
"Iya maaf ini siapa ya?" Tanya Riyandi kepada seseorang yang ada di telepon, ponsel yang berbunyi adalah ponsel Karin, dan terlihat yang menelpon adalah nomor yang tidak di ketahui.
"Hehe ini Aku Robin, cantiik" Ternyata yang menelpon adalah si Robin, orang yang pernah bikin Karin kesal pada saat acara pernikahan Zie sahabatnya itu.
"Robin siapa ya?" Tanya Riyandi lagi.
"Masa kamu gak ingat sih, eh tapi tunggu dulu, kenapa suara kamu jadi kayak lelaki gitu ya?" Jawab Robin kebingungan karna yang di dengar nya bukan suara Karin tapi malah suara seorang pria.
"Saya suami nya, ada urusan apa kamu sama istri saya?, pakai panggil sayang-sayangan segala, kalau kamu ada urusan dengan dia, berarti kamu juga berurusan dengan saya, temui saya besok!" Bentak Riyandi karna merasa kesal istri tercinta nya di panggil sayang oleh orang lain yang tidak di kenal nya sama sekali.
"Eh maaf pak, saya gak maksud seperti itu, mu-mungkin saya salah sambung, ma-maaf ya Pak" Ucap Robin dengan kepanikan nya dan langsung mematikan teleponnya ,telepon mereka pun langsung terputus.
Riyandi hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan dari Robin, dan sedikit ada rasa penasaran di hatinya tentang si Robin itu siapa.
Ingin rasanya saat ini juga ia menanyakan kepada istrinya tentang perihal ini, tapi melihat Karin yang sudah terlelap dalam tidurnya, Riyandi mengurungkan niat nya, kemudian berbaring di atas tempat tidur sambil memikirkan hal itu, hingga terlelap.
Di Pagi Hari yang indah, se indah senyuman para readers setia ku:v
Keluarga harmonis penuh cinta tengah menikmati makanan di meja makan, begitu hening dan menikmati sehingga hanya suara garpu dan sendok lah yang terdengar.
"Daddy mau ke kantor dulu ya" Ucap Sony yang lebih dulu sudah menghabiskan makanan nya.
__ADS_1
"Iya Dad, hati-hati ya Daddy" Sahut Karin.
"Habis ini aku langsung siap-siap untuk pulang kerumah ya Dadh" Sahut Riyandi.
"Aku? kita kali" Bathin Karin karna mendengar Riyandi hanya mengucapkan kata aku, yang berarti hanya dirinya.
"Hmm Cepat banget Ri, gak nambah lagi nginap disini nya?" Tanya Sony.
Riyandi hanya menjawab dengan senyuman semerbak nya.
setelah itu Sony pun segera berangkat ke kantor dan meninggalkan mereka bertiga yang masih menyantap makanan nya.
Karin juga merasa heran karna dari mereka bangun tidur Riyandi tidak berbicara apapun, tersenyum pun juga tidak, biasanya setiap pagi Karin selalu di sambut dengan senyuman hangat dari seorang Riyandi.
"Papa kamu kenapa tuh sayang? gak biasanya" Tanya Karin kepada anak nya sambil menyuapi makanan ke dalam mulut Zen.
Zen hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tanda bahwa dia tidak tahu dengan apa yang terjadi.
Setelah Karin selesai menyuapi Zen, Karin pun segera kembali ke kamar untuk menemui suaminya yang bertingkah seperti tidak biasanya.
"Hmm sepertinya ada bau-bau yang lagi galau ya nak"
__ADS_1
Ucap Karin yang memasuki kamar nya.
"Papa kenapa ya sayang?" Tanya Karin kepada Zen seraya duduk di pinggir ranjang tepat di sebelah Riyandi yang tengah asik memainkan ponselnya.
Karin terus menatap Riyandi tetapi Riyandi malah mengabaikan Karin.
Karna merasa terabaikan dan di acuhkan Karin pun terpaksa harus menganggu suaminya dengan cara mendudukkan Zen tepat di atas perut Riyandi.
dan cara itu pun berhasil membuat Riyandi mengubris nya.
"Kamu kenapa sih?" Tanya Karin serius pada Riyandi.
"Nggak apa-apa" Jawab Riyandi singkat.
"Kalau ada masalah bilang Mas, aku gak suka di diamin kayak gini!" Karin sedikit berbicara dengan nada tinggi karna merasa kesal.
Riyandi menghela nafas panjang dan akan menanyakan hal yang terjadi semalam kepada istrinya.
Author mau nanya nih sama para reader, Benar gak sih kalau di diamin itu sakit?
Hehehe:v
__ADS_1