
"Bagai mana bisa giok milik Kaisar Surgawi hancur... ini tidak mungkin terjadi kan... Yang Mulia harusnya tetap hidup untuk membawa keseimbangan di dunia dewa... bagai mana bisa meninggal begitu saja... T-T" batin Liu Han, ia jatuh dan bersedih karena telah perginya orang yang ia sangat hormati.
ia mulai meyakinkan dirinya sendiri untuk tetap tegar dan menjalankan apa yang diminta Kaisar Surgawi sebelumnya agar membantu Kaisar Bai Long menjadi Kaisar yang baik. tapi ia tetap khawatir kalau perdamaian di dunia dewa akan kembali hilang.
hanya Kaisar Surgawi saja yang dapat menekan semua wilayah kekaisaran di dunia dewa tidak berbenturan menjadi perang. hanya dialah yang dapat menekan semua keluarga, klan/sakte tidak membuat pertumpahan darah kepada orang-orang yang tidak bersalah.
Liu Han melesat menuju istana untuk memberi tau kepada Kaisar Bai long apa yang terjadi pada giok jiwa milik Kaisar Surgawi.
disaat Liu Han hampir sampai di dekat Kediaman Kaisar Bai Long. iya mendengar teriakan dan kesedihan Kaisar Bai Long. Liu Han mempercepat langkahnya dan buru buru masuk Kekediaman Kaisar Bai Long...
Liu Han Melihat Kaisar Bai Long setengang sujud dan kepalanya memandang langit sambil berteriak kalau semua apa yang ia bayangkan itu tidak pernah terjadi. Liu Han menghampiri Bai Long untuk menenangkan nya.
"Yang Mulia... Tolonglah jangan bersedih... Ingatlah pesan Ayah Guru anda Yang Mulia..." ucap Liu Han, Walau dia juga sedih kehilangan orang yang ia kagumi serta hormati tetapi selalu ingat tugas yang diditipkan Kaisar Surgawi kepadanya.
"Tidak... Tidak.... Itu Tudak Mungkin Terjadi..." teriak Kaisar Bai Long yang masih tidak memperdulikan yang ada di sekitarnya. walau penjaga dan pelayan yang ada di sekitar kediamannya untuk menenangkannya iya tidak menghiraukannya. malah membiarkan para pelayan dan penjaga bersujud mengikuti kesedihan yang ia rasakan.
Liu Han terus menenang kannya berjam jam tidak kunjung tenang. dan ahirnya ia melihat Kaisar Bai Long diam dan ahirnya pingsan karena kesedihan yang berlarut larut.
Liu Han mengangkat Kaisar Bai Long ke dalam tempat tinggalnya. ia menyuruh juga para pelayan dan juga penjaga untuk melakukan tugasnya, walau dia tau semuanya berduka karna kehilangan orang yang mereka hormati.
__ADS_1
Liu Han akan terus berjuang untuk menenangkan Kaisar Bai Long dan mengingatkannya tugas yang sebelumnya Kaisar Surgawi Berikan Kepada Kaisar Bai Long. ia juga harus mulai mengumpulkan kekuatan untuk mencegah terjadinya kekacauan yang ada di wilayah tersebut.
Liu Han mengingat ingat kembali kenangan nya bersama Kaisar Surgawi dan ia ingat yang selalu Kaisar Surgawi Katakan "BIARKAN TAKDIR YANG MENENTUKAN". ia mulai mengikuti takdir nya untuk melangkah kedepan dan membantu Kaisar Bai Long Menjalankan Tugas nya dengan baik sesuai amanah Kaisar Surgawinya tersebut...
