
“Um?”
Darwin melihat ibu dan anak itu.
“Ya Tuhan, kamu benar-benar Darwin!”
“Bagus sekali!”
“Aku mohon tolong kami!”
Ibu itu sangat excited dan menatap Darwin dengan penuh harapan.
Karena terlalu excited, ibu ini tidak tahu harus berkata apa lagi, hanya menunjukkan rasa bahagianya.
Melihat ibu dan anak itu, Darwin hanya terdiam.
Tapi, hanya sekejap.
Detik berikutnya, Darwin mengeluarkan sebuah belati dan memberikannya kepada sang ibu, kemudian pergi.
Dia tidak dapat menolongnya.
Meskipun orang lain memanggilnya pro player Darwin, tetapi dia bukan dewa, dia hanya orang biasa saja.
Hanya saja, dia bukan orang biasa yang mudah untuk disinggung.
Pada saat ini, setiap hari selalu ada orang yang meninggal.
Orang tak bersalah yang tak terhitung jumlahnya meninggal.
Dia tidak bisa menyelamatkannya, dia hanya bisa membantu lewat cara lain.
Misalnya, belati itu, dan barang lainnya.
Setelah berjalan beberapa meter, Darwin bertemu dengan tiga ekor monster.
Tiga ekor monster yang besarnya seperti pedet. Sebelumnya dia belum pernah melihatnya.
“Riset!”
[Monster] : Warcraft hijau (normal)
[Level] : Level 3
[Deskripsi] : Setelah membunuh, ada kemungkinan 5% mendapatkan kotak harta karun putih!
“Lagi-lagi monster level tiga!”
Darwin diam-diam menggunakan skillnya, tepat ketika tiga ekor monster tersebut menyerang, dia langsung melempar serangannya.
Buk!
Belasan spikeweed muncul, seketika, tiga ekor monster tersebut terbang ke atas.
Ao Ao Ao!
Monster hijau itu menjerit, tetapi tidak mati, dan setelah melakukan beberapa kali pemberontakan, mereka berhasil terlepas dari serangan spikeweed.
Kemudian mereka kembali menyerang Darwin, hanya saja kemarahan terlihat jelas di mata mereka.
Buk Buk Buk!
Tanah sedikit bergetar, telapak kaki monster hijau menginjak tanah, mengguncang tiang jalan di dekatnya.
“Ternyata nggak mati!”
“Kalau begitu coba rasakan kehebatan pedang evergreen!”
__ADS_1
Darwin mengangkat pedang di tangannya dan setelah merenggangkan badannya, dia maju ke hadapan tiga ekor monster tersebut.
Sebelum monster hijau menyerang baik, Darwin langsung menebas mereka dengan pedangnya.
Hiatt!
Hanya sekejap.
Monster hijau terbunuh.
[Ting: Bunuh 1 monster level 3, Anda mendapatkan 10 exp, 23 token, 1 pil penambah darah, 1 kotak harta karun putih…]
Aurhh…
……
Di sebuah gedung perkantoran.
Semenjak kedatangan monster, tempat ini telah menjadi rumah bagi para monster, dengan mayat manusia di mana-mana.
Namun dengan segera, sekelompok tamu tak diundang datang ke sini.
Satu tim tiga orang, tiga pemimpin, satu wanita dan dua pria.
Jika ada yang mengenal mereka, pasti akan mengenali mereka. Ketiga orang ini termasuk dalam lima besar.
Mereka adalah peringkat kedua Bianca, peringkat ketiga Jimmy dan peringkat kelima Hariz.
“Guys, pagi ini Darwin sudah naik level lagi, sekarang dia sudah level tiga.”
Bianca melihat gedung kantor yang ada di depannya sambil berkata kepada dua orang lainnya.
Glek…
Jimmy melihat badan Bianca yang seksi, dia tidak bisa menahan untuk tidak menelan ludah, kemudian berkata dengan acuh tak acuh.
“Takut apa? Baru level tiga.”
Mendengar hal itu, Hariz yang berada di samping juga mulai menghina.
