Kembalinya Sang Jenius Militer

Kembalinya Sang Jenius Militer
awal baru


__ADS_3

nathan dan ibunya menuruni panggung menuju tempat duduk mereka di tatap oleh semua tamu yang hadir.


karna nathan tidak berbicara sepatah kata pun, membuat semua orang penasaran, karna sosok yang misterius lebih berbahaya dari pada yang terlihat...


cintia melihat pasangan anak dan ibunya berjalan ke arah nya.


tanpa sadar mata cintia memandang dengan tatapan kagum, dan bangga, karna mereka adalah calon mertua dan calon suaminya,tanpa sadar benih pengakuan mulai tetanam dalam hati cintia,


pasangan ibu dan anak itu tiba depan cintia, tapi sebelum mereka berucap, para tamu menghampiri mereka, linda dengan sigap menyambut para tamu yang mengajak berbincang, linda tau bahwa nathan tidak suka dengan moment tersebut, begitu pula dengan cintia,


cintia terseyum, dia membuka mulut kecil nya,


"mari kita kesana, acara berdansa akan di mulia, "


sebelum nathan menjawab cintia sudah menarik tangan besar nathan, nathan tanpa sadar mengikuti genggaman tangan cintia, nathan tersenyum kecil melihat tangan kecil cintia menggenggam nya.


mereka sudah jauh dari para tamu yang mengganggu, tapi genggaman nya belum di lepaskan oleh cintia


"terimakasih karna sudah menyelamatkan aku, tapi sampai kapan tuan putri menggenggam aku? "


suara lembut nathan terdengar oleh cintia, mata cintia pergi ke genggaman tangan nya, lalu berpindah menatap mata nathan, melihat mata hitam nathan muka cintia makin memerah, dia cepat mengambil tangan nya, dan langsung membelakangi nanthan,


"bodoh , cintia kau bodoh" batin cintia berteriak karna dia amat sangat malu


sebelelum nathan melanjutakan godaan ke cintia , nathan merasakan aura permusuhan, dari arah lain, matanya melirik bahwa, beberapa orang anak muda mendekati mereka, dia menatap salah satu yang dia yakini sebagai pemimpin kelompok nya.


postur tubuh nya menegak, auranya berubah dalam sekejap, karna dia tidak takut dengan permusuhan,ketika ada orang yang mau memusuhi nya dia akan memusuhnya berkali kali lipat, karna tidak ada belas kasihan pada musuh nya,....

__ADS_1


nathan dan roy saling berhadapan, mata mereka beradu, nathan melihat mata roy dengan tatapan tidak peduli , dia seolah sedang melihat bukan manusia, bagai mana roy tahan dengan tatapan mata nathan karna dia biasa di tatap dengan, kekaguman, iri, bahkan permushuan lebih baik,dia merasa tatapan nathan menyiratkan dirinya seolah semut yang tak perlu di pedulikan.


tapi kekesalan dalam hatinya tidak nampak ke wajah nya, wajah nya tetap tersenyum ramah, seolah dia adalah anak muda polos dan naif


roy memulai percakapan"wahh, ternyata ini tuan muda baru di keluarga arya, bagai mana rasanya dari rakyat biasa menjadi bangsawan"


sebelum nathan menjawab


cintia yang baru sadar akan kehadiran mereka, dia ingin menyahuti ucapan roy tapi dia tertahan oleh para wanita di kelompok tersebut yang tiba tiba mengajak nya,


"wahh cinta, lama tidak bertemua, aku kangen , pasti yang lain nya juga begitu, mari kita berbincang, biar teman mu bersama roy, dia akan di perlakukan ramah tenang saja " salah satu wanita tersebut berbicara , berbicara dengan cepat supaya cintia tidak bisa menyela nya, dia langsung menarik bersama kelompok nya cintia mau tidak mau, terpaksa ikut...


cinta terpaksa ikut tapi, matanya tak lepas dari menatap nathan dengan tatapan kawatir, karna dia sadar bahwa roy dan kelompok nya bukan orang baik


nathan yang sadar akan kekawatiran dari gadis kecil nya itu mentap nya dengan hangat, dia memberi anggukan kecil, kepada cintia, bibir nya tersenyum,seolah mengatakan semua akan baik baik saja...


nathan menjawab dengan nada datar


"ketika mutiara terlahir dia akan tetap menjadi mutiara walau tertutup oleh lumpur, sedangkat kotoran tetap lah kotoran dimana pun dia sedang berada"


jawab nathan datar, matanya tetap memandang dengan rasa ketidak pedulian, sekarang di tambah rasa malas


raut wajah roy tampak berubah, karna dia merasa kata kata itu menyindir dirinya, tapi karna dia adalah salah satu jenius muda, salah satu pemimpin dari kelompok nya, raut mukanya tetap cepat berubah kembali ke sedia kala, berbeda dengan anak anak di belakang nya, mereka melihat nya dengan tatapan marah, permusuhan...


roy kembali menjawab dengan nada ramah,


"yah benar, apa yang kau sebut kan, aku roy mengakui bahwa dimanapun mutiara berada dia akan tetap menjadi sesuatu yang berharga,

__ADS_1


yah sebentar lagi acara dansa akan di mulai,


waktu yang tepat untuk bersinar"


setelah kata kata itu terucap, roy melihat cintia yang sedang menghampi nathan


dia melanjutkan


"waktu yang pas, nona cintia telah datang, mari kita berdansa, bukan kah nona tidak punya pasangan berdansa" kata roy tersyum


cintia bingung karna keluarga nya dalam masa masa sulit dia harus memperhitungkan apa yang perlu dia lakukan , sedangkan cintia tidak tau bahwa nathan bisa berdansa


dia diam karna tidak bisa menyinggung salah satu pangeran di kota tersebut...


tangan nathan, merngkul bahu cintia, dia menarik badan cintia supaya berada dalam pelukan nya,


"tentusaja, dia datang kemari bersama saya, jadi dia akaan menjadi pasangan dansa saya, anda tidak perlu repot mengkhawatirkan nya karna ada saya di sisinya, "


jawab nathan dengan dingin


roy tersenyum dia tidak marah, dia mentertawakan nathan karna kebodohan nya terpancing emosi oleh nya...


dia ingin melihat tarian kikuk dari rakyat jelata, dia akan melihat nathan mempermalukan dirinya sendiiri dan cintia


"oh baiklah, kami akan kembali ke tempat duduk kami, menunggu acara itu tiba, kami semua menunggu tarian indah dari kalian"


....

__ADS_1


nathan tidak merespon apa yang di ucapkan oleh roy , dia tidak memperdulikan mereka lagi, karna apa gunanya beramah tamah dengan musuh nya


__ADS_2