
Bagas pergi dari sana dengan keadaan yang sangat kesal sekaligus malu
aku melihat nya dengan smirk dalam hati
semua siswa siswi di sana belum berhenti berbisik .
itu artinya aku harus tetep berakting
aku mengkode ke arah Lita dengan mengedipkan mata ku
Lita yg peka langsung menghampiri ku
" Lea...kau harus kuat , untungnya kau mengetahui nya sekarang ini belum terlambat "
Lita memelukku erat dan mengusap punggung ku
wahh aku tidak menyangka Lita juga pandai berakting
siswa siswi di sana juga menyemangati ku
" Lea jangan menagis , Bagas memang tidak baik untuk mu "
" Lea kau harus semangat ,masih banyak yang lebih baik dari Bagas"
mereka menyemangati ku
ahh aku sedikit merasa bersalah karena yang ku lakukan semua hanya pura pura
tapi aku senang sekali bisa mendapatkan simpati dari mereka , dengan begitu apapun tindakan ku selanjutnya pasti akan mendapatkan dukungan dari mereka
pelajaran sekolah selesai .aku sedang bersiap untuk pulang
" Lea ,mau pulang bersama"
__ADS_1
tanya Arjun dengan senyuman manisnya
" boleh ,tapi aku bawa mobil ,, bagaimana??"
" tinggalkan saja mobilmu di sana , nanti aku suruh seseorang untuk mengantarkan nya ke rumah mu ,kau naik motor dengan ku , bagaimana?"
aku tidak bisa berkata tidak
" baiklah , aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya naik motor" Jawab ku dengan senyuman
kami berdua mulai melangkah ke parkiran motor
baru saja sampai , seseorang memanggil ku
" kakkk ... " teriak seorang gadis yang tentu ku kenal
aku menengok ke arah nya
" kak, maafkan aku yang ,aku sama sekali tidak pernah ada niat untuk membohongi mu ,ini semua rencana Bagas,dia menyuruhku untuk diam dan tidak mengenali nya ,dia ingin berniat jahat padamu"
ungkap Viona sambil menangis
oughhh...aku mual melihat nya sedang berpura-pura,rasanya aku ingin muntah di wajahnya itu
" Viona , kenapa kau tidak mengatakan nya dari dulu ,kenapa kau tega pada kakak mu sendiri " aku memegang pundak nya dan menggoncang nya keras
" maaf kak,aku hanya terpaksa ,aku tidak ingin kehilangan nya "
dia terus menagis dan mungkin kali ini air matanya asli Karna aku mencengkram bahunya dengan kuat
" sudahlah vio ,aku sudah memaafkan mu , yang terpenting sekarang aku sudah tidak bersama dengan Bagas ,dan ku mohon jangan mengulangi kesalahan yang sama"
aku melepaskan cengkraman ku
__ADS_1
" sekarang pulang lah ,kau bisa memakai mobilku ,aku akan ikut Arjun ,aku ada urusan dengan nya "
Viona mengangguk patuh dan mengusap air mata nya lalu meraih kunci mobil ku
" baiklah , terimakasih kak ,dan hati hati di jalan "
Viona meninggalkan kami berdua
" Lea kau sangat pintar dalam berakting"
ucap Arjun sambil memberikan helmnya padaku
" tentu saja aku harus pandai dalam berakting,jika tidak semua usaha ku akan gagal
sayang" ku colek dagunya dengan tatapan Menggoda
" hoho,..selain pandai berakting kau juga pandai mengoda rupanya"
aku tersenyum menanggapi nya
"sudahlah ayo berangkat"
kami menaiki motor ,dan mulai berangkat
awalnya ku pikir kami akan langsung pulang tapi ternyata Arjun mengajakku untuk pergi ke pusat perbelanjaan
dia mengajakku untuk bermain permainan yang ada di sana
ini sangat menyenangkan ,aku belum pernah merasakan kebahagiaan yang ku alami sekarang , berbeda dengan dulu waktu aku bersama Bagas walau pun aku mencintai nya dan percaya padanya ,tapi tak pernah ku rasakan kebahagian yang sama seperti yang ku alami saat ini bersama dengan Arjun
bisa di bilang ini adalah kencan yang ku harapkan dari dulu
mungkin kebahagiaan ku akan di mulai dari sekarang
__ADS_1