
Hari ini adalah hari kiamat dimulai.
Sebuah countdown clock yang sangat besar, muncul di depan semua orang.
Tidak peduli apakah itu orang tua atau anak kecil, bahkan bayi yang baru lahir saja dapat melihat waktu yang hitung mundur ini.
[00:00:15, menuju Alien Attack]
Tepat pada dua puluh jam yang lalu, suara host yang dingin, muncul di seluruh dunia, lebih tepatnya, terdengar di telinga semua orang.
[Alien Attack, mengaktifkan kesadaran]
[Setiap orang memiliki talent kesadaran. Mohon untuk mempergunakan dengan baik talent ini, dan berusahalah untuk tetap bertahan dari serangan monster]
[Talent dibagi menjadi level SSS, SS, S, A, B, C, D, E, F]
[Perhatian! Di antara triliunan orang, akan dipilih satu benih manusia, dan diberikan satu-satunya talent dengan level ‘Dewa’.]
[Masih ada 24 jam menuju Alien Attack]
[Sekarang, saatnya mulai mengubah dunia]
Ketika suara host berhenti dan semua orang sedang bingung, tiba-tiba muncul kabut merah tebal.
Setelah kabut merah tersebut muncul, masing-masing negara menyadari, teknologi yang dulu selalu diandalkan oleh manusia, tiba-tiba menghilang.
Bahkan jaringan internet telepon juga lumpuh.
Hanya ada kabut tebal dan juga suara dari kabut merah tersebut…
Pada saat ini, seluruh dunia menjadi panik.
Namun, banyak orang mulai mencari cara untuk mengembangkan talent mereka.
Dan berjalan dengan seiringnya waktu, semakin banyak orang yang berhasil mengembangkan talent mereka…
Universitas Pelita, semester 5, kelas E.
“Hahaha, aku berhasil meningkatkan talent hingga level E ‘stamina bertambah’, bisa meningkatkan kecepatan pemulihan stamina!”
Seorang pemuda berseragam sekolah tiba-tiba tertawa dan bersorak, wajahnya penuh kegembiraan.
“Ferry, kamu cuma berhasil meningkatkan hingga level E saja bangga, aku yang sudah mencapai talent level C saja nggak ngomong apapun.”
Melihat Ferry yang sombong hanya karena berhasil mencapai level E, Bagas berdiri sambil membenarkan kacamatanya, lalu berkata dengan tidak puas.
Teman-teman kelas yang mendengarnya sangat iri pada Bagas.
Talent level C!
Sebagian orang di kelas sudah berhasil meningkatkan level, tetapi paling tinggi hanya talent dengan level D.
Kali ini, Bagas merdeka!
Dalam hati para siswa ingin sekali menghujat begitu melihat ekspresi Bagas yang sangat bangga. Tetapi pada saat yang bersamaan, mereka juga mengerti bahwa Bagas yang berhasil mencapai tingkat C ini, akan memiliki masa depan yang sangat baik. Jadi banyak dari mereka yang mulai memuji-mujinya.
__ADS_1
“Kak Bagas yang ganteng, dari dulu aku sudah merasa kamu sangat ganteng, sekarang sepertinya perkataanku memang benar…..!”
“Iya, iya! Kak Bagas kedepannya pasti memiliki masa depan yang cerah, kelak jangan lupa untuk tuntun aku juga ya…..”
"......"
Seketika, mereka yang sudah berhasil meningkatkan talent level, berlari ke arah Bagas untuk memujinya, dan berpikir bahwa mereka dapat memiliki sandaran dalam Alien Attack nanti.
Lagipula, sekarang sudah bukan era damai lagi seperti sebelumnya. Makhluk asing akan segera menyerang, dan pada saatnya semua orang akan mati.
Pada saat ini, siapa yang memiliki talent terkuat, dialah bosnya. Bahkan ketua kelas yang dulu pun juga harus mengenyamping.
Bahkan jika seorang miliarder berdiri di sini saat ini, dia harus memoles sepatu orang yang berbakat.
Ini adalah kebenaran pada saat masa-masa sulit.
Tidak ada yang bisa menghindarinya. Orang-orang yang baik, berakhir dibunuh tanpa ampun.
“Ah! Cepat lihat! Kak Rizki berhasil meningkatkan talent dengan level A!”
Tiba-tiba, seseorang berteriak dengan penuh semangat. Semua orang pun melihat ke arah orang tersebut.
Orang yang pintar, pasti sudah berlari ke arah sana duluan. Orang yang terlambat selangkah, pasti tidak bisa menjadi anak bawahan yang pertama.
Ternyata begitu mereka melihatnya, itu adalah Rizki, mantan anggota osis bidang olahraga! Dia berhasil meningkatkan talent level A ‘power gain’.
