
Hari ini tiba saat nya keberangkatan Riyandi yang akan pergi keluar kota untuk pekerjaan nya, meninggalkan istri dan seorang anak selama satu bulan lama nya.
Karin dan sony hanya mengantarkan Riyandi sampai ke depan rumah dan tidak ikut ke bandara karna Riyandi akan berangkat bersama rekan nya yang lain.
Sementara Zen masih tertidur pulas di kamar nya.
"Dad Aku berangkat dulu ya" Pamit Riyandi sambil mencium tangan Sony dan memeluk nya.
"Hati-hati Ri" Sahut Sony.
Setelah berpamitan dengan mertua nya, Riyandi berdiri tepat di hadapan Karin untuk berpamitan tetapi Karin langsung memeluk nya.
"Hati-hati ya sayang, kamu jangan lupa makan, jaga kesehatan juga, ingat jangan macam-macam disana" Ucap Karin menegaskan suami nya itu.
"Iya sayang gak akan macam-macam, ya udah aku pergi dulu ya sayang, kamu jaga diri ya, jaga Zen dengan baik ya sayang" Riyandi memegang lengan Karin kemudian mencium Pipi Karin.
Karin berusaha untuk tidak mengeluarkan air matanya karna ini hanyalah kepergian sementara bukan untuk selamanya jadi tidak ada yang perlu di tangisi meskipun hati Karin saat ini merasa sangat sedih karna di tinggal.
Riyandi tersenyum pada Karin sambil melambaikan tangan nya dan masuk ke dalam mobil. Karin membalas nya dengan senyuman juga dan ikut melambaikan tangan nya.
Karin kembali masuk ke dalam rumah setelah mobil Riyandi benar-benar hilang dari pandangan nya.
"Udah jangan sedih lagi" Ujar Sony sambil merangkul anak nya itu, karna melihat wajah Karin yang terlihat tidak semangat.
"Iya Dad, aku gak sedih kok" Sahut Karin dengan senyuman di bibir nya.
Siang ini Karin kedatangan sahabat nya dirumah yaitu Kiki, karna tadi pagi Karin menelpon Kiki untuk datang kerumah nya.
Karin tengah asik bercerita dengan Kiki karna juga sudah cukup lama tidak bertemu.
Sementara Zen juga asik bermain dengan permainan nya di temani oleh Tuti yang masih menjadi Asisten rumah tangga nya Sony.
"Kenapa Suami lho lama banget Rin disana?" Tanya Kiki pada Karin.
"Hmm, mungkin banyak pekerjaan yang mau di urus, aku juga gak terlalu menanyakan tentang hal itu Ki" Jawab Karin.
"Sejak Kapan lho ngomong pakai kata aku sama Gue Rin, dari tadi padahal ya, tapi kok gue baru sadar ya, haha" Kiki mentertawakan Karin karna mendengar ucapan Karin yang tak seperti biasanya saat mereka berdua berbicara.
"Karna udah terbiasa nih sama Mas Ri, lagian kita udah jarang ngobrol juga kan, jadi kebawa nya itu deh"
"Semenjak lho udah nikah jadi sopan banget ya ngomong nya, dulu aja lepas sana lepas sini" Ledek Kiki.
__ADS_1
"Bisa aja lho Ki"
"Di tinggal sama suami jadi gak bisa deh" Sahut Kiki sambil melirik aneh pada Karin.
"Gak bisa apa?" Tanya Karin sambil mengerutkan dahi nya karna tidak mengerti dengan maksud Kiki.
"Gak ada, gue cuma asal ngomong aja"
"Kelamaan jomblo"
"Biarin"
"Jomblo"
"Bodo Amat"
"Jomblo Akut"
"Bodo Amat"
Karin terus-terusan menertawakan Kiki, dan Kiki hanya menjawab dengan kata yang selalu keluar dari mulut nya yaitu "Bodo Amat". itu hanya sebagai bahan candaan dan Kiki tidak pernah mengambil hati karna sudah biasa di tertawakan oleh dua sahabat nya itu.
