Kenangan Cinta Pertamaku

Kenangan Cinta Pertamaku
saling bertukar nomor


__ADS_3

tidak lama setelah itu desi menghampiri keempat temannya. kami saling melirik ke arah desi, ingin tau apa yang terjadi antara keduanya.


"laper ih... makan yukkk" ajak desi.


"yuukk ah aku juga laper nih...". sahut ifan.


"yaudah atuh cuz... makan heula" ajak daniel.


tiara hanya mengikuti langkah keempat temannya.


"makan dimana? beli minum aja ga mampu.."pikir tiara dalam hatinya.


mereka berlima keluar dari arena tempat dugem. menuju seseorang yang berjaga di pintu masuk tadi. lalu kami di cap sesuatu di tangan. warnanya hijau terang. lalu kami keluar ruangan. rasanya lega sekali, udara yang sejuk. sejenak tiara menghirup udara malam itu. udara yang dingin menyegarkan badan juga otaknya dengan kebisingan yang barusan ia rasakan di dalam gedung.


teman teman tiara berjalan keluar mall tersebut. karena tempat dugemnya berada di dalam kawasan mall. menuju kesuatu tempat makan. mereka jalan kurang lebih 5 menit hingga sampai tempat makan tersebut.


sesampainya mereka memesan makanan dan minuman tanpa lihat daftar menu. mungkin sudah sering ke tempat ini.


sebuah warung mie instans dengan banyak varian rasa. di tambah lagi warung tersebut menjual susu murni hangat.


"ti... minum susu, biar kita fit lagi masuk ke sana"kata daniel.


"oke.." sahut tiara.


tiara memperhatikan setiap sudut warung mie instans itu. banyak muda mudi yang sedang menyantap mie instans. ditemani susu hangat atau teh hangat.


"mungkin, ini anak muda sama kayak kita nih. kere. ga punya duit, tapi maksa pgn maen ke tempat yang butuh duit gede... ckck.. kirain bakal makan di tempat dugem, tau nya di sini..nasib nasib" kata tiara di dalam hati sambil tersenyum sendiri.


kami berlima sudah menghabiskan makanan. lalu mereka bersantai. berbincang bincang sambil merokok kecuali tiara. dia tidak merokok, walau seluruh keluarga inti dan keluarga besarnya perokok. tidak perempuan atau laki laki di keluarga tiara. mereka perokok.


"des, kumaha tadi? lalaki nu tadi? ngobrol naon wae?" tanya diki.


"ah kitu weh... cicingeun ih.. tapi aku syukaaa... dingin dingin gimanaaa gitu... trus sipit lagi, kesukaan akyu..hahaha..bikin pemasaran " kata desi.


"namanya siapa sih? tadi ga kedengeran" tanya tiara.


"helmi.. namanya helmi"jawab desi.


"oh... helmi." balas tiara seraya menganggukan kepalanya.


setelah obrolan santai, daniel mengajak kami untuk kembali ke ruangan dugem. tiara memperhatikan cap yang tadi diberikan petugas. tapi tidak tampak cap tersebut di tangan kirinya.


sesampainya di halaman mall. daniel memintaku untuk menunjukan cap yang tadi petugas lakukan. tiara lagi lagi hanya mengangguk. lau tiba tiba, daniel menggandeng tangan tiara. seperti sepasang kekasih. tiara otomatis memperlihatkan muka kagetnya.


"ni anak kenapa yaa... tiba tiba maen gandeng?? apa udah normal gitu ni anak? suka ma gue??? ah masa?" banyak pertanyaan di otak tiara.


saat memasuki ruangan dugem. daniel menatap bapak bapak keturunan chinesse. sudah tua, mungkin berumur 50tahun keatas. rambut putih nya sudah menipis tapi tetap di sisir rapih. tidak hanya satu, tapi ada tiga bapak bapak. hanya saja dua bapak bapak sudah menggandeng wanita muda. dan memeluk wanita itu. mereka bercanda tawa. sedangkan bapak bapak yang tidak menggandeng perempuan muda itu menatap daniel. saat berpapasan, mata mereka saling bertatap tatapan satu sama lain.

__ADS_1


tiara hanya melihat keduanya. merasa aneh.


"cieeee daniel, ketemu temen cimiwiw. tapi napa tua amat pilihan nya.. wkwkkw" hatinya sedang meledek daniel dalam hati.


sesampainya di dalam ruangan. daniel meminta tiara menunjukan cap tadi. tiara menunjukan cap itu. dan ternyata cap itu ada. tidak hilang. baru tau ternyata cap itu hanya terlihat di keadaan gelap. saat memasuki ruangan dugem, daniel melepaskan tangan nya. lalu memberikan nasihat pada tiara.


"kamu teh kalau ketempat begini jangan cuek cuek banget. tau ga? bapa bapak tua yang gue liatin di pintu masuk tadi? dia udah ngarah elu buat jadi mangsa. kagak liat lu, 2 bapak bapak yang laen nya udah dapet gandengan? dia ngarah elu itu. gue udah ngeliat dari jauh. tuh aki aki udah liatin elu mulu. maka dari itu langsung gue gandeng tangan lu. biar dia tau, lu sama gue. pasangan nya gue." daniel menjelaskan alesan nya menggandeng tangan tiara tadi.


tiara amat kaget mendengar penjelasan daniel. ada perasaan takut dalam hatinya. dia amat bersyukur, daniel tadi bersamanya. dari kejadian itu, tiara tidak mau jauh jauh dari jangkauan daniel.


tiara melihat minuman yang tadi dia minum.


"niel, minuman itu ada alkohol nya ga? tadi gue minum. kata desi enak ky cocac*la." tanya tiara.


