
Jeli berjalan dengan cepat menuju depan pagar sekolahnya, menunggu seseorang yang ingin sekali dia temui sekarang.
Kennan
Lelaki yang membuat Jeli benar-benar gila! Bagaimana tidak gila? Jelas sekali, Jeli sangat nekad meminta nomor WA lelaki itu, dan lebih tidak masuk akalnya lagi, Jeli berani meminta Kennan membantu dirinya mengerjakan tugas pak Anto, padahal jelas sekali mereka tidak satu kelas.
Jeli mengibas-ngibaskan tangan kanannya didepan wajah mulus gadis itu.
"Gak bawa mobil lo?" Tanya Tari tiba-tiba menghampiri Jeli.
Jeli menoleh sebentar dengan senyum manis dikedua sudut bibirnya, gadis itu menggeleng.
"Bilang Aletha deh, gue gak bawa mobil kalau dia mau numpang." Ucap Jeli.
Aletha yang baru saja menyusul dengan Abel, sengaja memukul bahu Jeli dengan kesal. "Siapa juga yang mau numpang!"
Jeli terkekeh.
"Terus lo dijemput?"
"SAMA DHAFIAN NIH, PASTI!"
Jeli memutar bola matanya.
"Gue nunggu Kennan."
Tari, Abel dan Aletha spontan membulatkan matanya karena ucapan Jeli.
Abel tertawa. "Gak lucu lo Jel," Ketus Abel.
"Incaran lo anak kutu buku?" Tanya Tari, penasaran.
Jeli menggeleng kesal, "Bukan Kennan anak kelas kita!" Ketus Jeli, "Tapi, Kennan Ketua Osis SMA Cempaka!" lanjut Jeli.
Tari dan Abel membulatkan bibirnya.
"Ngapain lo nungguin Kennan?" Tanya, Aletha bingung.
Pasalnya, Jeli tidak pernah begitu sesibuk ini menunggu orang.
Jeli tersenyum simpul. "Ada misi."
Dari kejauhan, kedua mata Jeli menyipit. Sebuah motor besar sebentar lagi akan melintas disisi Jeli dan juga ketiga temannya.
Jeli berjalan dengan cepat ke tengah-tengah gerbang, agar dapat mencegat Kennan. Tari, Abel dan juga Aletha spontan menutup wajah mereka, kelakuan ajaib Jeli yang kembali, keluar.
"Sumpah tuh anak gak jaga image apa ya? Gak sadar apasih dia kalau dirinya itu public figur ?" Abel menggelengkan kepalanya takjub.
Aletha dan Tari terkekeh, "Ya ampuunn, tuh anak emang!"
"Eh, Kennaaannn! Ngerjainnya bisa kali ya hari ini!" Jeli tersenyum genit kearah Kennan.
Kennan melirik sekilas kearah tiga sahabatnya kemudian kembali melihat kearah Jeli.
"Hari ini?" Tanya Kennan, kaget.
Jeli mengangguk antusias.
__ADS_1
Kennan melirik jam tangannya kemudian menggelengkan kepalanya tidak enak, "Kayaknya, enggak bisa deh Jel. Gue harus nemenin adek gue beli perlengkapan ulang tahunnya." Ucap Kennan tidak enak.
Raut wajah Jeli yang tadi begitu bahagia kini berubah 100 persen, sangat terlihat bahwa Jeli begitu kecewa dengan jawaban Kennan yang menolak.
"Yaaahh, gak bisa banget ya? Walaupun sebentar?" Tanya Jeli, kembali memaksa.
Kennan menghembuskan napasnya, "Sorry Jel, enggak bisa." Ucap Kennan. "Mungkin setelah birthday party adek gue, baru bisa bantu lo." Lanjut Kennan.
Jeli nampak berfikir kemudian mengangguk. "Iya deh," Jeli tersenyum manis. "Tapi bisa kan kalau antar gue balik?"
"Soalnya gue gak bawa mobil." Jeli melempar tatapan melasnya.
Kennan tersenyum kikuk kemudian mengangguk, jika kembali menolak, Kennan bertambah tidak enak hati kepada Jeli.
"HEH? SERIUS?!"
Kennan mengangguk. "Iya, serius."
Kennan membuka handphone nya kemudian jari-jarinya dengan bebas menari diatas benda pipih tersebut, kemudian dia kembali menaruhnya di saku celananya.
"Iyasudah. Ayok!" Ajak Kennan.
Dengan semangat 45, Jeli naik keatas motor Kennan. Dengan rasa bangga, gadis bermata bulat itu melambaikan tangan dengan semangat kearah ketiga sahabatnya.
"CUBIT GUE, CUBIT GUE!"