Malam nya karena merasa bosan dirumah Karin berjalan-jalan sendiri keluar rumah untuk menghilangkan rasa bosan nya dengan merasakan suasana di malam hari. Karin berjalan sampai ke taman yang ada di dekat sana.
Secara tidak sengaja Karin berbenturan dengan seorang pria yang fokus melihat ke layar ponsel nya tanpa memperhatikan jalan ke depan, dan Karin juga tidak memperhatikan jalan ke depan karna juga melihat ke layar ponsel nya.
"Aduuuuh" Karin memegang dahi nya yang terbentur dengan dada Pria itu, karna pria itu cukup tinggi.
"Maaf, saya minta maaf karna saya gak melihat jalan" Pria itu langsung memegang kepala Karin dan mengusap dahi Karin yang terbentur dengan dada nya.
"Nggak apa-apa, saya juga salah karna gak lihat jalan ke depan juga" Sahut Karin.
"Robin" Pria itu menyebutkan namanya pada Karin sambil mengulurkan tangan nya.
"Eh iya, Karin" Jawab Karin sambil menerima uluran tangan pria yang bernama Robin itu.
"Padahal aku kan gak nanya nama dia" Bathin Karin sambil melihat wajah Robin.
"Kenapa keluar sendiri dimalam hari begini?" Tanya Robin.
"Ah itu, saya bosan dirumah jadi pengen keluar ganti suasana" Jawab Karin.
__ADS_1
"Tapi kamu kan wanita, keluar sendiri di malam hari bahaya lo"
"Apaasih, masih di dalam lingkungan sini juga, lebay banget nih cowok" Gumam Karin dalam hati.
Terlihat dari wajah nya kalau Robin masih seumuran dengan Karin, tapi tubuh nya begitu tinggi dan kekar untuk anak seusianya.
"Aku antarin kamu pulang ya, rumah kamu dimana?" Robin semakin kelihatan seperti sok dekat dengan Karin.
"Gak usah, aku bisa pulang sendiri, lagiam rumah aku dekat kok di sana"
"Nggak apa-apa aku anterin kamu ya, sebagai permohonan maaf aku"
Karin tidak bisa begitu langsung percaya dengan orang yang baru di kenal nya. tapi melihat dari wajah Robin sepertinya dia pria yang baik dan tidak akan jahat pada diri nya.
"Boleh ya, plisss!!"
Karna terus-terusan memaksa Karin terpaksa menerima tawaran Robin untuk mengantarkan nya pulang sampai rumah.
Robin berjalan di samping Karin dan sesekali melirik wajah Karin.
"Cantik banget wanita ini" Guman Robin dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.
Setelah beberapa menit berjalan akhir nya Karin sampai di rumah nya, selama perjalanan pulang Karin hanya diam tidak bicara walaupun Robin mengajak nya untuk bicara.
"Makasi udah anterin aku"
"Iya, boleh minta nomor kamu gak?" Tanya Robin tanpa berbasa-basi terlebih dahulu.
"Buat apa?" Karin bertanya balik pada Robin.
"Buat kenal lebih dekat aja" Jawab Robin.
"Gak boleh, aku udah punya suami"
"Suami?, aku kira kamu masih umur dua puluh an se usia aku, ternyata udah dewasa ya, wajah kamu babyface banget"
"Usia aku emang masih dua puluh, ya udah aku mau masuk dulu" Karin berjalan memasuki rumah nya tanpa memperdulikan Robin yang masih mematung itu karna Robin tidak percaya dengan yang barusan di ucapkan Oleh Karin.
"Ah gak mungkin dia udah nikah, palingan malu sama aku, biasa nya kan wanita emang gitu, malu-malu dulu tapi mau" Ucap Robin dengan pemikiran nya sendiri.
"Nggak apa-apa Robin, besok masih ada waktu kita kembali lagi kesini, gak akan ada wanita yang berani menolak Robin yang tampan ini" Robin berbicara pada diri nya sendiri dengan begitu percaya diri, kemudian segera pergi menjauhi rumah Karin.
__ADS_1