Kembalinya Hati Yang Hilang

Kembalinya Hati Yang Hilang
00


__ADS_3

6 tahun lalu...


"Mah,anak aku baik-baik aja kan mah?" isakan tangis seorang gadis di sebuah kamar rawat terdengar begitu memilukan. ditinggal oleh orang yang dia anggap akan benar-benar ada untuknya namun kenyataan yang berbanding terbalik dengan harapannya


"udahlah ngga usah kamu tangisi, udah bagus juga dia mati! anak haram itu bisanya cuma malu-maluin keluarga kita nduk"  wanita paruh baya yang tadi hanya diam mulai angkat bicara, mencoba menenangkan putri bungsunya yang tengah bercucuran air mata


"tapi dia ngga salah mah, dia ngga tau apa-apa" bantahnya kepada wanita yang ia panggil mamah


"udahlah capek mamah debat sama kamu, lagian mana keluarga cowokmu itu? ngga ada sama sekali yang kesini kan? inget nduk mereka ngga pengen anak dari kamu!" suara parau ibunya seolah menyadarkannya pada kenyataan bahwa putranya memang tak diinginkan hadir ditengah hubungannya bersama sang kekasih


"sekarang yang harus kamu pikirin itu bukan anak kamu, tapi gimana kamu bakal lanjutin hidup kamu nduk. ngga usah mikirin mereka yang pergi, jadiin ini pelajaran buat kamu kedepanya, ngaca dari yang udah-udah nduk, cukup mbakmu aja yang hidupnya susah" air mata yang sedari tadi di tahan akhirnya luruh juga, membanyangkan kehidupan putrinya yang akan kehilangan arah dan tujuan setelah keluar dari ruangan bernuansa putih tersebut.


sang gadis hanya diam tak bersuara, menangis dalam diamnya, membayangkan kehidupannya sebelum ini. Manis, sangat manis seolah dia adalah gadis yang paling beruntung bertemu dengan lelaki yang kini berstatus mantan baginya. 

__ADS_1


hening menyelimuti dua wanita yang kini tengah berperang dengan pikiran masing-masing, sampai suara gesekan sepatu dan lantai menyapa idra pendengaran keduanya. Menampakkan sosok yang seharusnya tak ia temui sekarang, sosok yang keduanya takuti.


"m-mas" lirih Zoya menatap takut lelaki yang bukan lain adalah kakak kandungnya.


"GOBLOK, gue udah bilang kan jauhin dia, kapan sih lu mau nurut sekali aja sama gue dek? puas lu bikin mamah nangis terus gara-gara elu hah?" pria itu menatap nyalang pada Zoya dia merasa gagal menjadi sosok pengganti ayah untuk kedua adiknya


"mas udah mamah ngga papa biar dia mikir juga jangan asal-asalan lagi kalo mau berhubungan sama cowok" suara mamah seolah hipnotis bagi sang kakak, langsung saja pria itu duduk dan menghembuskan nafas kasar.


tring


lamunannya terbuyar oleh notifikasi pada ponselnya segera ia mencari benda pipih itu, membuka aplikasi whatsapp yang tertera pada lockscreennya.


Angga : Zo maaf sebelumnya tapi atasan minta kamu mengundurkan diri, mengingat emg kontrak kerja yang gk ngebolehin kamu nikah apalagi hamil kan jadi aku minta maaf sama anak2 gk bsa nolong kmu lgi.

__ADS_1


Zoya tersenyum kecut, baru saja ia menyusun apa yang akan dia lakukan, dan kini rencananya harus hancur seketika, ia sadar jika memang yang ia alami sekarang menyimpang jauh dari kontrak kerja yang perusahaannya buat, tapi bukankah setelah ini dia akan keluar dengan tangan kosong juga? tidak membawa anak ataupun buku nikah dengan mantannya kan? lalu kenapa ia harus di depak oleh perusahaan? 


"mah, aku di keluarin kerja" ucapnya pelan pada sang mama


sedangkan sang mamah hanya tersenyum sambil mengusap pucuk kepala sang bungsu lembut "ngga papa nanti cari lagi, yang penting deket, ngga usah kost-kost lagi cah ayu"


iya, semua akan berubah disini, menjadikan awal yang baru untuk kehidupan Zoya Maulina yang entah akan bagaimana kedepannya. Dulu ia juga dihancurkan oleh seorang pria, datang membawa sejuta duri yang dibalut kata-kata cinta setelah ia terperangkap dalamnya ia merasa seperti ditikam ribuan belati di hatinya. butuh waktu 4 tahun untuknya bangkit dan kembali membangun asa yang dulu pupus dengan datangnya sosok yang menurutnya berbeda dari teman-teman sebayanya saat itu di sekolah menengah atas. ya walaupun kedua keluarga tak sepenuhnya setuju dengan hubungan mereka tapi apa dikata jika sudah berlandaskan cinta bakti kepada orang tua jadi nomor dua. begitu juga yang saat itu ia lakukan dengan Dirga sang pujaan hatinya. 


melewati masa-masa akhir dengan embel-embel 'sayang semangat ya belajarnya' semua yang orang bicarakan tentang mereka berdua seolah angin lalu yang tak penting. bukan malah belajar saat ujian sudah di depan mata sang kekasih bahkan terus mendesak dan mengajaknya untuk sedikit mencoba hal yang begitu asing untuk dia dengar. bermodalkan uang jajan dari sang kakak yang tak pernah terpotong barang sepeserpun dia mencoba menjelajahi hiruk pikuk dunia malam yang tak pernah ia jamah sebelumnya.


Zoya Maulina telah bergeser dari tempatnya, tak lagi menyandang status siswi teladan dan berprestasi di sekolah, ya walaupun dia masih bisa bertahan dalam predikat ranking 1 dikelasnya tapi predikatnya dalam sikap dan kerja sama dengan anak kelasnya sangat buruk. Dan yang lebih mengagetkan adalah dia yang merasa tidak terpengaruh sama sekali akan hal itu.


Berbeda halnya dengan Dirga sang kekasih yang merupakan salah satu most wanted dan juga ketua osis di sekolah, prestasinya melejit naik setelah ia menjalin hubungan dengan teman satu angkatannya itu. bahkan para guru tercengan dengan nilai-nilainya yang sangat berbanding terbalik dengan semester-semester sebelumnya. bukan bodoh dia hanya malas dan jarang mengikuti ujian semester pun dengan susulannya. 

__ADS_1


__ADS_2