Kembalinya Sang Jenius Militer

Kembalinya Sang Jenius Militer
kepala departemen sexy


__ADS_3

sebelum berangkat ke kantor nya nathan ijin keatas terlebih dahulu, selang berapa lama , seorang lelaki keluar dari kamar nya, perlahan dia menuruni tangga, linda dan arya sedang menunggu nathan terkejut, dia tidak mengenali lelaki yang turun dari atas tangga tersebut, yang di lihat mereka seorang lelaki berwajah cantik, walau postur nya tinggi dan terlatih tapi tertutup dengan pakaian sopan, berbeda dengan nathan yang memancarkan aura dingin yang berbahaya, lelaki yang menuruni tangga memunculkan aura hangat, seorang lelaki beraura hangat, polos, dan naif.


"siapa kamu" linda bertanya dengan wajah heran


"hallo tante, saya teman nya nathan" jawab lelaki itu dengan suara yang lembut


"sejak kapan? perasaan tidak ada teman nathan yang menginap" raut wajah linda semakin bingung, dia melirik kearah arya, sedangkan arya hanya mengangkat bahu


"sejak semalam, saya menginap dengan melewati malam yang panjang" jawab pria tersebut dengan wajah ambigu,


wajah linda semakin berat


"nathaaaannnnn" untuk pertama kalinya seorang ibu memanggil nya dengan keras, linda seperti macan yang marah karna melihat anak nya


"iya bu" tanpa sadar nathan menjawab dengan nada aslinya,


mendengar itu linda bangkit dari dari kursi, dia beranjak menuju nathan, ta lupa dengan menjewer telinga nathan dengan cukup keras


"iya iya bu ampuun bu" jawab nathan sambil terkekeh


"jelaskan dulu baru ibu mau lepas" ancam linda


"iya iya, ini seni penyamran yang nathan pelajari dulu, aduduh" keluh natha


" berani kamu ngerjain ibu mu, awas kamu, baiklah kenapa menyamar? "tanya linda sembali melepaskan jeweran dari telinga nathan


" iya nathan, masuk departemen penjualan tidak mungkin dengan wajah asli, mereka yang ada disana pasti udah kenal nathan, apalagi bakal banyak wartawan, yang bakal ngerepotin"jelas nathan


"kalo itu mau nathan baiklah, ayo berangkat," ajak linda

__ADS_1


mereka beranjak menuju parkiran, setelah sampai disana nathan menyampaikan klo dia tidak ikut untuk berangkat bersama, dia lebih memilih menaiki angkutan umum...


di halte bis, nathan cukup menarik perhatian wajah cantik dan ramah nya mengundang para wanita melirik nya, namun dia sudah terbisa dengan hal itu...


dia memasuki bis, ada 1 kursi kosong, yang di tempati wanita muda berusia 24 tahunan, dengan wajah bulat,yang lugu, sepasang mata panda yang cantik menghiasi wajah nya, sedangkan bentuk tubuh nya berisi, dengan payudara yang agak besar, di tutup brazer dan jas hitam itu menampilkan wanita karir yang cantik


...


nathan duduk tanpa permisi, sesaat saat di perjalanan dia mendengar sebuah keluhan dari samping nya,


dia melihat wanita cantik itu sedang menahan sakit


"aku tau sedikit pengobatan, aku rasa akubisa membantumu" nathan menawarkan bantuan nya


kemudian wanita itu melihat nathan, wajah tampan nathan yang terlihat cantik, dan aura lelaki baik baik membuat nya dengan ragu mengiyakan


"mmm, baik lah" jawab nya lemah


wanita itu agak marah karna dia merasa bahwa nathan sedang mencari kesempatan dalam kesempitan, sebelum dia mencaci maki nathan, dari arah yang di tekan nathan tiba tiba merasa hangat dan rilex, dia merasa bersalah, karna amarah ya menghilang, dia tersadar, bahwa dia tidak pernah bersentuhan dengan laki laki, saat ini pria berwajah cantik di depan nya sedang menyentuh tubuh nya, dia merasa malu, wajah nya memerah, dia semakin menunduk tidak berani melihat nathan,


"aku rasa sudah mendingan, klo kamu ingin sembuh sebaik nya kamu membeli ini" nathan berbicara perlahan, dengan menyebutkan tanaman herbal, dia menawarkan obat tradisional untuk wanita tersebut,


"mm bagai mana kmu menyebutkan obat herbal itu ,sedangkan kamu tidak tau aaku sakit apa?" tanya wanita itu ragu ragu


"tenang saja aku sudah tau, kantung mata kamu menghitam, bibir kamu agak sedikit kebiruan, kamu sakit di daerah usus, jadi besar kemungkinan apa yang aku sebutkan tadi itu benar" jawab nathan dengan ramah.


wanita itu menatap nathan dengan kagum, sepertinya dia adalah dokter jenius muda, karna bisa tau apa penyakit nya, walau hanya dengan melihat sekilas,


"terimakasi dokter , aku inget obat apa yang kamu sebut kan tadi"wanita itu menjawab dengan rasa syukur di mata nya

__ADS_1


" aku bukan dokter, Hanya tau sedikit pengobatan tradisional, sekarang ini saya berangkat menuju tempat kerja baru saya di departemen penjualaan


"jawab nathan ramah


" iyah terimaksih, kalo kamu butuh sesuatu , ini kartu namaku, untuk pembayaran nya nanti aku traktir makan"jawab wanita itu sembari mengulurkan sebuah kartu nama..


nathan melihat kartu nama itu, dia menggumamkan nama "anisa"


, di jawab dengan lembut "iya anisa, kalo boleh tau siapa nama kamu" tanya anisa pada nathan


, nathan bingung bagai mana menjawab pertanyaan anisa tadi


, sebelum nathan menjawab, bunyi telponan nathan terdengar


"iya halo," jawab nathan


"tuan muda ini aku amelia, aku sudah mengatur tempat tuan muda di kantor, tuan muda terdaftar dengan nama dion andrias, dengan panggilan dias"terdengar suara manis di telpon


" oh mmm, terikasih amelia"nathan menjawab dengan lembut,


"sama sama tuan muda, aku akhiri karna ada keperluan yang lain" amelia menutup telpon nya


setelah memasukan telpon di sakunya, dia menoleh ke arah anisa


"namaku dion andrias, panggil saja aku drias," jawab nya sembari berjabat tangan


setelah sampai di halte mereka berpisah, nathan berjalan kearah tujuan nya,


sesampai nya di kantor nathan melihat gedung pencakar langit, tinggi megah disana.

__ADS_1


, nathan


__ADS_2