KENAPA HARUS AKU 2

KENAPA HARUS AKU 2
C H A P T E R 4


__ADS_3

Pagi ini tepat di hari Minggu Karin akan pergi menghadiri pesta pernikahan Zie dan Gio, Karin tidak membawa Zen dan meninggalkan Zen dirumah, karna hanya bepergian seorang diri pasti akan kesusahan jika harus mengurus seorang anak di tempat keramaian. Apalagi jika sudah bertemu dan berbicara dengan sahabat nya disana, Karin bisa lupa dengan segalanya.


Di tempat Pesta.


"Selamat ya Zie" Ucap Karin memberikan selamat sambil memeluk Zie dan saling cium Pipi.


"Selamat Gio" Karin jug mengucapkan selamat kepada Gio dengan senyuman di bibir nya.


"Makasi ya Rin" Sahut Zie dan Gio berbarengan.


"Eh tunggu dulu, kenapa datang sendiri Rin?" Tanya Zie karna tidak melihat Riyandi suami Karin.


"Aku belum bilang ke kalian ya, Mas Ri lagi pergi keluar kota, makanya aku datang sendiri" Jawab Karin menjelaskan. Zie dan Gio hanya mengangguk mengerti.


"Zen kenapa gak di bawa?" Tanya Zie lagi.


"Kalau bawa Zen ntar repot" Jawab Karin.


"Kamu kan udah jadi seorang ibu, jadi harus bisa dong jaga Zen dengan baik, dari yang terbiasa sendiri dan sekarang ada anak yang harus di jaga jadi harus bisa"


"Hehe iya Zie, makasi nasehat nya"


Kemudian Zie menyuruh Karin untuk menikmati hidangan yang telah di sediakan, sembari berjalan mengambil makanan Karin di kejutkan dengan seseorang yang menabrak diri nya dan tidak sengaja menumpahkan segelas sirup yang di pegang nya ke Gaun Karin.


"Astagaaaa" Karin terkejut melihat gaun putih nya sudah ternodai dengan minuman berwarna merah itu.


"Maaf mbak, maaf mbak"


"Robin!" Karin melihat wajah pria yang menabrak nya itu ternyata dia seorang pria yang juga menabrak nya semalam.


"Karin, aduh maaf Rin maaf banget gak sengaja"


Karin benar-benar marah saat ini dan langsung berlarian keluar dari tempat acara pesta itu, Zie yang melihat kejadian itupun merasa tidak enak dan ingin mencoba mengejar Karin tetapi masih banyak tamu yang harus di layani nya.


Robin mencoba mengejar Karin sampai keluar, namun tidak berhasil karna Karin sudah duluan naik taxy.


Karin benar-benar di buat marah saat ini oleh seseorang yang baru di kenal nya semalam.


"Astaga Zie" Karin teringat Zie karna dia tiba-tiba berlarian keluar tanpa berbicara dulu kepada Zie.

__ADS_1


"Ini semua gara-gara lelaki sialan itu!!" Gumam Karin kesal dan mengepal tangan nya erat sambil mengeratkan gigi nya.


Rasanya Karin ingin menonjok wajah Robin yang sudah mempermalukan nya di tempat pesta.


"Kenapa mbak, kayak nya lagi marah banget ya" Sopir taxy yang melihat wajah Karin dari kaca depan penasaran dan bertanya kepada Karin.


"Gak papa Pak" Jawab Karin sambil menyunggingkan senyuman nya walaupun terpaksa.


Sesampai nya dirumah Karin membayar ongkos taxy dan langsung masuk ke dalam rumah.


Di dalam Rumah terlihat Bi Tuti yang sedang bermain dengan Zen di ruang nonton.


"Maa...maa..." Karna melihat Karin masuk ke dalam rumah Zen memanggil mama nya dengan masih terbata-bata.


Tanpa memperdulikan Zen anak nya Karin langsung berjalan masuk ke dalam kamar nya.


"Sialan, awas aja kalau ketemu lagi tuh orang, gue injak-injak tuh muka" Karin yang masih kesal membanting tas nya di atas tempat tidur dan mengganti pakaian nya dengan wajah yang masih kesal.