"ada.." jawab daniel singkat.


tiara melototkan matanya, memegang mulutnya. ada perasaan bersalah dalam hatinya. tiara meminta maaf pada Tuhan dan juga kedua orangtua nya.


"udah ga usah lebay, lagian udah keminum. makanya kalo di tempat begini tuh harus tiati ti..." kata daniel.


"iyaa..." jawab tiara. dan hati terus menyebut nama Tuhan, meminta maaf karena meminum minuman beralkohol dan datang ke tempat dugem.


daniel dan tiara mencari ketiga teman nya yang sudah duluan masuk ke tempat dugem. ternyata mereka sudah duduk di salah satu tempat duduk agak depan, dekat dengan dj yang sedang memainkan musik. mereka melambaikan tangan.


suasana tempat dugem saat itu sudah bertambah tidak karuan. asap rokok semakin pekat. udara di dalam sudah membuat sesak nafas, apa lagi bagi tiara yang tidak terbiasa.


"hai..."


kami berlima menengokkan badan pada sosok laki laki berbaju coklat garis garis itu. kompak langsung tengok ke arah desi yang terlihat mimik muka senang nya.


"ikut gabung ya... boleh ga?" tanya lelaki itu.


tentu kami menyambut lelaki itu. ternyata dia datang bersama satu teman lelakinya yang tidak tau berada dimana. akhirnya kami berenam, tertawa, bercanda tiada henti. tak lama teman helmi datang ikut bergabung. tapi kami tidak berkenalan, tidak menanyakan namanya dan tidak memperkenalkan nama kami masing masing. semuanya mengalir begitu saja.


hingga akhirnya tiba waktunya kami berlima berencana pulang. helmi menawarkan tumpangan, untuk mengantar kami berlima. mereka serempak tapi tidak kompak. tiara menjawab "ga usah", daniel desi ifan dan diki menjawab "boleh". seketika tiara memandangan wajah teman teman nya itu. dengan bertatapan mata, mereka seperti sedang berkomunikasi.


"*ngapain ikut dia???"


"mayan gratis ti..."


"tapi dia orang yang baru kita kenal"


"tenang aja.. santai. kalo lu mau pulang sendiri. gih sono*"


jelas tiara tidak mau pulang sendirian. dia takut. dengan sangat terpaksa, tiara ikut teman teman nya nebeng di mobil helmi.


saat mereka jalan ke lokasi parkir mobil. tiba tiba....

__ADS_1


"gilaa.. mobilnya bagus... "bisik diki


"iyah.. parah... mercy sist..."sahut ifan


tiara bingung melihat mobl helmi, buat tiara itu hanya mobil sedan biasa.


"wah.. hebat uy fan, kamu langsung tau kalau itu mercy. liat dari mananya?" tanya tiara.


"ban mobil nya ti.."jawab ifan.


"wuaaahhhhh hebat.. cuma dari ban udah tau itu mercy... gila.. keren banget.." heboh tiara.


"norak banget sih loh ti..." ledek ifan. saat mendekati mobil itu. ifan menunjukan tanda mobil mercy pada ban. tiara hanya mengangguk anggukan kepala nya dengan rasa takjubnya.


"duh muat gitu.. mobil sedan angkut kita?? badan kita gede gede. apalagi si ifan." keraguan muncul dihati tiara.


setelah helmi menghangatkan mesin mobilnya, helmi mempersilahkan kami berlima untuk masuk. dan masuuuukkkkk. mereka masuk di belakang mobil mercy itu. tiara memperhatikan dashboard mobil itu. banyak tombol. tiara hanya mempertanyakan dalam hatinya itu untuk tombol apa saja. sedangkan keempat temannya sedang asik ngobrol dengan helmi. teman helmi pun tidak banyak berbicara. lebih banyak diam. hingga di dalam mobil kami berlima tidak pernah tau siapa nama teman helmi itu. lalu tiba tiba saat dilampu merah. tiara tersadar dengan pertanyaan desi.


"ti.. berapa tuh nomor hp kamu?" tanya desi.


"buat apa des?" tanya tiara. desi hanya mengedip ngedipkan kedua matanya.


"0856xxxxxxx "jawab tiara.


"kalo nomor telepon kamu berapa hel? " tanya desi.


"0812xxxxxxx" jawab helmi.


"ti.. save ti.. save.." pinta desi


"iya... udah" kata tiara.


"sip.." kata desi sambil mengacungkan jempol nya dan tersenyum bahagia.


sebenarnya, jarak antara tempat dugem dan kos kosan yang akan kami tuju jaraknya sangat dekat. dengan mobil mungkin hanga 5menit saja. tapi dasar teman teman tiara ingin merasakan jalan jalan dengan mobil bagus. helmi diajak keliling kota bandung hingga akhirnya kami sampai di temap tujuan. kami mengucapkan rasa terima kasih kepada helmi dan melambaikan tangan.


"nanti di sms ya hel.."teriak desi.


*sambil jalan ke temlat kos..


"des, kenapa ngasih no telepon gue?" tanya desi


"kalo aku punya hape juga ti..yang aku kasih no telepon aku tau.. tapi aku kan ga punya hape..hiks" jawab desi.


tiara akhirnya mengerti dan membiarkan no teleponnya ada di helmi. padahal seingat tiara, helmi tidak ngesave nomor hape tiara. karna saat tiara memberikan no telepon, helmi tidak mengeluarkan hapenya. tapi tiara enggan mengatakan nya pada desi. takut desi kecewa.


padahal tiara termasuk tipe cewek yang tidak memberikan sembarangan nomor teleponnya. tapi tadi tiara sedang melamun didalam mobil. karena tombol tombol di dalam mobil. hingga tidak tau kenapa tiba tiba ada acara tukar menukar no telepon....

__ADS_1


__ADS_2