
sudah dua bulan berjalan sejak hari pertama helmi menghubunginya di bulan januari. segala nya berjalan sebagaimana mestiny. hubungan mereka yang baik baik saja. tapi selama dua bulan berlalu, helmi dan tiara belum pernah bertemu langsung. hanya via telepon. bahkan videocall pun tidak.
karna saat itu tidak semudah jaman now, yang dengan mudah nya mengakses videocall.
di suatu malam, tepat jam 7 malam. telepon genggam tiara berdering.
helmi..
"tumben jam segini telepon, biasanya tengah malam kayak kalong" tiara berbicara dalam hati.
"ya hallo assalmau'alaikum hel..."
"ti... hari ini aku cape banget. hari ini aku ke kampus naek metro mini. gilaakk parah.. cape banget. panas lagi. kan aku naek lewat pintu depan, bis nya penuh. aku liat di belakang ada yang kosong tempat duduknya. aku mau duduk di situ. tinggal 3 langkah ke tempat duduk, tiba tiba dari pintu belakang ada yang masuk trus duduk dibangku inceran aku ti.. nyeseg banget. trus aku berdiri sampe kampus. paraahh paraahh cape banget... sekarang aku cape banget. pengen tidur" helmi curhat dengan apa yang ia alami saat itu.
di sebrang telepon, tiara senyum menanggapi cerita helmi. aku harus kasih semangat karna dia naek umum hari ini.
"wah.. hebat banget pake umum" kata tiara seraya bertepuk tangan kecil sambil hp nya di apit di antara kepala dan bahu.
"hebat.. akhirnya ngerasain pake umum. cape ya... itu baru sehari. bayangin mereka yang begitu tiap hari. banyangin juga mereka yang begitu dan sambil menahan lapar. soal tempat duduk itu, sudah rejekinya, sebagaimana kamu berharap dan ngarep kursi itu, kalau bukan rejeki mu, ya kami ga akan dudum di situ... jadi besok mau pake umum lagi ga?" kata tiara.
"enggak... cape... " jawab helmi cepat.
__ADS_1
"hehehe.. ya gapapa, yang penting pernah nyobain. jangan lupa bertambah rasa syukur atas nikmat yang Allah kasih sama kamu hel...pelajaran berharga yang kamu dapet hari ini, mantap..." kata tiara.
"iyah ti... " kata helmi terdengar lirih. "aku tidur duluan ya.. ngantuk banget" sambungnya lagi.
"iyah.. met istirahat ya..."
"iya, kamu juga jangan tidur terlalu malam... oh iyah, makasii yaa "kata helmi. "assalamu'alaikum"
"wa'alaikumsalam" jawab tiara.
"makasih untuk apa? untuk dengerin dia curhat? atau karna dia ngikut apa yang aku saranin kemaren kemaren" tiara bicara sendiri dalam hati.
**flashback on**
tiara hanya berkata "kali kali donk naek umum, biar ngerasain gimana rasanya naek umum dan ngerasain gimana kalau lagi ga punya duiit" seraya ketawa.
karna dalam benak tiara, sesosok helmi, pasti tidak akan melakukan hal itu. menaiki kendaraan umum.
**flashback off**
tiara melamun sejenak mengingat kejadian beberapa hari yang lalu. seulas senyum di bibir tiara. tidak menyangka helmi melakukan yang tiara katakan. padahal tiara tidak serius tentang menaiki kendaraan umum.
__ADS_1
dan malam ini tiara bebas, bisa tidur lebih cepat. karna helmi tidur lebih cepat. karena capek seharian naik umum.
*
selama seminggu ini helmi tidak menghubungi tiara. tiara ingin sekali mencari keberadaan helmi dengan semua rasa penasaran nya. tapi tiara enggan menghubungi helmi duluan hanya untuk menanyakan kabar dan menanyakan kemana saja tidak menghubunginya. harga diri tiara sebagai wanita malu untuk menghubungi laki laki terlebih dahulu.
dan tiba tiba jam 10 malam, helmi telepon tiara. seperti biasa tiara dan helmi asyik bercengkrama. rasanya tiara ingin sekali menanyakan 'kemana aja hel, koq lama ga telepon gue?'
tapi kata kata itu enggan di ucap karna malu. rasa malunya teramat besar. lalu helmi dengan santai dan tiba tiba...
"ti.. pacaran yu.."
deg.... tiara terdiam sejenak. otaknya tidak bisa berfikir. jantungnya berdegup kencang dan tak beraturan. bingung harus jawab apa. ini serius atau bercanda. tiara takut lelaki yang sedang bertelepon ria dengannya hanya bercanda. karena tiap telepon hanya bercanda dan bercanda saja kerjaan kedua anak muda ini. dan kalau ternyata hal itu hanya bercanda dan tiara menganggap serius. malu...
suara helmi memanggil nama tiara dan sedikit tertawa kecil. entah karna dia malu juga atau karna sedang bercanda.
tiara bimbang.
"hahahhaaa... yuk ya yuuuu...." jawab tiara sembari tertawa, tanda bahwa tiara menganggap hal itu hanya candaan biasa. tiara tidak ingin kegeeran.
tanggapan helmi hanya ikut tertawa mengikuti tiara. mereka tertawa bersama.
__ADS_1
"ni orang serius atau bercanda sih.. untung aku jawabnya bercanda" kata tiara dalam hati sambil mengelus dada nya yang masih ada sedikit perasaan degdegkan. selain itu, mengeluskan dadanya dengan telapak tangan nya, menandakan semuanya aman. semuanya hanya candaan saja.