KEMBALINYA KAISAR SURGAWI

KEMBALINYA KAISAR SURGAWI
PERGI MENINGGALKAN DESA


__ADS_3

Sesampainya di rimah, Wei Tian pergi untuk membersihkan diri. setelah membersihkan diri Wei Tian berkemas membawa pakaiannya yang masih cukup dia gunakan dalam perjalanan mengelilingi dunia kecil ini.


Wei Tian mengemasi bawangnya dan langsung dia masukkan ke mutiara jiwa semestanya. walau Wei Tian memiliki banyak cincin semesta / cincin penyimpanan, tapi Wei Tian lebih memilih menyimpannya di mutiara jiwa semesta. alasan Wei Tian tidak menggunakan cincin semesta, menurutnya cincin semesta terlalu mencolok.


( cincin semesta adalah cincin yang memiliki kekuatan ruang dan dimensi didalamnya yang dapat menyimpan benda mati / makluk hidup dalam jumlah tidak terbatas. sedangkan cincin penyimpanan adalah cincin yang memiliki kekuatan ruang saja hanya bisa di gunakan untuk menyimpan benda mati tidak bisa menyimpan makluk hidup dan jumlah benda yang di simpan sangat terbatas tergantung luas ruang dalam cincin tersebut.)


Wei Tian akan menggunakan cincin dimensi bila Wei Tian sudah memiliki tunggangan. tapi sekarang Wei Tian masih belum memilikinya, maka dari itu bila Dia menggunakannya akan terlihat mencolok.


sesudah Wei Tian selesai semua, Wei Tian pergi kerumah nenek Lu. Wei Tian ingin berpamitan agar beaok pagi dia bisa langsungsung pergi meninggalkan desa. sekalian bertanya dimana letak kota terdekat.


"TOK TOK TOK" suara ketukan pintu


"NENEK LU SAYA BERKUNJUNG" teriak Wei Tian didepan puntu rumah nenek Lu.


"ohh... tian'er sebentar nenek tinggal masak makanan kamu masuk dulu saja..." ucap nenek Lu yang sudah membukakan pintu dan menyuruh Wei tian masuk kerumahnya, setelah itu di tinggal lagi kebelakang melanjutkan memasaknya.


"iya nenek Lu aku masuk..." Ucap Wei Tian sambil berjalan masuk.


"ada apa Tian'er tiba tiba kamu berkunjung..." tanya nenek Lu sambil memasak.


" nanti saja nek... setelah nenek selesai saya jelaskan..." jawab Wei Tian sambil tersenyum melihat nenek Lu yang lagi memasak


"apa kamu sedah makan?..." tanya nenek Lu.


" belum nek... hehehe..." jawap Wei Tian sambil tertawa kecil.


"setelah ini matang kita makan bersa..." ucap nenek sambil senyum melihat Wei Tian.


" baik nek... hehehe..." jawab Wei Tian sambil tertawa kecil.


" kamu duduk dulu tunggu disana..." ucap nenek sambil menyuruh Wei Tian duduk di tempat biasanya.


"baik nek... " jawab Wei Tian sambil tersenyum dan pergi ketempat biasa.


setengah jam berlalu matahari sore sudah tebenam. nenek Lu telah selesai memasak semua makanan dan disajikan di meja kecil.


" ayo makan Tian'er... makan yang banyak..." ucap nenek Lu sambil tersenyum.


"baik nek... selamat makan..." jawab Wei Tian sambil tersenyum.

__ADS_1


Wei Tian mulai mengambil lauknya dan langsung ia makan, nenek Lu juga mengambil makanannya. mereka berdua makan bersama menikmati masakan yang terasa enak. ahirnya selesai makan Wei Tian pergi membereskan semuanya dan mencuci piring.


"nenek Lu ada yang mau saya sampaikan..." ucap wei tian setelah selesai mencuci piring. wei tian duduk di dekat nenek Lu.


"ada apa tian'er..." tanya nenek Lu


" sama mau berpamitan meninggalkan desa dan melihat dunia luar nek..." jawap Wei Tian dengan senyuman.


"APA?... kamu mau neninggalkan desa?..." tanya nenek Lu yang sedang terkejut.


"benenar nek saya akan pergi meninggalkan desa...." jawab Wei Tian.


"kenapa kamu pergi dari desa?..." tanya nenek Lu kembali.


" saya ingin melihat dunia lebih luas..." jawab wei tian sambil tersenyum.


" apa alasan mu ingin melihat dunia luar?..." tanya nenek Lu kembali.


