
nathan menghela napas,nathan sadar bahwa orang tuanya seolah olah tidak memperdulikan nya,orang tuanya tidak menenemui nya secara langsung walau dia sudah di bawa kembali ke keluarganya berkat teman teman dan sahabat ayahnya dia tau bahwa kondisi keluarga sangat genting kalo orang tuanya langsung menunjukan perhatian.musuh ayahnya akan membidik nathan walau pun dia sudah menjadi idiot,kedua orangtua nathan mengeraskan hatinya dan mempercayakan nathan pada sahabat nya.
"aku tau,amelia jangan panggil aku tuan muda,panggil saja namaku nathan"
amelia melihat mata nathan ingin mencari tau apa ada kesedihan atas perlakuan dari orang tua nathan,dia takut nathan menbenci nyonya dan tuan,hanya saja dia tidak melihat apapun hanya ketenangan yang dalam,seperti hal nya melihat kedalaman lautan biru."masalalu seperti apa yang di lalui tuan muda,untuk anak muda berusia 21 tahun mempunyai ketenangan mata ,seolah olah dia sudah mengalami berbagai badai hidup yang terlah di jalani oleh para veteran"renung amelia
"ah amelia tidak berani tuan muda"
pintu tiba tiba terbuka
seorang pria paruh baya tegap ,tampan memasuki ruangan yang memakai jas hitam mahal dan jam tangan elegan melingkar di pergelangan tangan nya.
nathan melihat walau satu tahun dia mendapatkan perawatan dan perlindungan paruhbaya di depan nya ini pertamakali nya nathan bertemu dengan kedaan dirinya yang sesungguh nya.
__ADS_1
"bagai mana keadaan mu ?sepertinya kau sudah baik baik saja sekarang dan kau sudah kembali sepenuh nya?"
nathan tersenyum,tidak heran paman anthonio menjadi pengusaha terbesar bersama ayah nya,ayah mertuanya hanya melihat sekilah tapi sudah menebak tentang kondisinya saat ini
"terimakasih karna sudah merawat saya paman anthonio"balas nathan dengan tenang
anthonio tertawa"hahah tidak ada lagi bocah besar yang memanggil saya ayah mertua,tapi terimakasih sudah menyelamatkan cintia dan maafkan cintia walau pun kau sudah mengorbankan dirimu sendiri untuk menyelamatkanya tetapi dia tidak mau berterimakasih dan merawat mu.sih ini salah ku karna terlalu memanjakan nya seperti tuan putri."nathan tersenyum malu sambil mengelus hidung nya karna saat dia menjadi idiot dia akan selalu memanggil nya ayah mertua.
sekilas kenangan terlintas "ayah mertua,ayah mertua boleh aku main sama cin cin,tapi cin cin tidak mau maen sama nathan?"
"boleh,kalo cin cin gak mau jangan di paksa nanti nathan kena marah,mending maen sama ka amel ,nanti ayah mertua belikan game terbaru buat nathan sama ka amel...
kembali ke kenyataan tanpa sadar nanthan menghela napas karna tidak mengerti,kenapa disaat dia menjadi idiot ayah mertua nya ini merawat nya dengan tulus "
__ADS_1
"tidak apa apa paman,cintia masih muda dan saat itu aku mengerti kondisi dia,
jika nathan yang ada di posisinya mungkin akan melakukan hal yang sama.dan juga memang kita tidak di takdirkan bersama paman"nanthan tersenyum sambil melihat mata paman anthonio untuk mengatakan bahwa urusan itu tidak bisa di paksakan dan mereka tidak akan cocok untuk bersama.
anthonio sadar bahwa anak nya sudah kehilangan pemuda terbaik dari generasinya,"
anthonio menghela napas
"baiklah,terimakasih atas pengertian mu,sepertinya perjanjian dengan ayahmu akan batal dan kita tidak akan menjadi besan,sungguh di sayangkan,baiklah paman akan ada urusan terlebih dahulu jika ada sesuatu yang di butuhkan silahkan hubungi paman,paman juga sudah menghubungi orangtuamu ,orangtuamu saat ini ada urusan penting jadi dia tidak bisa kesini terlebih dahulu jangan menyalahkan orangtua mu karna mereka melakukan ini untuk kebaikan mu"
anthonio melangkah keluar ruangan...
mohon bimbingan dan dukangan nya kaka...
__ADS_1
jangan lupa komen nya ya:)
termakasih😇😇😇