Kenangan Cinta Pertamaku

Kenangan Cinta Pertamaku
semakin dekat


__ADS_3

seharusnya selama berada di kampung halaman, tiara akan merasa sedih mengingat rencananya dengan Alm. nenek tercinta tidak bisa terlaksana. karna takdir Tuhan berkata lain. hiks... tapi berkat sesosok lelaki ini, ia sedikit melupakan perasaan galau dan sedih. akhir akhir ini helmi sering sekali menghubunginya hanya sekedar untuk bercanda gurau, bercerita tentang diri masing masing. dan ada saja topik yang bisa diangkat menjadi bahan obrolan antara kedua insan manusia ini. topik apapun selalu menarik untuk dibahas dan di dengar. namun, walau sering berkomunikasi secara intens tapi tak ada perasaan berlebihan pada diri tiara kepada sosok laki laki ini. menurutnya helmi hanya teman baru. layaknya dia dengan teman laki laki nya yang lain.


sehari tiga kali seperti resep obat, helmi selalu menguhubungi tiara melalui sms. entah hanya bertanya sedang apa? atau sudah makan? kapan pulang ke bandung? dan bila malam tiba, helmi menghubunginya melalui telepon. obrolan santai antara keduanya sebelum terlelap dan bermimpi indah.


sudah lebih dari seminggu tiara bolos kuliah. hingga mamahnya mulai menanyakan kuliahnya.


"teh... ga ke bandung? kuliah gimana kabarnya?" tanya mamah


"besok pulangnya mah..."jawab tiara. sebenarnya, dia masih ingin di rumahnya. rumah yang sudah di tempati sejak kecil. rumah yang menjadi saksi tumbuh kembang tiara selama ini.


"duh.. mamah nanyain kuliah. padahal masih pengen di sini. tapi kalau bilang masih pengen di sini, bakal calon dimarahin nih. jadi ah.. buru buru bilang besok pulang aja..huhu" tiara berbicara pada dirinya sendiri di dalam hati.


***


keesokan harinya, jam 8 pagi. tiara sudah siap berangkat pulang ke kota bandung. melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswi. tiara di antar ke terminal bus pakupatan dengan ayah juga mamahnya. sesampainya di terminal, tiara mencari bis yang akan membawanya ke kota bandung.


terlihat bis berwarna kuning sedang menunggu penumpang yang akan di antar ke kota bandung. jarak dari kampung halamannya menuju kota bandung kurang lebih 4jam.


tiara memasuki bis kuning itu. mencari tempat duduk yang masih kosong. lalu beberepa pedagang asongan memasuki bis, menawarkan dagangan nya. tiara membeli air mineral 600ml. takut nanti, bila tiara merasa kehausan. didalam bis tersebut, terdepat toilet khusus hanya untuk buang air kecil.


bis ngetem, sembari menunggu bis selanjutnya yang jurusan kota bandung datang. tiara mengeluarkan hp nya, tidak lupa headsetnya pun ikut tiara keluarkan. tiara sempat melihat jam tangan nya, ternyata sudah jam 9 pagi. tak lama kemudian, bis jalan.


selama perjalanan tiara menggunakan headset, padahal dia tidak sedang mendengarkan musik. hanya saja bila nanti bangku sebelahnya terisi, ia tidak ingin terlalu banyak ngobrol dengan orang sebelahnya. hal ini sebagai kode, tiara tidak ingin banyak ngobrol.


sms masuk


hi ti.. lagi apa?


tiara pun membalas


otw bandung


tak lama yang sms langsung telepon. tampak dilayar hape tiara tertulis nama Helmi.


"halo...assalamu'alaikum" sapa tiara.


"wa'alaikumsalam" jawab helmi.


"ti.. lagi di jalan ya?"tanya helmi


"iyah hel..."jawab tiara.


"pake apa kalau pulang ke bandung?"


"pake bis.."


"sama siapa?" tanyanya lagi


"ramean.."


"wah... tombongan ti.."


"iyah hel.. rame lebih seru hel.."


