
Riyandi memulai pembicaraannya dengan menanyakan tentang si penelepon semalam tersebut kepada Karin.
Karin sempat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang di tanyakan oleh suami nya itu, ia pun langsung mengecek ponselnya dan melihat panggilan masuk, dan benar saja ada nomor yang tidak di kenal meneleponnya semalam.
Karin tertawa terbahak setelah melihat itu dan mendengar penuturan dari suaminya.
"Astaga Mas, ternyata kamu marah cuma karna hal sepele kayak gitu?" Tanya Karin yang di iringi dengan tawanya.
"Siapa yang gak marah coba, istrinya di panggil sayang sama orang lain, habis itu orang nya bilang salah sambung setelah tau siapa yang ngangkat telponnya" Jawab Riyandi dengan wajah kesal nya.
"Hmm jadi kamu cemburu nih ceritanya, ciee ternyata Mas ku ini juga bisa cemburu yaa" ledek Karin sambil mencubit pipi Riyandi.
"Siapa yang cemburu, cuma kesal aja" Tukas Riyandi.
"Iya kesal karna cemburu kan, kebanyakan orang cemburu mah gak mau ngaku, iya kan iya kan" Ujar Karin yang terusan meledek suaminya itu.
Melihat istrinya yang terus-terusan seperti itu membuat Riyandi menjadi geram, Riyandi pun langsung meletakan Zen yang sedang di pangkuan nya itu ke atas tempat tidur dan dengan cepatnya langsung memeluk Karin yang masih berdiri kemudian menjatuhkan tubuh nya di atas ranjang sehingga membuat Riyandi jadi menindih tubuh Karin.
Tanpa berpikir panjang Riyandi langsung ******* bibir Karin dengan mesranya. namun Karin berusaha untuk melepaskan ciuman itu.
__ADS_1
"Di lihatin sama anak kita lo Mas, malu tau" Ucap Karin setelah berhasil melepaskan ciuman dari Riyandi.
"Biarin aja sayang, anak kita juga gak akan ngerti kok, aku rindu banget sama kamu sayang, pengen makan kamu rasanya saat ini juga" Ujar Riyandi dengan senyuman menggodanya, dan berinisiatif untuk kembali mencium Karin, namun belum sempat untuk mencium istrinya kembali, Karin sudah terlebih dahulu menahan mulut Riyandi dengan kedua tangannya.
"Mas aku mau beresin barang-barang kita dulu" Sahut Karin yang berusaha bangkit tapi di tahan oleh Riyandi.
"Sebentar aja sayang, ayolah"
"Kalau sekarang cuma ciuman aja ya, kalau nanti malam dapat semuanya, Mas mau pilih yang mana?"
"Sekarang aja sayang"
"Ya udah deh nanti malam aja, janji ya sayang" Setelah berpikir panjang Riyandi memutuskan jawabannya kemudian bangkit dari posisinya yang menindih Karin.
Karin tersenyum puas setelah berhasil membuat Riyandi berhenti melakukan aksi nya, tapi tidak semudah itu, karna nanti malam dia harus menerima aksi yang lebih panas lagi.
Karin bergegas untuk membereskan barangnya yang akan di bawa kembali pulang kerumah.
Sementara Riyandi tengah asik berbicara dengan Zen, entah itu Zen mengerti atau tidak yang penting Riyandi berbicara.
__ADS_1
"Mama pelit banget ya sayang, padahal papa udah gak tahan lagi nih, udah sebulan padahal papa gak main sama mama kamu, pakai ancam papa lagi sama pilihannya itu" Ucap Riyandi kepada anak nya itu, sementara Zen tetap asik memainkan rambut Riyandi dengan menarik nya.
Karin yang mendengar ocehan suaminya itu hanya tertawa kecil dan tetap melanjutkan mengemas barang yang akan di bawanya.
Setelah mereka selesai berkemas, mereka bertiga pun langsung kembali kerumah dengan menggunakan mobil yang sebelumnya memang sengaja dibawa kesini.
Di sepanjang perjalanan pulang Riyandi kembali menanyakan hal itu kepada Karin.
"Jadi Robin siapa?" Tanya Riyandi yang tetap fokus memperhatikan jalan kedepan.
"Ceritanya panjang Mas, intinya dia itu orang yang suka bikin kesal yang pernah aku temui, Daddy juga kenal sama Robin kok Mas, bukan siapa-siapa." Jawab Karin.
"Hmm, dia dapat nomor kamu darimana sayang?" Tanya Riyandi lagi karna semakin penasaran dengan si Robin.
"Itu aku juga gak tau Mas, aku juga penasaran dia dapat darimana, padahal aku gak pernah kasih nomor aku ke dia" Jawab Karin.
Riyandi hanya mengangguk mengerti, dan Setelah itupun percakapan mereka berakhir, beberapa menit kemudian akhirnya mereka pun sampai dirumah yang telah sebulan lamanya tidak mereka tempati. tetapi ada Ani selaku asisten rumah mereka yang menjaga rumah nya.
Riyandi membawakan barang-barang nya ke dalam Kamar, sementara Karin menggendong Zen yang tertidur dan meletakanya ke atas tempat tidur yang ada di dalam kamar nya.
__ADS_1