Dengan penuh perasaan, Aletha mencubit lengan Abel, hingga membuat Abel berteriak kesakitan.
Aletha menatap Abel dengan sebal, "lu yang nyuruh, salah lagi gue?" Tanya Aletha.
Abel mencibir, "Tapi gak usah pake cubitan semut juga kali! Lo pikir cubitan lo enggak sakit?" Abel berteriak kesal dihadapan wajah Aletha.
Tari tertawa kecil.
"Kenapasih teman-teman gue?"
****
Jeli turun dari motor besar milik Kennan, dengan senyum yang tidak pernah luntur. Jeli memperbaiki letak tali tasnya yang tersampir di bahu kirinya, kedua matanya tak lepas dari Kennan yang masih setia menggunakan helm nya yang berwarna hijau bercampur hitam.
"Makasih ya Kenn." Ucap Jeli tulus, tak dapat dibohongi Jeli begitu bahagia.
Kennan menganggukan kepalanya. "Iya, sama-sama Jeli." Kennan
Jeli kembali melebarkan senyumnya, kemudian gadis itu meraih handphone nya bertujuan untuk memotret Kennan dari samping.
Cekrek.
Jeli membulatkan matanya kaget, dia lupa handphone miliknya dalam mode dering. Jeli menunjukan rentetan giginya.
"Hehehe." Jeli terkekeh.
Kennan mengerutkan alisnya, "Ngapain? Kok gue berasa punya fans ya?" Tanya Kennan, percaya diri.
Jeli tersenyum malu, "Ihhh.. Iseng doang, cuman mau jadiin poto-poto tumblr boy gituuuuu!" Sangkal Jeli.
__ADS_1
Kennan terkekeh, "Emang gak bisa jadiin Dhafian ya?" Tanya Kennan, bingung.
Jeli mendengus sebal, kenapa siihh? Kennan selalu melempar pertanyaan yang selalu masuk di akal?
"Ish! Kalau Dhafian kan sudah sering, kamu dong sekali-kali!" Goda Jeli, genit.
Kennan mengerutkan alisnya, "Kamu?"
Jeli mengangguk.
"Kaaan ceritanya mau godain lo gitu!" Ketus Jeli.
Kennan tertawa lepas, sungguh Jeli ingin meleleh ditempat rasanya. Dapat menikmati tawa dan senyum Kennan merupakan keberuntungan baginya, selama ini Jeli kemana sih?
Ohiya lupa, kan artis jadi sibuk.
"Iyaudah, gue pamit ya." Ucap Kennan dengan suara lembutnya.
Jeli menganggukam kepalanya dengan sangat cepat. "Oke! Hati-hati ya, kalau udah sampe coba deh chat gue." Ujar Jeli.
Kennan kembali terkekeh, "Supaya apa coba, gue chatting lo?" Tanya Kennan.
Jeli tersenyum kikuk, apakah dirinya terlihat salh tingkah dihadapan Jeli?
"Biar tau aja gitu, kan lo abis antar gue balik. Manatau lo nyasar, kan bisa berabe!" Ketus Jeli, alasan yang tepat.
Kennan mengangguk dengan senyum manisnya. "Oke, gue balik."
Kennan menyalakan stater motornya kemudian meninggalkan Jeli didepan pagar rumah Jeli.
Jeli memutar balik tubuhnya, dengan senangnya gadis itu loncat-loncat ditempat, karena seharian ini gadis itu dapat menikmato senyum dan tawa Kennan.
"AHHH GILA, GILA, GILA! KENNAN LO GANTENG BANGEEETTTT SIIIHHH!!!!" Teriak Jeli menguasai perumahan.
TING!!!
Spontan gadis itu meraih handphone nya dan membuka aplikasi yang berderimg barusan.
Jelisha Aura Airelya telah memiliki kekasih, yuk intip sosok pacar baru Jeli
Jeli membulatkan matanya kaget, dengan gerakan cepat gadis itu membuka berita yang baru saja keluar.
Dan benar saja, namanya kembali terkuak di sosial media, namun kini bersama lelaki yang saat ini dia inginkan.
Kennan, ketua OSIS SMA Cempaka.
Jeli menegukan salivanya, "Harusnya gue sadar, gue gak bisa Kennan ke dunia gue." Lirih, Jeli.
Semangat yang sedari berkobar, seketika runtuh hanya karena berita sialan ini. Kenapa, Jeli baru menyadari posisinya?
Kedua bahu Jeli terkulai lemas, "Mama pasti tahu soal ini, dan pasti mama bakalan marah sama Jeli."
Jeli menundukan kepalanya malu.
"Laki-laki itu siapa Jel?"
*****
__ADS_1