"siapa aja gitu ti?"


"ada bapak supir, kenek, sama penumpang yang laen hel..."jawab tiara santai.

__ADS_1


"hahaha.. oh gt... salam yah buat yang ada di bis..."


"siap hel.. tar di sampein.." kata tiara sembari ketawa kecil.


tak lama, bapak kenek mulai meminta ongkos.


"tar ya hel... ada bapak kenek, mah minta ongkos" kata tiara.


"ok ti.." kata helmi seraya menganggukan kepalanya di sebrang telepon.


"berapa pak?" tanya tiara kepada kenek


"neng turun dimna?" tanya sang kenek


"kopo, bandung" kata tiara


"oh.. 60rebu neng" kata sikenek


"nih pak.." kata tiara sambil menyodorkan uang 100ribu. bapak kenek pun memberikan uang kembalian tiara.


"nih neng.. makasi.." kata kenek sambil menyodorkan uang kembalian nya.


"makasiih pak.. eh pak, ada salam dari temen saya yang lagi di telepon" kata tiara sambil menunjukan hape.


"paraaahhh beneran disampein.. hahahha" suara helmi ketawa di ujung telepon. tiara ingin ikut ketawa tapi tetep pasang posisi muka lempeng di depan bapak kenek.


"si eneng... yang nelepon pacarnya ya" goda si bapak kenek.


muka tiara memerah.


"bukan lah pak.. saya ga punya pacar, kalau fans ada.. contohnya yang lagi telepon" kata tiara sambil nyengir ke bapak kenek.


"si neng mah.." kata bapak kenek singkat tersenyum sembari berjalan ke arah belakang meminta ongkos dengan penumpang yang lain.


"halo.."tiara kembali percakapannya ke telepon.


"paraahh beneran di sampein.."


"tinggal supir sama penumpang yang laen ya hel..tar kalao ada yang kekamar mandi belakang dan lewatin gue, gue salamin lagi dari elo..."kata tiara santuy.


"kagak jadiii... udah cukup si kenek aja" kata helmi sembari ketawa kecil.


mereka berdua larut dalam percakapan santai. dari terminal kota serang hingga tiara turun di kopo, kota bandung. kurang lebih 4 jam mereka ngobrol. kadang selama 4 jam itu, ada kalanya sudah tidak ada pembahasan lagi. hanya kesunyian di antara keduanya. tapi telepon tidak dimatikan. lalu ada saja dari salah satu dari mereka membuka pembicaraan lagi. begitu seterusnya hingga tiara sampai di kota bandung.


"hel.. udah dulu ya telepon nya. hape gue lowbet, bentar lagi metong nih.."kata tiara.


"apa metong" tanya helmi.


"mati hel.. metong tuh artinya mati. hape gue bentar lagi mati. lowbet banget." jelas tiara.


"emmm...yaudah, kabarin ya kalo udah sampe rumah."


"ok..bye "


"bye ti.. tiati" kata helmi.


"iya.."kata tiara.

__ADS_1


*tiara bicara dalam hati*


ngapain juga gue hubungi dia kalo udah sampe rumah. ada ada aja nih si helmi.


tiara melanjutkan perjalanannya menuju rumah. menaiki angkot abu abu, angkot yang menuju ke arah rumah tiara.


sesampainya di rumah, tiara mandi untuk menyegarkan badannya. dan tentunya tiara pun makan karena merasa sangat laparr. seingat tiara terakhir makan itu pagi. selama di perjalanan tiara tidak makan karena sibuk ngobrol dengan helmi. padahal mamahnya sudah membekali tiara roti. kalau nanti tiara merasa lapar, sudah ada roti. mamah memang the best.


teringat sosok helmi, tadi dia meminta tiara untuk menghubunginya jika sudah sampai rumah. tapi tiara tidak menghubunginya karena untuk apa laporan hal semacam itu pada helmi.


sempat tiara berfikir untuk menemui desi, untuk mengatakan bahwa helmi menghubunginya. tapi kini hubungan nya dengan desi tidak seakrab dulu. bukan karena mereka berantem atau apa pun yang berbau negatif di antaranya. hanya saja tiara memang mulai menjauhi pergaulannya dengan desi, karena saat bermain di box karoke itu.. tiara memang merasa bahagia, tidak merasakan beban, hanya tertawa dan tertawa yang dia rasakan. tapi pergaulan dengan laki laki yang 'bengkok' membuatnya sedikit mulai takut.