Setelah selesai mengganti pakaian Karin turun kebawah menghampiri anak nya dan meminta Bi Tuti untuk mencuci gaun nya yang terkena tumpahan sirup tadi.


Mengingat tumpahan itu Karin jadi teringat juga dengan kejadian saat dia sengaja menumpahkan Sirup di jas Riyandi dulu.


Tingnongg...tingnongg...


Bel rumah Karin berbunyi.


Karin segera membukakan pintu dan melihat siapa yang datang.


Karin tidak menyangka Robin akan mengejar nya sampai kerumah dan meminta maaf.


"Maafin aku, aku mohon maafin aku" Robin memohon sambil memegang kedua tangan Karin.


Karin sebenar nya masih kesal, tapi melihat ketulusan pria itu untuk meminta maaf Karin jadi tidak tega dan menyuruh Robin untuk masuk ke dalam rumah nya.


Karin menyuruh Robin duduk di ruang tamu, kemudian Karin pergi membawa Zen untuk duduk di hadapan Robin.


"Mau apa?" Tanya Karin langsung pada Robin.


"Maafin Aku" Jawab Robin dengan wajah menunduk.

__ADS_1


"Udah di maafin, sekarang kamu pulang, gak enak di lihat tetangga nanti kalau kamu datang kesini" Karin menyuruh Robin untuk segera pergi dari rumah nya, karna Karin merasa tidak enak jika ada yang melihat dia memperbolehkan laki-laki lain mengunjungi nya.


"Kenapa?"


"Kamu gak lihat, ini anak aku, aku itu sudah menikah, lebih baik kamu pergi sekarang!!"


"Hmm beneran ya ternyata, tapi aku boleh minta no..."


"Gak boleh, buruan cepat pergi!" Belum selesai Robin untuk bicara Karin sudah keburuan memotong ucapan Robin dan berjalan ke pintu depan kemudian membukakan pintu untuk mengusir Robin dengan cara halus.


Robin mengerti akan keinginan Karin, Robin melangkahkan kakinya dan berjalan keluar rumah.


"Dadah adek, aku pergi dulu ya" Robin menyempatkan dirinya untuk mencubit Pipi Zen yang sedang di gendong oleh Karin dan tersenyum ramah kepada keduanya.


"Malah tersenyum, ada ya orang seperti dia" Gumam Karin dalam hatinya.


Karin segera menutup pintu setelah Robin sudah benar-benar pergi dari hadapan nya.


"Awas aja kalau kembali lagi?!" Kesal Karin berbicara pada dirinya sendiri.


Tingnong...tingnongg...tingnong....


Bel rumah Karin kembali berbunyi.


"Siapa lagi siih!!" Gerutu Karin dan kembali membukakan pintu.


"Apalagi!!" Bentak Karin sambil membukakan pintu, karna Karin mengira yang datang kembali adalah robin namun siapa sangka yang datang adalah Sony.


"Kenapa marah-marah?" Tanya Sony karna mendengar Karin membentak nya barusan.


"Eh Daddy, udah pulang ya Dad, Daddy darimana, dari pagi tadi aku gak ngelihat Daddy?" Karin bertanya balik untuk mengalihkan pembicaraan nya.


"Tadi Daddy seperti nya lihat Robin keluar dari sini, ngapain dia?"


"Si Robin?, Daddy kenal dia ya?, itu Dad dia tadi waktu aku di acara pernikahan Zie numpahin minuman nya di Gaun aku, benar-benar kesal aku di buat nya, di tambah lagi dia sampai ikutin aku kesini untuk minta maaf, Daddy kenal Robin darimana?" Ujar Karin menceritakan semua kejadian yang di alami nya tadi.


"Dia itu baru tinggal dan baru pindah kesini, Daddy kenal sama dia karna waktu itu dia nabrak Daddy pas lagi joging pagi" Jawab Sony sambil menceritakan juga apa yang di alami nya.


"Nabrak orang terus kerjaan nya ya, dikasih gelar Robin si tukang tabrak aja nih orang bagus nya" Bathin Karin sambil senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


__ADS_2