran dengan Bagas pada Lita , semoga saja dia bisa mengerti seperti Arjun