KENAPA HARUS AKU 2

KENAPA HARUS AKU 2
C H A P T E R 2


__ADS_3

"Siapa Rin?" Tanya Sony pada Karin yang menaikan bahunya seraya melihat ke layar ponsel.


"Mas Ri Dad, gak tau kenapa, tapi kata nya dia mau kesini"


"Hmm lihat aja ntar kalau Mas mu udah datang"


Tak lama kemudian terlihat Riyandi yang datang memasuki ruangan Sony. Riyandi mencium tangan Sony dan ikut duduk di Soffa di sebelah Karin.


"Sayang kita pulang yuk" Riyandi yang baru datang langsung mengajak Karin untuk pulang bersama nya.


"Kamu gak kerja emang nya Mas?" Tanya Karin.


"Hari ini aku mau ngambil cuti dulu sayang seharian ini dan besok aku mau sama Kamu dan Zen." Jawab Riyandi.


"Kenapa tiba-tiba Mas?"


"Nanti di rumah aku bilang ya, kita pulang yuk sayang"


Sony yang melihat percakapan antara mereka berdua itu tersenyum dan mengerti dengan keinginan Riyandi.


"Ya udah Kamu pulang aja, Daddy mau lanjut kerja dulu" Sahut Sony.


"Hmm iya Dad"


Karin langsung menggendong Zen dan keluar dari Ruangan Sony. Riyandi berpamitan dengan mencium tangan mertua nya itu.


"Lusa aku mau berangkat ke luar kota selama sebulan Dad, jadi aku mau bilang nya dirumah aja biar lebih enak" Sony pun langsung paham akan perkataan Riyandi.


kemudian Riyandi keluar dari Ruangan Sony dan mengejar Karin yang sudah duluan, Riyandi mengiringi jalan Karin sampai ke parkiran.


Mereka menaiki mobil dan menuju ke Rumah.


Tak butuh waktu lama untuk Riyandi sampai kerumah.


Sesampai nya dirumah Riyandi menyuruh Karin untuk segera membawa Zen ke kamar nya sendiri karena Zen yang tertidur sepanjang perjalanan ke rumah, setelah meletakan Zen di atas tempat tidur Riyandi langsung menarik tangan Karin menuju kamar mereka berdua.


"Ngapain tarik-tarik sih sayang!" Kesal Karin.


"Hari ini dan besok aku mau menghabiskan waktu sama kamu dan Zen sayang, Lusa aku mau berangkat ke luar kota selama sebulan untuk kerja sama dengan perusahaan disana"


"Sebulan?" Tanya Karin terkejut, karna waktu sebulan bukan lah waktu yang sebentar buat Karin untuk berpisah dengan Riyandi.


"Iya, makanya sayang sampai aku berangkat lusa, aku mau di samping kamu terus dan Zen, bagi aku waktu sebulan itu lama


kalau gak ada kamu" Riyandi langsung memeluk istrinya itu yang seperti nya nampak terlihat sedih.


"Tapi Sayang itu terlalu lama" Karin semakin mengeratkan pelukan nya pada Riyandi.

__ADS_1


Riyandi sebenar nya juga tidak tega untuk meninggalkan Karin dalam waktu selama itu, tapi mau gak mau ini urusan pekerjaan nya.


Tok...tok...tok...


Suara pintu Kamar mereka, Karin dn Riyandi langsung melepaskan pelukan masing-masing dan membuka pintu.


"Tuan di luar ada tamu" Ujar Ani selaku Asisten Rumah tangga mereka.


"Siapa Bi?" Tanya Karin.


"Nona Zie dan Den Gio" Jawab Ani.


Mendengar nama itu Karin segera keluar dari kamar nya nenghampiri Zie dan Gio, di ikuti oleh Riyandi dari belakang.


Karin memeluk Zie karna rasanya sudah lama tidak berjumpa, sementara Riyandi dan Gio hanya saling tatap menatap berdua.


"Maaf ya Rin aku ganggu waktu kamu sebentar" Ucap Zie.


"Ah Nggak papa kok" Jawab Karin.


"Aku mau nganterin undangan pernikahan kita Rin" Sahut Zie sambil memberi sebuah undangan kepada Karin.


