KEMBALINYA KAISAR SURGAWI

KEMBALINYA KAISAR SURGAWI
RENCANA MENINGGALKAN DESA


__ADS_3

WEI TIAN sudah merasa waktunya dia melihat dunia luar.


"sebelum pergi sebaiknya saya beres beres rumah..." batin Wei Tian yang melihat rumput didepan dan di belakang rumahnya sudah tinggi.


Wei Tian selama 6 bulan ini sibuk berlatih tidak memperhatikan rumahnya. sehingga rumput halaman rumah tinggi tinggi tidak terawat.


Ahirnya Wei Tian meluangkan waktunya sejenak untuk memotong rumput yang sudah tinggi dan lebat. Wei Tian mengambil gunting pitong rumputnya, tapi gunting tersebut sudah tidak tajam lagi untuk memotong rumput.


Wei Tian pergi kerumah tetangga sebelahnya untuk meminjam batu asah, untuk mengasah gunting potong rumput yang dia miliki.


Setelah di pinjamkan Wei Tian pergi ke rumahnya dan memulai mengasah gunting tersebut. setelah gunting itu tajam Wei Tian memulai memotong rumput bagian depan dulu.


Wei Tian memotong rumput resebut sempai pendek. dan mengngumpulkan rumputnya yang sudah dipotong tersebut ke satu tempat biar terkumpul.


Butuh waktu lama bagi Wei Tian untuk membersihkan rumput rumput depan dan belakang rumahnya tersebut. setelah hasil rumput yang terpotong semua di kumpulkan dia bawa ke tempat tetangganya tadi yang meminjamkan batu asah untuk mengasah gunting nya tersebut.


alasan Wei Tian membawa rumput tersebut ke rumah tetangganya adalah tetangganya tersebut mempelihara kambing sebagai hewan ternaknya. kambing kambing tersebut sangat menyukai rumput.


tidak lupa weitian mengembalikan batu asah tadi yang di pinjamkan. dan dia membawa semua rumput rumput tersebut ke belakang tumah tetangganya biar digunakan memberi makan kambing.


"terimakasih paman sudah meminjamkan batu asahnya..." Ucap Wei Tian kepada paman pemilik rumah sekaligus tetangga rumahnya.


" iya... terimakasih kembali Tian'er sudah membawakan rumput rumput tersebut ke rumah paman..." ucap paman Xu sambil tersenyum, paman itu bernama Xu Dong.


" oh iya paman... mungkin besok saya akan meninggalkan desa..." ucap Wei Tian.


" loh kamu mau kemana tian'er?..." tanya paman Xu sambil memasang wajah terkejut.

__ADS_1


"saya ingin melihat dunia lebih luas jadi saya ingin meninggalkan desa untuk melihat seperti apa dunia yang pernah diceritakan ayah saya sewaktu dulu..." jawab Wei Tian.


" tapi kan walau kamu sudah tinggi, tapi kamu masih kecil Tian'er... dan juga dunia luar itu sangat berbahaya..." ucap paman Xu.


panan Xu Dong pernah meninggalkan desa untuk menjual kambing kambingnya ke kota terdekat. dan kadang kadang di setiap perjalanan menuju kota Dia di serang para perampok.


untung saja paman Xu Dong juga seorang pendekar tingkat Emas Tahap-7. dan para perampok kecil biasanya hanya berada di tingkat Perunggu dan Perak.


tidak semua orang bisa naik langsung menembus tingkatan dari Perunggu tahap-9 ke Perak tahap-1 dan seterusnya. biasanya orang orang tersebut membutuhkan pil untuk naik tingkat.


Untuk naik ke tingkat Perak dia membutuhkan Pil Perak, untuk naik ke tingkat Emas dia membutuhkan pil Emas, dan untuk naik ke tingkat Berlian membutuhkan Pil berlian, untuk naik ke tingkat Jendral dia membutuhkan Pil Jendral, dan seterusnya.


harga Pil Pil tersebut tidaklah murah. untuk Pil Perak 100-200 koin emas, Pil Emas 1000-1500 koin emas, Pil berlian 7500-9000 koin emas. Pil jendral 15.000-20.000 koin emas. untuk Pil Raja dan Kaisar hanya akan muncul di pelelangan dan harganya, Pil Raja 100.000-150.000 koin emas, Pil Kaisar 300.000-500.000 koin emas.


Selain menggunakan pil, orang tersebut bisa naik tingkat saat dalam pertemputan hidup dan mati seperti paman Xu Dong. tapi itu semua juga membutuhkan keberuntungan.


"saya paham paman... tapi saya juga ingin melihar dunia luar... " jawap Wei Tian kepada paman Xu Dong sambil sedikit dia mengeluarkan kekuatannya yang ia tekan ke tingkat Perak tahap-5.


"bagai mana bisa kamu-..." ucap paman Xu Dong sambil terkejut melihat tingkatan Wei Tian yang lagi mengeluarkan kekuatannya.


" paman tolong rahasiakan kepada yang lainnya ya... dan juga saya minta doa untuk keselamatan saya..." ucap Wei Tian yang menyela ucapan paman Xu Dong yang belum selesai ngomongnya.


"Hah... baiklah kamu hati hati ya... oh.. ya.. kamu sudah mempelajari teknik bela diri belum?..." tanya paman Xu yang masih terlihat kawatir kalau terjadi apa apa kepada Wei Tian.


" sudah paman... saya sudah mempelajari teknik peninggalan ayah saya dengan baik..." jawab Wei Tian sambil senyum.


"Kalau begitu perlihatkan pada paman apakah bisa?..." tanya paman Xu

__ADS_1


"Bisa paman tapi saya tidak membawa tombak..." ucap Wei Tian


"saya ada tongkat kayu bisa kamu gunakan seperti menggunakan tombak..." jawap paman Xu sambil berlari mengambil tongkat yang dia punya.


" ini tongkat jemurah hehehe..." ucap paman Xu sambil tertawa dan memberikan tingkat itu kepada Wei Tian.


"hehehe paman tongkat jemuran mu sangat bagus..." jawap Wei Tian sambil tertawa kecil.


" walau begitu dulu itu adalah tongat tombak.. walau pisau tombaknya sudah tidak bisa digunakan tapi tongkatnya masih berguna... hahaha..." ucap paman Xu sambil tertawa. dan menyuruh Wei Tian memulai menggunakan tongkat tersebut dengan isyarat tangan.


" baik lah paman Xu... Saya akan memperlihatkannya..." ucap Wei Tian, yang tau maksud dari isyarat tangan paman tersebut.


Wei Tian memulai gerakan gerakan tanpa menggunakan kekuatan jiwa sama sekali. Wei Tian terlihat sangat terampil walau dia tidak menggunakan kekuatan jiwa (kekuatan jiwa adalah energi yang tersimpan dalam lautan jiwa)


" wah ilmu tombak mu sangat bagus... kamu seperti ayahmu yang hebat dalam hal menggunakan tombaknya..." ucap paman Xu yang pernah berlatih dengan ayah Wei Tian.


" terimakasih paman..." ucap Wei Tian sambil tersenyum dan memberi hormat.


" baik aku ijinkan kamu melihat dunia luar... ingat lah hati hati dan tetap waspada..." ucap paman Xu yang sudah memberi izin.


" kalau begitu saya pamit pulang dulu..." ucap Wei Tian sambil memberi salam perpisahan.


" hati hati Tian'er..." ucap paman Xu Dong sambil melambaikan tangannya.


"baik paman..." ucap Wei Tian juga melambaikan tangannya.


Wei Tian kembali kerumah.

__ADS_1


__ADS_2