*flashback on*


suatu malam saat mereka sedang mencari makan malam. tiara, desi, wawan, andre, ifan, diki, dan beberapa laki laki yang tiara tidak hafal namanya. mereka mengunjungi sebuah resto fastfood yang terkenal di daerah jalan haji djuanda bandung. lalu, mereka bertemu dengan dua wanita cantik, cantik sekali, sedang makan di tempat fastfood tersebut. kita bersalaman dan menyebutkan nama, karena baru bertemu.


si teman wanita bertanya pada ifan, menunjukan dengan matanya yang melirik tiara dan desi. menanyakan siapa kami?


ifan mengatakan bahwa tiara dan desi adalah temannya. teman main nya. lalu lelaki yang bengkok yang bersama rombongan tiara itu nyeletuk mengatakan "calon cyiinn.. calon lesbongwati"


lalu mereka tertawa bersama. tiara pun ikut tertawa. tapi dalam hatinya tiara komat kamit "nauzubillah ya Allah.. nauzubillah... jauh jauh jauh ya Allah.. hush hush hush"


dari tiap hang out bareng mereka, dan tiap kali ketemu dengan komunitasnya. mereka selalu mengatakan hal yang sama tentang tiara. tiara takut. karena secara sadar, setelah tiara bertanya kepada mereka yang bengkok. mereka tidak sadar, kenapa tiba tiba menjadi suka dengan sesama jenis. tiara takut, sakit yang di derita teman teman nya itu tertular ke diri tiara tanpa tiara sadar. dan setiap kata menurut tiara adalah doa. tiara takut, setiap kali teman teman nya mengatakan bahwa tiara adalah calon warga baru di komunitasnya. karena itu tiara perlahan mulai menjauhi mereka. menjauhi komunitas itu. dan selama setahun ini tiara tidak pernah jumpa mereka lagi bahkan dengan sengaja datang hanya untuk bertegur sapa. tidak, tiara sudah tidak mau lagi. tiara takut.


*flashback off*


memikirkan hal itu lagi sambil berjalan menuju kamarnya, tiara merinding sendiri. apa jadinya kalau dia masih bermain dengan mereka. apakah tiara menjadi salah satu bagian mereka? membayangkannya saja tiara takut.


tiara melihat hp yang di simpan di atas meja rias di kamarnya. ternyata sudah banyak panggilan tak terjawab dari helmi...


tiara sms..


"ya hel.. ada apa?"


tak semenit berselang, sms tiara sudah di balas helmi


"dari mana saja? aku dari tadi telepon. sudah sampai rumah belum?" balas helmi.


"udah di rumah dari tadi koq, cuma tadi langsung mandi trus makan.. abisnya laper.. hehehe.. gmn gmn gmn hel... ada apa?" bales tiara.


tak lama helmi langsung telepon.


"males aku sms, cape..ti aku tunggu kabar kamu loh.. kan tadi aku bilang kalau udah nyampe kabarin.."kata lelaki di sebrang telepon.


ih, ngapain harus laporan. siapa elu... kata tiara dalam hati.


"hehe..iyah maaf...lupa gue.. sorry..."kata tiara


mereka ngobrol lagi hingga malam tiba, dan tiara tertidur saat sedang ngobrol dengan helmi di telepon.


"halo.. ti.. masih di sana? emmm apa ketiduran?" tanya helmi.


tapi tidak ada jawaban dari orang yang sedang helmi tanya.


"baiklah.. kayak nya tidur deh.. cape ya kamu... met tidur ya ti... assalamu'alaikum" kata helmi.


helmi pun memutuskan sambungan telepon.

__ADS_1


__ADS_2