"Hmm, akhirnya, ini yang aku tunggu-tunggu dari kalian, hehe"


"Haha Akhirnya nikah juga ya bro" Sambung Riyandi di sela-sela pembicraan Karin dan Zie. kemudian duduk di samping Gio sambil merangkul nya.


Pernikahan Zie dan Gio akan di adakan minggu depan, dan pastinya besok saat pernikahan Karin akan pergi sendiri karna Riyandi yang masih bekerja di luar kota selama satu bulan.


Setelah meminum segelas teh dan membicarakan hal lain nya, Zie dan Gio pamit untuk memberikan undangan kepada yang lain nya, karna Karin adalah orang pertama yang dia kunjungi.


Kemudian Riyandi dan Karin kembali ke kamar mereka untuk melakukan hal yang lebih banyak lagi.


Wajah Karin nampak cemberut karna akan di tinggal oleh suami nya itu.


"Sayang kalau kamu gak sanggup ya udah aku gak usah pergi aja"


"Eh jangan, ini kan urusan pekerjaan kamu sayang, aku nggak papa Kok"


Lain di mulut lain di hati seperti itulah yang di lihat Riyandi dari istrinya itu. Riyandi duduk di samping Karin dan memeluk nya.


Sama seperti tadi, suara pintu kamar mereka kembali ada yang mengetuk, Riyandi segera membukakan pintu dan Karin masih duduk terdiam di sisi tempat tidur.


Ternyata Ani datang membawa Zen yang sudah terbangun dari tidur nya tadi, Riyandi mengambil Zen dari gendongan Ani, setelah itu Ani kembali ke bawah dan Riyandi membawa Zen ke dalam kamar nya.


"udah bangun ya sayang, tumben gak nangis" Karin mencoba untuk mengambil Zen dari gendongan Riyandi tetapi Zen tidak mau dan malah membalikan badan nya memeluk papanya.


Karin menautkan kedua alis nya melihat tingkah Zen itu, sementara Riyandi tertawa atas kemenangan nya karna Zen tidak mau dengan Karin.

__ADS_1


"Malah ketawa!" Kesal Karin sambil melipatkan kedua tangan nya di dada.


"Lihat tuh sayang, mama ngambek tuh"


Zen yang melihat wajah mamanya yang cemberut itu langsung merentangkan tangan nya sambil mengeluarkan kata-kata mama meskipun terbata-bata dan tidak jelas. Walaupun Zen masih sangat kecil untuk mengerti dengan perasaan seseorang tapi dia mengerti dengan perasaan Karin sebagai ibu nya.


Karin yang melihat Zen sangat gemes itu langsung menggendong nya.


"Sayang kamu kok ngerti banget sama perasaan Mama sih" Karin mencium Pipi Zen dan meledek Riyandi.


Riyandi tertawa dan mencubit Pipi Karin, karna sekarang bagi nya yang malah terlihat seperti anak kecil itu adalah istrinya daripada anak nya sendiri.


"Sayang Kalau besok papa udah berangkat kamu jangan nakal-nakal ya sama Mama" Ucap Riyandi sambil mengusap Rambut Zen dan mencium nya.


"Oh iya Mas, selama kamu di luar Kota aku tinggal sama Daddy aja ya, lagian Daddy kan juga sendiri dan aku disini juga cuma berdua sama Zen, Boleh Kan?"


"Iya boleh dong sayang, kalau gitu sekarang siapin dulu baju kamu sama Zen yang mau dibawa kesana"


"Baju Zen aja, baju Aku masih banyak disana gak usah dibawa lagi"


"Ya udah kalau gitu besok kita kesana, besok kita nginap disana aja sayang, jadi aku berangkat nya dari Rumah Daddy aja"


"Bagus juga tu sayang"


Kemudian mereka pergi ke kamar Zen untuk menyiapkan Barang-barang Zen yang akan di bawa selama tinggal di rumah Sony.


Setelah itu mereka bertiga makan siang bersama dan menghabiskan waktu bersama seharian.


-


-


-


-


-


-


-


-


Jangan Lupa Tinggalkan tanda jempol nya.


karna keasikan membaca eh jadi lupa, author cuma mengingatkan:)

__ADS_1


__ADS_2