
[00:00:00, menuju Alien Attack]
[……………]
[Saluran monster aktif, Alien Attack……]
[Pemberitahuan terakhir……]
[1. Bunuh monster. Anda bisa menggunakan exp untuk naik level dan memperkuat diri sendiri]
[2. Setelah monster mati, akan ada peti harta karun muncul. Di dalam akan muncul secara acak berbagai macam senjata dan peralatan yang bagus]
[3. Di setiap area pedesaan yang aman akan muncul orang misterius. Setelah menemukannya, Anda bisa membuka toko misterius (harap siapkan uang yang cukup)]
[4. Mohon untuk tidak terlalu menantang monster. Namun, jika Anda ingin mati, silakan!]
[5. Di sini, setiap orang hanya memiliki nyawa sekali. Harap jangan ragu!]
[6. Ini adalah dunia baru, silakan jelajahi dengan cermat!]
[7. Jika tidak mengerti, silakan bertanya pada sistem!]
[……………]
[Transformasi dunia selesai. Mulai……]
“Aum aum……!”
“Cit cit…”
“Auu..bum..!”
Begitu suara host tidak terdengar, teriakan raungan monster dan disertai suara ledakan terdengar. Membuat ekspresi wajah semua orang berubah.
Rasa takut yang belum diketahui mulai menghantui semua orang…
Darwin bersembunyi di pojokan tangga melihat kabut merah yang mulai menghilang dan pandangan penglihatan kembali normal.
Dia memegang erat kapak api yang ada di tangannya. Kemudian, Darwin membuka panel sistem untuk mengecek.
Setelah membuka fitur [Sistem], di dalamnya muncul beberapa fungsi. Di antaranya, [Informasi Pribadi], [Chat], [Exchange], [Daftar Peringkat], [Forum], [Teman], [Sistem Wizard] dan beberapa fungsi yang lainnya.
Ketika melihat [Teman], wajah Darwin menunjukkan ekspresi cemas dan segera membukanya.
Namun, setelah dia memasukan beberapa nama, semuanya muncul notifikasi [Tidak dapat menambah teman beda daerah].
Tidak ada hasil apapun. Darwin hanya bisa membuka [Informasi Pribadi].
[Nama] : Darwin
[Level] : Level 0 (0/10)
[Scaling] : 0 (Anda dapat menambahkan poin untuk memperkuat item tertentu)
[Power] : 5
[Stamina] : 5
[Agility] : 5
[Spirit] : 5
[Talent] : Persentase keberhasilan 100% (satu-satunya level dewa)
[Skill] : (Basic attack: LV 1), (Riset: LV 1)
————
[Skill] : Basic attack (LV 1)
[Limit] : Tidak ada
[Deskripsi] : Memberikan damage 100%, ada 5% kemungkinan melakukan triple kill, dan cooldown 0s.
__ADS_1
————
[Skill] : Riset (LV 1)
[Limit] : Tidak ada
[Deskripsi] : Pencarian dapat dideteksi dalam jarak 10 meter
Tepat ketika Darwin ingin mengecek fitur fungsi lain, seekor binatang aneh tiba-tiba muncul dan mengeluarkan suara “cit cit cit”.
“Riset!”
Darwin menggunakan keahliannya dan muncul informasi mengenai binatang aneh ini.
[Monster] : Kelinci Bertelinga Enam (Biasa)
[Level] : Level 1
[Deskripsi] : Seekor monster yang garang dengan penampilan lucu. Hobi yang paling disukai adalah memakan daging berdarah yang segar. Setelah membunuhnya akan mendapatkan hadiah (ada peluang 5% untuk mendapatkan harta karun putih).
Dengan cepat, monster tersebut berhasil menemukan Darwin. Belum sempat Darwin bereaksi, monster itu sudah melompat ke arahnya dengan kencang.
“Cit, cit”
Tiba-tiba, monster itu berlari dengan cepat ke arah tangga, tepat di depan Darwin. Tubuhnya sebesar anjing pemburu.
Namun, sebelum monster tersebut menimpa Darwin, sebuah kapak menebas kepala monster itu dengan keras.
“Hiatt….!”
[Talent level dewa sudah diaktifkan, (basic attack) triple kill!]
Sebuah suara terdengar dari depan dada Darwin. Darah monster itu bertebaran dimana-mana dan mati di tempat.
[Ting: Bunuh 1 monster level 1, Anda mendapatkan 1 exp dan 3 token.]
Di lantai, sebuah cahaya tiba-tiba muncul dari tubuh monster yang mati dan dengan cepat muncul sebuah kotak putih. Di samping kotak putih ada tiga token, bentuknya kurang lebih sama dengan model token pada zaman kuno.
“Huhh…”
“Ternyata, ini adalah talent level dewa yang aku punya!”
“Benar-benar…sangat mengerikan!”
“Apapun yang memiliki peluang, di tempatku pasti ada.”
“Itu berarti, orang lain membunuh 20 monster baru bisa mendapatkan satu kotak harta karun.”