Seketika, orang-orang yang awalnya mengelilingi Bagas, langsung berlari ke tempat duduk Rizki dan mulai menyanjungnya.
“Kak Rizki, mulai sekarang aku Ferry, akan mendengar semua perintahmu!”
Ferry masuk ke kerumunan dan berkata sambil memukul dadanya dengan keras!
“Aku juga, level talent ku F.”
“Punyaku…”
Rizki merasa sangat puas melihat satu per satu teman sekelas yang mengelilinginya. Dia sama sekali tidak bisa menyembunyikan ekspresi yang sombong.
Bagaimanapun, dia adalah mahasiswa yang belum meninggalkan kampus. Jadi Rizki pada saat ini, merasa sangat arogan mendengar pujian dari teman-teman sekelasnya.
“Oke, oke, kalian semua yang tertarik bisa bergabung.”
“Mulai sekarang, aku akan menjadi ketua di tim ini. Kalian dengarkan perintah dariku, aku jamin kalian semua akan selamat!” Rizki berdiri memberikan respon kepada yang lainnya dan mulai membentuk tim.
Pada akhirnya, setelah semua orang telah selesai meningkatkan talent mereka dan menyadarinya hanya Rizki satu-satunya orang yang memiliki level tertinggi, seluruh siswa di kelas pun bergabung pada tim Rizki.
Hanya beberapa orang saja yang tidak ikut bergabung, dan beberapa orang ini yang tidak mengungkapkan level talent mereka.
Salah satunya adalah teman sebangku Rizki, Darwin!
Darwin adalah ketua kelas. Dulu Rizki selalu menunduk padanya, hal ini membuat dia merasa tidak senang, tetapi demi menunjukkan kemurahan hatinya, Rizki pun harus bisa menahannya.
“Win, yuk kerja sama.”
Rizki berkata dengan sangat percaya diri, menurutnya, saat ini dirinya adalah penyelamat kelas, bahkan juga penyelamat seluruh sekolah. Jadi, Darwin tidak mungkin menolak kebaikannya, karena bagaimanapun tak lama lagi, seluruh dunia akan berubah drastis dan menjadi living hell.
__ADS_1
Namun, Rizki harus menelan kekecewaan, karena jawaban yang dia terima hanya satu kata, “Gila.”
Kemudian, Darwin langsung berdiri dan membuka pintu kelas, memasuki kabut merah yang sangat tebal.
“Anak ini, masih merasa dirinya ketua kelas.”
“Iya. Kak Rizki sudah menawarkan, dia malah nggak tahu diri seperti itu.”
“Kak Rizki, jangan marah, anak itu memang nggak tahu diri, biarkan saja dia bertahan hidup sendirian.”
“Darwin benar-benar mengecewakan kita, sudah kondisi seperti apa ini, masih begitu angkuh.”
“Iya betul…”
“……”
Darwin melewati kabut tebal bukan karena marah, tetapi untuk mencari sesuatu. Kabut merah sangat banyak dan tebal. Dia hanya bisa menyentuh sudut dinding dan perlahan berjalan menuju kantor yang ada di lantai satu.
Dia pun merasakan hawa dingin yang menghampirinya.
Darwin pun langsung mengeluarkan benda yang terbuat dari besi, lalu menghancurkan sesuatu tanpa ragu-ragu!
Piang!
Terdengar suara kaca pecah.
Darwin meraba-raba ke dalam, lalu mengambil sebuah kapak, dan kebetulan itu adalah kapak api.
Matanya penuh dengan kabut merah tebal, dan hanya terlihat waktu yang menghitung mundur.
[00:00:15, menuju Alien Attack]
Masih ada satu talent yang ditampilkan.
[Talent] : Tingkat keberhasilan 100% (satu-satunya).
[Level] : Dewa
[Deskripsi] : Satu-satunya talent tingkat dewa di dunia ini, memiliki kekuatan untuk mengubah keajaiban. Segala sesuatu yang masih memiliki peluang, akan menjadi 100% yang tak terelakkan.
Darwin melihat kembali talentnya sekali lagi, dan dia merasa sangat bersemangat.
Talent ini mungkin terlihat lemah, tidak memiliki kekuatan serangan yang kuat, tidak memiliki kemampuan untuk menghidupkan orang mati, dan lebih tidak mungkin untuk menghancurkan dunia.
Namun……
Segala sesuatu yang masih memiliki peluang, di tangannya pasti tak terelakkan.
Meskipun Darwin tidak tahu benefit ini secara spesifik, tapi setelah dipikir-pikir ini adalah satu-satunya talent level dewa.
Dia tahu itu.
Talent level dewa yang dia miliki, tidak mungkin sebanding dengan talent level SSS.
Pada saat ini, waktu sudah berakhir……
__ADS_1
[00:00:00, menuju Alien Attack]
……