
Hiatt….
Auh…
Monster terakhir akhirnya mati dan muncul banyak hadiah.
Darwin mengambil tiga kotak harta karun putih dan belasan token yang muncul.
Tiga monster sama sekali tidak mendapatkan pil, hanya mendapat belasan token. Untungnya, setelah kotak harta karun dibuka, di dalamnya ada tiga macam equipment dan sebuah batu.
[Equipment] : Skin Boxer (basic level) *2
...
————
[Equipment] : Sepatu kelinci (basic level)
[Limit] : Tidak ada
[Attributes] : Ability +4
[Durability] : 100
[Deskripsi] : Konon katanya, pemilik sepasang sepatu ini telah bepergian ke seluruh kota. Di dalam kota, penuh dengan suaranya…
————
[Material] : Batu ketahanan (level 1)
[Kegunaan] : Memperbaiki ketahanan equipment 20 poin.
Darwin langsung melepaskan sepatu yang dia pakai, dan mengenakan sepatu baru.
Tiba-tiba dia merasa ada aliran panas yang muncul dan seketika seluruh tubuhnya menjadi lebih kuat.
Kemudian Darwin berlari dengan sepatu barunya dan menyadari kecepatannya jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya, bahkan reaksinya jauh lebih cepat.
Darwin sangat senang.
Melihat dua monster yang tertinggal di kejauhan, dia maju selangkah dan bergegas menuju ke arah monster itu.
Huhh……!
Orangnya belum sampai, sebuah bola api sudah membakar seekor monster.
Boom!!
Monster berubah menjadi monster bakar, hanya tersisa seekor monster berdiri diam tercengang di tempat.
[Ting: Bunuh 1 monster level 1, Anda mendapatkan 1 exp, 2 token, kotak harta karun putih 1……]
Cit, cit, cit……!
Monster menoleh dan melihat Darwin sedang menuju ke arahnya. Seketika bola matanya berubah menjadi merah, dan mulai berteriak dengan keras. Jari-jari dari kedua tangannya terentang seperti baja, mencoba menggaruk dada Darwin.
Hiatt!
Menebas menggunakan pedang panjang.
__ADS_1
Darwin merasa ketika dia akan melakukan tindakan, powernya menjadi semakin lebih kuat.
Yang mengejutkan tiga kali dari power critical strike.
Auhh……!
Pedang panjang itu menebas tubuh monster, dan seketika membuat monster hanya bisa berteriak.
Detik berikutnya, monster berhenti berteriak.
Dan meninggalkan sebuah kotak harta karun!
Pada saat ini, banyak siswa muncul di luar kelas, namun mereka semua dalam bentuk tim. Tim paling sedikit terdiri dari tujuh delapan orang, dan tim terbanyak sudah ada tiga puluh orang lebih.
Sepertinya tim di kelas.
Banyak orang telah menyadari kehebatan Darwin.
“Cepat lihat, siapa bocah yang ada di sana, dia hebat sekali?”
“Bocah ini bisa-bisanya melawan dua monster seorang diri!”
“Aku juga memiliki talent fireball, dan aku masih di level E. Lihat punyaku.” Kata salah satu siswa tidak senang.
Siswa itu berjalan keluar dari kelompoknya, lalu membentuk bola api seukuran kepalan tangan. Dia merasa sangat canggung, namun tetap melempar bola api itu dengan kesal.
Bola api itu meleset tepat di tubuh seekor monster dan menghanguskan rambut hitam monster tersebut…
Siswa-siswa yang melihat siswa ini mempermalukan dirinya sendiri tertawa terbahak-bahak.
“HAHAHAHA…”
“Aduh, nggak kuat, aku ketawa sampai air mataku mau keluar.”
“Tolong aku!!”
Monster yang menerima serangan bola api itu mengamuk dan menyerang balik. Hanya sekali serangan saja, sudah berhasil membunuh siswa itu. Siswa itu tercabik-cabik seperti kertas robek, tubuhnya terpisah-pisah. Setelah itu, monster pun mulai menggerogotinya.
Situasi ini sudah terjadi beberapa kali.
Banyak orang yang melihat Darwin membunuh monster seperti sedang memotong sayur, jadi mereka pun menganggap remeh monster.
Pada akhirnya, mereka semua mati di tangan monster.