“Sedangkan aku, setiap kali membunuh satu monster, aku akan mendapatkan satu kotak harta karun!”
“Orang lain butuh melakukan penyerangan berkali-kali untuk dapat melakukan pembunuhan.”
“Sedangkan aku, setiap penyerangan adalah pembunuhan.”
“Talent ini sangat luar biasa!”
“Aku suka!”
Memikirkan hal ini, tiba-tiba hati Darwin merasa sangat senang.
Dia segera menyentuh kotak harta karun tersebut, lalu mengambil tiga token dan menyimpannya ke dalam saku.
[Ting: Berhasil membuka kotak harta karun putih. Anda mendapatkan (buku panduan: fireball), (Equipment: Skin boxer).]
Melihat boxer yang muncul di tangan, Darwin merasa heran.
“Riset!”
Informasi kedua barang tersebut muncul.
[Equipment] : Skin Boxer (basic level)
[Limit] : Tidak ada
__ADS_1
[Attributes] : Power +3
[Durability] : 100
[Deskripsi] : Berwarna merah terang, semoga dapat membawa keberuntungan untuk Anda.
Darwin: “???”
————
[Skill] : Fireball (LV 1)
[Limit] : Universal
[Deskripsi] : Memberikan damage 200%. 10% kemungkinan mengeluarkan api besar, dan memberikan serangan 500% (cooldown 15s, waktu rilis 5s)
Tepat ketika Darwin sedang mengecek informasi, tiba-tiba suara langkah kaki semakin mendekat, kemudian sebuah suara terdengar.
“Lho, bukankah ini ketua kelas kita?”
“Kenapa? Terkejut?”
Di tangga, Ferry melihat Darwin yang sedang bengong, dia mengerti Darwin ketakutan karena mendengar suara monster.
Pada saat ini, muncul siswa kelas dari belakang Ferry dan setiap orang membawa kursi. Mereka semua memandang Darwin dengan tatapan kasihan.
Beberapa siswa merasa tidak tega melihat Darwin sendirian, karena bagaimanapun mereka masih teman sekelas, jadi mereka buka suara untuk membujuk Rizki.
“Kak Rizki, bagaimanapun Darwin juga teman sekelas kita, dia terlihat sangat kasihan, lebih baik biarkan dia bergabung saja dengan tim kita.”
“Iya Kak Rizki, kamu maafkan saja perbuatan dia yang nggak hormat padamu sebelumnya dan biarkan dia bergabung.”
“Kak Rizki, dia sangat kasihan, kelak aku janji akan membuatnya nurut padamu, kamu setuju saja……” kata salah seorang wanita.
“Baiklah.”
Rizki merasa tidak sudi, tetapi karena melihat banyak orang yang memohon, dan demi menjaga mood setiap orang, dia pun hanya bisa menganggukkan kepala. Namun, di dalam hatinya, dia merasa tidak senang terhadap orang-orang yang mengasihani Darwin.
Ini sudah di zaman apa, masih saja memberikan belas kasih. Ini sudah zaman diujung tanduk, sudah mau kiamat.
Tetapi Rizki juga mengerti, pada saat ini dia sendiri masih membutuhkan dukungan dari mereka semua. Jadi, dia hanya bisa menganggukkan kepala setuju dan membiarkan anak sialan ini untuk bergabung.
Dan dia punya cara untuk perlahan-lahan membalas Darwin.
Memikirkan hal ini, hatinya menjadi jauh lebih baik.
“Win, karena kita semua teman sekelas, kamu bisa bergabung dalam tim, tapi kami harus nurut padaku.”
Sambil berbicara, Rizki menarik Ferry ke belakang, dan turun ke bawah beberapa langkah. Namun tiba-tiba dia terkejut dan berhenti di tempat.
Karena masalah posisi tadi, dia hanya melihat Darwin. Namun saat ini, ketika dia sudah turun ke bawah, dia melihat di bawah kaki Darwin ada mayat monster.
“Apakah mungkin? Dia yang membunuhnya?” Rizki melihat sekilas dan mengerutkan alisnya.
Melihat Rizki yang tidak bergerak, beberapa siswa di atas merasa ada yang aneh. Kemudian mereka berjalan turun ke bawah dan menyadari ada mayat monster di bawah kaki Darwin.
“Di sini kenapa ada mayat monster?”
“Siapa? Kelas mana yang membunuhnya?”
“Gila, sadis sekali, kelas mana yang membunuhnya? Aku harus berkenalan dengannya!”
“……”
Semua ini berlangsung terlalu cepat, Darwin melihat pertunjukkan dari orang-orang ini, terutama Rizki dan berkata: “Bodoh!”
Rizki emosi: “Kamu……!”
Cit cit cit…!
Kebetulan pada saat ini seekor monster muncul dari lantai bawah, setelah melihat mata Darwin yang berubah merah, dia melompat dengan sekuat tenaga untuk menimpa Darwin!
“Hati-hati!”
__ADS_1
“Cepat lari…!”
Melihat monster kelinci bertelinga enam yang garang, beberapa siswa berteriak ketakutan!