“Cih, Bianca, sekalipun Darwin sudah level 10, terus kenapa? Dia juga pasti sendirian.”
“Jangan lupa, ini dunia baru, era reorganisasi kekuasaan.”
“Mau sehebat apapun seni bela diri kamu, tetap akan takut pada orang banyak.”
Hariz menaris napas dalam-dalam, lalu menghembuskan asap rokok, dan lanjut berkata,
“Kita semua kalau bergabung ada ratusan orang, sekalipun harus menyuruh Darwin membunuh, dia juga harus membunuhnya seharian.”
“Dan talentku… heng!”
“Talentku, kamu hanya perlu memberiku tiga menit untuk memastikan dia mati!”
Melihat sikap mereka berdua, Bianca mengangguk, tapi entah kenapa, dia tetap merasa bahaya.
Mungkin, kesan yang diberikan Darwin padanya sangat misterius.
Bianca mencoba menghibur dirinya sendiri.
Karena bagaimanapun dia dan yang lain hanya mengenal Darwin dari forum.
Tapi seberapa kuat orang ini, siapa pun tidak ada yang tahu.
“Hahaha, Dek Bianca jangan takut, ada Kak Jimmy di sini, cepat atau lambar Darwin akan menjadi anak buah kita.”
Melihat Bianca tetap diam, Jimmy melihat paha Bianca terang-terangan, kemudian tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
“Aku bukannya takut, tapi di dalam hatiku merasa nggak aman. Lagipula, hal yang kita ketahui tentang Darwin hanya dari video yang ada di forum saja.”
“Kita nggak ada yang pernah ketemu dengan Darwin langsung.”
“Jangan lupa, Darwin sudah level tiga, kita masih di level satu.”
Bianca belum selesai berbicara, tetapi Jimmy memotong pembicaraannya.
“Takut apa?!”
“Bagaimanapun, Darwin hanyalah manusia.”
“Setelah kita naik ke level dua hari ini, kita akan langsung merekrut orang.”
“Dengan nama kita bertiga yang terkenal ini, takut nggak bisa merekrut orang?!”
“Benar!” kata Hariz tiba-tiba.
“Kelak kita akan dihormati oleh seluruh dunia karena sudah menyelamatkan dunia dan menjadi orang pertama yang mempunyai kekuasan besar.”
“Kelak… heng!”
“Kalau Darwin tahu diri, dan berinisiatif untuk bergabung dengan tim kita, kita bisa membiarkannya menjadi yang keempat.”
“Kalau nggak nurut, kita bisa menangkapnya, dan menjadi alat bagi kita untuk membuka kotak harta karun!”
Nada bicara Hariz sangat kejam, tapi Jimmy yang berada di samping malah menunjukkan ekspresi setuju.
Bahkan Bianca yang dari tadi diam saja pun tersenyum.
Talent keberuntungan Darwin telah membuat mereka serakah.
Perlu dikatakan talent keberuntungan Darwin benar-benar mengejutkan semua orang pada awalnya.
Dia juga memiliki equipment yang cukup banyak.
Namun.
Bagaimanapun ini adalah kenyataan, bukan novel.
Juga bukan permainan milikmu sendiri, sedangkan orang lainnya bodoh.
Sekuat apapun manusia, apakah bisa masuk surga?
Ambisi.
Pada saat ini, mereka bertiga tiba-tiba histeris.
Mereka sudah dapat membayangkan Darwin yang berlutut di bawah kaki mereka dengan gemetar, dan ribuan orang yang menyambut mereka dengan hormat…
……
Pemandangan seperti ini.
Pada saat hari ketiga dunia baru dimulai.
Semua orang sudah mulai memainkannya.
Setiap orang, terlebih mereka yang mempunyai talent kuat, tidak ingin menunduk pada orang lain.
Kemudian satu demi satu mulai merekrut pasukan.
Bahkan, situasi seperti ini juga tidak bisa terhindarkan.
Sekecil sungai dan danau, sebesar masyarakat.
Tidak peduli kapan, semua penuh dengan peperangan.
__ADS_1
Tujuannya sama, demi status yang tak seberapa itu...
…………