Sebenarnya monster kelinci bertelinga enam level satu ini sangat hebat, kecepatanya juga sangat cepat, hanya saja kekuatan fisiknya lemah.
Pada periode ini, selama semua orang lebih berhati-hati dan dapat bekerja sama, rata-rata pasti bisa selamat.
Sayangnya, menurut statistik tidak lengkap ini, ada ratusan juta orang yang mati di tangan monster level satu. Itu berarti, di antara ratusan orang, ketika mulai, ada tujuh atau delapan orang mati di tangan monster level satu.
Data ini sangat menakutkan, jangan lupa, jarak menyambut hari kiamat dan monster ini baru berlalu tiga jam!
……
Kerumunan di sekitar menyaksikan Darwin yang sedang mengambil kotak harta karun, kemudian muncul lagi empat monster dari belakang.
“Menurutku, pria hebat ini pasti berhasil mendapatkan talent keberuntungan.”
Kata seorang anak pintar dengan pasti setelah melihat Darwin berhasil mendapatkan kotak harta karun setiap membunuh monster.
__ADS_1
“Setuju, setidaknya talentnya pasti di atas level B.”
“Bro, sadarlah, keberuntungan ini, setidaknya pasti talent level S……”
“Aku benar-benar iri……”
“Tim terbanyak yang di samping itu sudah membunuh enam monster. Tapi tetap kalah dengan yang seorang diri, itu berarti keberuntungannya nggak sebaik dia. Mereka sudah bunuh enam monster, tapi satu kotak harta karun nggak ada. Keberuntungan tim ini, benar-benar……”
“Hah, aku ingin sekali satu tim dengan orang itu. Aku nggak akan meminta apa pun, aku akan membunuh monster itu, lalu dia memberikan serangan terakhir. Pembagian equipment nya 1:9……”
“Aku ada seorang adik perempuan, menurut kalian, dia mau nggaknya membawaku?”
“Persetan!”
“……”
Seketika, bayangan Darwin membunuh monster terus terbayang-bayang di dalam benak semua orang.
Tetapi kebanyakan orang sudah mulai merekam adegan ini, kemudian membuka sistem dan membuat keributan di [Forum].
Di depan kelas.
“Gila! Darwin hebat banget!” Bagas tercengang melihat bayangan Darwin yang membunuh monster.
“Iya, nggak disangka, ketua kelas kita ternyata begitu hebat. Sendiri lawan empat, bahkan dia membunuhnya dengan begitu mudah!” kata seorang wanita dengan masam dan kecewa.
“Kita 30 orang lebih, susah payah seharian hanya membunuh tiga ekor saja, bahkan masih mati tiga orang teman, tapi ketua kelas sendirian…”
“Ketua kelas……”
Pada saat ini, siswa semester lima kelas E ini mulai merasa kesal dan galau.
Kalau saja kala itu mereka bersikeras mendukung Darwin, dengan begitu saat ini mereka bisa satu tim dengan Darwin. Hanya mengambil harta karun saja sudah bisa mengambilnya hingga tangan lemas.
Krek…!
Rizki memegang tongkat di tangannya hingga mengeluarkan suara. Seandainya saat ini ada orang yang berdiri dihadapannya, pasti sudah dapat melihat betapa masamnya ekspresi wajahnya saat ini.
Karena rasa benci yang sangat besar, percikan rasa cemburu muncul di matanya. Dia menatap sosok Darwin dalam-dalam.
“Darwin!!”
Krek, krek…!
Rizki menggeretakkan giginya hingga sudut mulutnya dipenuhi darah, namun dia mengabaikannya.
Di dalam matanya hanya ada Darwin.
Dia bersumpah, cepat atau lambat dia akan menghabisinya!
Ketika semua orang sedang menyaksikan Darwin membunuh empat monster, tiba-tiba terdengar sebuah suara raungan yang sangat kencang hingga membuat semua orang terkejut.
Seekor monster yang lebih besar dari monster kelinci bertelinga enam muncul.
Bum... bum... bum...!
Empat telapak besar monster tersebut mendarat sambil mengguncang lantai, dan juga menyadari keberadaan Darwin.
Aumm!
__ADS_1
Monster tersebut meraung dan bergegas menghantam Darwin!!!
……