" saya ingin melihat dunia yang pernah ayah saya ceritakan dulu...." jawap wei tian sambil tersenyum.


"dunia luar sangat berbahaya kamu masih kecil...." ucap nenek Lu merasa khawatir.


" kamu sudah berlatih menjadi pendekar?..." tanya nenek Lu sambil terkejut melihat kekuatan yang dikeliarkan Wei Tian.


" iya nek... alasan lain saya juda ingin menjadi semakain kuat... tinggal di desa menghambat perkembangan saya..." jawab Wei Tian dengan jujur.


" baik lah nenek paham tapi kalau ada waktu mampirlah kedesa... dan jangan lupa jaga diri dengan baik... keselamatan lebih penting..." ucap nenek Lu karena tidak bisa merubah tujuan Wei Tian tintuk tidak bpergi dari desa.


"kalau ada waktu saya akan berkunjung de desa... dan juga tak perlu khawatir nek... saya akan selalu menjaga diri sendiri..." jawab wei tian dengan tersenyum.


" baik kalau begitu..." ucap nenek Lu


"nenek saya mau tanya... pergi ke kota terdekat itu lewat mana?..." tanya Wei Tian


"untuk pergi ke kota terdekat kamu hanya perlu mengikuti jalan satu satunya keluar dari desa..." ucap nenek Lu yang masih terlihat menahan kesedihan.


" baik nek terimakasih... nek saya pamit dulu biar besok pagi bisa langsung berangkat..." ucap Wei Tian...


"iya... kamu cepat pulang dan istirahat..." ucap nenek terlihat matanya berkaca kaca terlihat sedih.

__ADS_1


"saya pamit nek..." usap Wei tian memberi salam dan pergi dengan melambaikan tangannya.


sesampai rumah Wei Tian langsung Tidur. dia merasa tidak bisa pergi karena melihat kesedihan nenek Lu.


KEESOKAN PAGINYA


Wei Tian bangun dari tidur. dan langsung pergi untuk membersihkan badannya. setelah selesai wei tian sudah siap untuk pergi. saat membuka pintu dia terkejut, ternya ta nenek Lu menunggunya sambil membawakan makanan untuk bekal perjalanan Wei Tian.


"tian'er ini bekal untuk perjalananmu..." ucap nenek Lu menyerahkan makanan untuk bekal nanti.


" terimakasih nek... saya selalu merepotkan nenek..." ucap wei tian merasa sedih melihat orang yang merawatnya dari kecil bersedih akan kepergiannya..


"nek ini untuk nenek..." wei tian mengeluarkan giok jiwa yang sudah dimasukkan darah dan kekuatan jiwanya.


"tian'er ini apa?..." tanya nenek Lu karena tidak tau


" nek itu giok jiwa... giok itu tersimpan sedikit kekuatan jiwa ku... giok itu akan tetap bercahaya bila saya masih hidup... itu juga tanda keberadaan ku..." ucap wei tian sambil tersenyum.


" ahhh... nenek akan simpan baik baik..." jawap nenek terus memeluk Wei Tian untuk melepas kepergiannya.


Wei Tian pasrah dipeluk oleh nenek Lu.


" nek saya pamit" ucap Wei Tian sambil memberi hormat setelah itu pergi dengan melambaikan tangan.


"hati hati tian'er..." ucap nenek lu menangis sambil nelambaikan tangan...


"baik nek..." jawab Wei Tian sambil terus melambaikan tangan.


Wei Tian berjalan meninggalkan desa. sesampai nya di pintu keluar desa, Wei Tian dihalangi oleh paman Xu.


" paman ada apa?..." tanya Wei Tian pada paman Xu


"tidak ada apa apa tian'er... paman hanya mai memberikan ini..." jawap paman Xu sambil memberikan gulungan kertas dan juga Tombak yang sesuai seukuran tubuh Wei Tian.


" terimakasih paman... tapi ini gulungan apa?..." Ucap Wei Tian memberi hormat terimakasih sudah diberikan tombak. dan Wei Tian tidak tau gulungan apa itu jadi dia bertanya.


"ini adalah peta kekaisarah HAN... tapi pera itu adalah peta 10 tahun yang lalu... tidak tau sekarang masih sama atau tidak..." jawab paman Xu


"terimakasih paman kalau begitu saya pamit..." ucap Wei Tian sambil menunduk memberihormat. setelah itu pergi sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


ahirnya Wei Tian meninggalkan desa mulai perjalanan mengenal dunia kecil ini.


__ADS_2