
Setelah sampai di rumah Wei Tian menuju belakang rumah untuk mandi. seperti biasa sebelum mandi dia mengambil air di sumur tetangga.
setelah mandi Wei Tian tidak lupa mencuci pakaiannya dan langsung dia jemur. Wei Tian bersiap siap untuk menuju rumah nenek Lu untuk makan. Wei Tian tidak sabar makan masakan nenek Lu karena masakannya enak hehehe.
setelah siap Wei Tian mengambil piring yang kemarin di gunakan untuk makan. Wei Tian ingin mengembalikan piring itu ke Nenek Lu.
sesampinya di rumah nenek Lu, Wei Tian berjalan dan mendekati pintu. "TOK TOK TOK" suara ketukan pintu.
" NEK saya sudah datang..." teriak Wei Tian takut nenek Lu tidak mendengar ketukan pintunya.
tak butuh waktu lama Nenek Lu membukakan pintu membiarkan Wei Tian memasuki rumah nya.
tak lupa Wei Tian menyerahkan piring milik nenek Lu sambil berucap" terimakasih nek... masakan nenek Lu paling enak... hehehe..." sambil tertawa.
" iya sama sama..." jawab nenek Lu sambil tersenyum dan menyuruh Wei Tian duduk di atas tikar.
__ADS_1
nenek Lu kembali lagi ke dapur untuk mengambil masakan yang baru selesai matang. Nenek Lu menaruh semua masakan yang Dia masak di atas meja kecil yang berada di atas tikar jerami.
setelah semua makanan yang dibuat nenek Lu taruh meja kecil, dia menyuruh Wei Tian memakannya.
" Tian'er mari makan... semua lauknya sudah selesai di taruh dimeja jadi kita tinggal memakannya..." ucap nenek Lu sambil menyuruh mengambil apa yang dia mau.
" nek ini terlalu banyak bagaimana menghabiskannya?..." tanya Wei Tian yang merasa bingung mau ambil yang mana, bila tidak habis maka akan terbuang sia sia.
" tidak perlu khawatir... makan lah sebanyaknya hingga kamu benar benar kenyang... biarkan ayam milik nenek yang menghabiskan bila kamu tidak habis..." jawab nenek Lu dan menyuruh Wei Tian cepat mengambil kanan nya.
" baik lah nek... mari makan..." ucap Wei Tian sambil mulai mengambil makananya.
setelah makan Wei Tian membantu Nenek Lu untuk membersihkan meja nya, dan dia tidak lupa untuk membantu mencuci piring. setelah seleaai dia pamit ke nenek Lu mau pulang dan istirahat.
" nek terimakasih makanannya... saya pulang dulu mau istirahat lebih cepat..." ucap Wei Tian sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"iya Tian'er hati hati di jalan... jangan lupa mampir kemari bila butuh bantuan nenek..." ucap nenek Lu sambil melambaikan tangan kepada Wei Tian.
" iya nek terimakasih sekali lagi nek..." ucap Wei Tian dengan melambaikan tangan dan pergi pulang kerumah untuk kembali berlatih pemurnian tubuh.
Sesampainya di rumah, Wei Tian pergi ke atas tempat tidur sambil memulai berlatih Teknik Pemurnian Api Neraka. Wei Tian berlatih sampai batas dirinya.
berlatih pemurnian tubuh saat berada di tingkat kultivasi terendah maka kecepatan pelatihan pemurnian tubuh nya lebih cepat. alasan lebih cepat adalah seseorang yang tingkatan kultivasinya tinggi tubuh nya secara otomatis merasa lebih ringan.
tubuh lebih ringan itu berasal dari lautan jiwa yang memberikan asupan energi ke bagian semua tubuh. sehingga tubuh terasa lebih ringan tampa melatih fisik.
itu adalah kesalahan bila tubuh tidak dilatih dan ditingkatkan fisiknya. tubuh bisa meledak karena kelebihan kekuatan jiwa. tubuh fisik tidak seimbang dengan jiwanya.
berbeda bila fisik lebih kuat, bila fisik lebih kuat maka secara otomatis lautan jiwanya dapat menyerap energi alam lebih cepat.
Maka dari itu Wei Tian memilih pemurnian Tubuh lebih dulu dari pada kultivasi. melatih fisik dan dasar bela diri adalah prioritas utama.
__ADS_1
waktu terus berjalan tidak terasa 1 jam berlatih. Wei Tian sudah sampai batasnya dan dia tidak bisa memaksa untuk terus berlatih. bila Wei Tian memaksakan terus berlatih bisa saja Wei Tian terkena efek sampingnya yaitu kulit melepuh seperti terbakar api.
merasa sudah lelah Wei Tian langsung membaringkan badannya ditempat tidur. karena merasa tubuk kecilnya itu kelelahan Dia tertidur dengan pulas.