----------------------------------------------------
(Bai Tian Sang Kaisar Surgawi)
Jiwa Bai Tian terus berputar putar di lorong dimensi ruang dan waktu dan ahirnya jiwanya pun terjatuh di dunia paling rendah yang disebut dunia kecil. untuk hidup kembali ia harus menemukan tubuh yang sudah kosong tanpa jiwa. ia hanya memiliki waktu 12 jam saja kalau tidak jiwanya hilang. ia juga merasa beruntung jiwanya tidak rusak saat memasuki ruang dan waktu sehingga ingatannya masih ada.
ahirnya dia pergi nenuju arah yang tidak tau kemana dan ahirnya sampai ke sebuah desa kumuh dimana orang orang kekurangan dalam ekonomi tinggal disana. iya hanya memiliki waktu sisa 1 jam lagi, ia berkeliling ke di desa tersebut dan ahirnya ia menemukan sebuah tubuh pemuda yang mati karena kelaparan.
tanapa pikir panjang ia memasuki tubuh tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyatukan antara Jiwa Dan Raga. waktu terus berputar tidak lama setengah jam ia berhasil menyatu dengan tubuh yang kecil dan kurus tersebut.
" hah.... tubuh ini lemah sekali aku sudah menggunakan teknik ku untuk meningkatkan stamina masih saja kelelahan berjalan mencari makan..." batin Bai Tian
ia terus berjalan mencar sungai. tapi di tengan jalan ia bertemu dengan nenek nenek yang menanyainya.
"Tian'er ada apa dengan mu terlihat lemas dan pucat begitu..." ucap nenek nenek tersebut.
__ADS_1
Bai Tian kaget ditanya tersebut karna ia merasa tidak mengenalnya. ia lupa untuk menyempurnakan ingatan tubuh ini dengan ingatan yang ada dalam jiwanya.
ahirnya ia hanya membalas "saya lapar dan haus nek saya mencoba pergi kesungai untuk mencari makan dan juga minum tapi saya tidak kuat lagi... bolehkah saya minta minum dan makan sedikit nek untuk mengisi stamina tubuh kecil ini... entar saya ganti nek... " ucap Bai Tian yang terlihat lesu dan pucat tersebut.
sang nenek pun terkejut setelah mendengar apa yang dikataka Wei Tian(nama asli dari pemilik tubuh). biasanya anak itu sangat pendiam dan tidak mau ditolong/ dibantu. nenek itu dengan cepat menghampiri Wei Tian untuk membawanya masuk agar bisa makan dan minum.
setelah membawa masuk Wei Tian Kedalam rumahnya, ia menyuruhnya duduk atas anyaman padi. dan dia kebelakang rumah untuk mengambil sisa bubur baru tadi ia masak di berikan kepada Wei Tian.
"Tian 'er nenek tadi masak bubur dan masih sisa banyak... ini makan kalau kurang bilang ke nenek ya..." ucap nenek tersebut. sambil memberikan makan dan minum kepada Wei Tian.
"terimakasih nek nanti saya akan membalas jasa mu ini nek..." ucap Bai Tian (belum tau nama asli pemilik tubuh tersebut) sambil memberi hormat dengan tulus.
Bai Tian makan bubur itu dengan lahap setelah itu ia minum air yang di taruh sebuah guci. setelah makan ia meminta izin kepada nenek tersebut untuk istirahat.
"nek bolehkan saya istirahat dulu disini... tubuh saya masih lemas..." ucap Bai Tian kepada nenek tersebut dengan hormat.
"iya Tian'er istirahatlah dulu... nenek mau melanjutkan kerjaan nenek menganyam padi menjadi tikar..." ucap nenek tersebut sambil tersenyum kepada Wei Tian.
"terimakasih nek..." ucap Bai tian duduk dan memejamkan mata. ia mulai menyempurnakan ingatan dari pemilik tubuh ini agar bersatu dengan ingatannya.
__ADS_1
setengah jam pun berlalu ahirnya ia selesai menyempurnakan ingatannya. ia baru tau sebenar nya ia adalah keturunan salah satu keluarga di Kekaisaran Tang yaitu keluarga Wei nenurut cerita ayahnya walau belum tau kebenarannya. dan ibunya berasal dari keluarga Ye di kekaisaran Qin. dan saat itu juga ia baru tau kalau nenek yang menolongnya bernama Lu. ia biasanya memanggilnya nenek Lu.
ia masih mencerna apa yang di ceritakan ayahnya kepadanya tentang siapa, dan darimana ayah dan ibunya tersebut.