
Di siang hari pada bulan November tahun 2006, Tiara Dyarisen sedang jalan menuju jalan utama setelah seharian kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri yang cukup terkenal di kota Bandung. Hari itu, jadwal kuliahnya cukup padat, dari pagi hingga menjelang sore. Rasa penat yang Tiara rasakan saat itu, otaknya sudah lelah dengan pelajaran yang cukup berat. Akhirnya, Tiara memutuskan untuk pergi ke suatu tempat dimana dia bisa happy. Dan pastinya merehatkan sejenak otaknya yang sedang panas karna pelajaran hari itu.
Cukup berjalan kurang lebih 5 menit. Sampailah Tiara di jalan raya. Perjalanan dari kampus hingga jalan raya, jalannya menurun hingga membuat langkah Tiara lebih cepat dari pada saat dia jalan menuju kampus karna jalan nya menanjak bila menuju kampus.
Di jalan raya, sudah terlihat si Bung. Pekerjaan Bung adalah membantu supir angkot untuk mendapatkan penumpang. Bung berlari kesana dan kemari menanyakan pada beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang terlihat keluar dari jalan kampus. Menanyakan hendak kemana, dan mencarikan angkot yang sedang menunggu penumpang dari sebrang jalan. Cara khas Bung menawarkan pada calon penumpamg angkot itu pun unik. Selalu memanggil kasep untuk laki laki dan geulis untuk perempuan. Dan kadang untuk menambahkan kata sayang untuk calon penumpang perempuan. Beberapa perempuan pun terlihat risih dengan sebutan itu, sebagian lagi biasa saja. Walau beberapa perempuan terlihat risih dan memandang rendah pada Bung, tapi tidak ada sedikit pun muka kecewa karena di anggap rendah oleh beberapa calon penumpang perempuan itu, Bung tetap senyum menawarkan jasanya.
Saat Tiara jalan menuju jalan raya, Bung sudah menyapanya dari sebrang jalan.
"Halo geulis . . . mau kemana hari ini? langsung pulang atau mau ke tempat lain dulu?" tanya Bung kala itu sambil tersenyum. Itu adalah kata-kata yang sama pada setiap orang.
"Hai Bung . . . emmm, kayaknya aku mau ke jalan Purnawarman dulu deh. Ada perlu," kata Tiara tersenyum
"Baiklah . . . hayuk kemon, Bung bantu sebrangin yaa . . .."
Tiara hanya mengangguk saja, tanda setuju.
Dengan sigap Bung membantu Tiara menyebrang jalan.
Bung memilihkan angkutan umum yang akan Tiara naiki ke tempat tujuan.
"Makasiih ya Bung . . .."
"siap Tiara sayang . . .."
__ADS_1
Lalu Bung meminta imbalannya kepada supir angkot karna jasanya mencarikan penumpang hingga angkotnya penuh.
"Hatur nuhun Kang . . .," kata Mang angkot.
"Misami . . . sok jalan," kata Bung seraya meniupkan benda pada mulutnya. Seolah olah Bung seperti polisi yang sedang mengatur lalu lintas. Dan tak lupa, Bung melambaikan tangannya pada Tiara. Tiara pun membalas lambayan tangan Bung.
Beberapa orang di dalam angkot menoleh pada Tiara. Mata mereka seolah mengatakan "iiihh kenal sama orang begitu. Ga risih apa ya . . .. "
Buat Tiara berteman dengan siapa saja, tidak masalah. Dari anak pemulung hingga anak pejabat. Tidak ada yang salah. Tidak begitu peduli dengan hal itu.
Sekitar setelah 15 menit berlalu, sampailah Tiara didepan sebuah mall yang cukup banyak anak muda yang datang. Hanya untuk santai, nongkrong, atau membeli sesuatu. Tapi tujuan tiara bukan pada mall tersebut. Tiara menyebrang jalan, dan melewati sebuah toko buku yang sangat terkenal di Indonesia. Toko buku yang suka ia datangi bersama sahabatnya untuk mencari beberepa keperluan buku kuliahnya.
Setelah melewati toko buku tersebut, sampailah Tiara di sebuah mall khusus yang menjual keperluan elektronik. Handphone, televisi, komputer, laptop, bahkan tempat servicenya pun ada di mall tersebut. Tiara melangkah ke sebuah lift khusus karyawan. Padahal tiara bukan salah satu pekerja di mall tersebut.
Setelah gerai itu mulai lengang, datanglah penjaga toko itu.
"Ti . . .," panggil Desi.
"Emmm . . ., " jawab Tiara, sambil bermain hp.
"Si Daniel ngajakin maen tar malem."
"Kemana?" tanya Tiara.
__ADS_1
"Dugem . . ., " jawab Desi dan tertawa terbahak bahak. Tiara langsung tengok muka temannya itu dan melotot.
"Serius?" tanya tiara. Desi hanya menangguk angguk sambil senyum.
"Ikut yuuu ti . . . biar aku ada temen cewenya," pinta Desi.
"Engga ah . . . ke tempat begituan kan malem banget Des. Aku harus bilang apa sama Nenek ku. Lagian aku ga pernah ke tempat begituan. takut ah . . .." Tiara menolak ajakan Desi.
"Atulaahh pliisss . . . bilang aja nginep di rumah siapa gitu. Kerja kelompok kek . . . atau apalah . . . temenin atuh plis . . . aku belom tau tempat dugem yang ini. Agak high ceunah yang dateng ke tempat dugem yang ini mah," mohon desi.
"Liat tar aja deh . . . eh ada box kosong ga? pengen nyenyong nih . . . akyu sedang lelahhh . . .."
"Emm . . . tar tunggu box ijo. Bentar lagi kayaknya keluar mereka," kata Desi di barengi anggukan Tiara.
*
salam kenal semuanya
author, ERS
__ADS_1