
R O B I N
Z E N
Satu Bulan sudah berlalu.
Dan Riyandi juga sudah kembali dari luar kota
hari ini Riyandi datang dengan membawa banyak oleh-oleh yang rencana akan diberikan untuk keluarga nya dan para karyawan nya di kantor.
Karin memeluk Riyandi dengan begitu erat, tanpa di sadari sebutir air mata jatuh di pipi nya sambil mengeluarkan suara haru tangisan karna telah sebulan lamanya berpisah dengan orang yang di cintai nya.
"Kenapa nangis sayang?"
"Aku sangat merindukan kamu sayang....hiks...hiks..." Tangisan Karin makin terdengar keras.
"Udah jangan nangis lagi sayang, malu tuh di lihatin sama Zen, masa mama nya kayak anak kecil sih"
Bukan nya berhenti menangis, Karin malah semakin menjadi-jadi untuk menangis di dalam pelukan Riyandi.
Riyandi yang melihat tingkah istrinya itu hanya tertawa seraya mencoba menenagkan Karin, sementara Sony yang sedang menggendong Zen juga ikut tertawa melihat sikap anak nya itu, dan Zen hanya terdiam karena tidak tau apa yang dirasakan nya sekarang ini.
__ADS_1
Cukup lama Karin memeluk suaminya itu dan akhirnya Karin pun melepaskan pelukan nya kemudipan mengusap sisa-sisa air mata di pipinya.
Riyandi tersenyum melihat Karin kemudian mengecup bibir Karin sekilas tepat di hadapan mertuanya.
Sony yang melihat itupun langsung menoleh kan wajah nya ke sembarang arah dan berpura-pura tidak melihat apa yang barusan di lihat nya.
"Iiihh Sayang, kan ada Daddy!, jadi malu kan"
"nggak apa-apa, kan cuma Daddy"
"Dad, Zen nya kasih ke aku aja lagi" Riyandi meminta Sony untuk memberikan Zen kepadanya.
"Daddy mau ke kamar dulu, Ri jangan lupa istirahat, kamu pasti capek banget" Sahut Sony sambil memegang bahu Riyandi kemudian berlalu ke kamar nya.
Di ikuti dengan Riyandi dan Karin yang juga pergi ke kamar mereka.
Karin yang melihat tingkah suaminya itu terlihat cemberut, karna memang Karin merasa cemburu melihat nya, meskipum itu adalah anak dan suaminya.
"Sama anak nya aja, Sama aku nya gak" Sahut Karin sambil memasang wajah nya sememelas mungkin.
"Eh mama cemburu ya, sama anak sendiri kok cemburu sih sayang" Ujar Riyandi seraya merangkul Karin dan ikut bersenang-senang bersama anak semata wayang nya.
Malam ini adalah malam paling bahagia buat keluarga kecil Karin dan Riyandi, bisa bertemu kembali dan melepaskan kerinduan yang sudah lama terpendam.
Setelah mereka selesai bersenda gurau dan membuat Zen terlelap dalam tidurnya, Riyandi bergegas untuk mandi biar tubuh nya terasa lebih fresh saat tidur nanti nya.
__ADS_1
"Aku mau mandi dulu ya sayang, gak enak nih rasa tubuh aku" Sahut Riyandi.
"Ya udah buruan mandi Mas, bau nih" Ledek Karin sambil menutup hidung nya.
"Bau-Bau tapi suka juga kan, mau ikut gak?"
"Buruan aja sana mandi Mas gak usah tawar-tawar segala, aku udah mandi tadi"
Melihat sikap suaminya yang selalu menggoda itu membuat Karin semakin menumbuhkan rasa cinta yang besar dan tak ingin kehilangan, apalagi harus jauh dari Riyandi.
Sekitar 20 menit Riyandi keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya sudah tertidur lelap.
Zetttt.....Zett.....Zettt.....
Ponsel yang tepat berada di atas meja rias itu berbunyi dan Riyandi pun segera mengangkat telpon nya.
"Hallo Sayang" Panggil seseorang dari balik telepon.
-
-
-
**Maaf ya author up nya lama, author harap kalian mengerti ya, karna hidup author bukan di novel aja tapi juga di dunia nyata, makasi buat yang selalu setia sama cerita author dan selalu nungguin author Up nya..
__ADS_1
kedepannya insya Allah author akan up lebih sering-sering lagi..
Kamsahamida**:)