Kesadaran Bangsa: Tingkat Keberhasilanku 100%

Kesadaran Bangsa: Tingkat Keberhasilanku 100%
Konflik, Bunuh


__ADS_3

Huh……!


Monster tersebut berlari kencang hingga mengeluarkan suara angin kencang layaknya anjing pemburu. Sepertinya ada sebuah batu yang sangat besar akan menghantam Darwin.


Di dalam balutan suara yang sangat kencang, tubuh Darwin terlihat semakin mengecil.


Ketika beberapa siswa melihat penampakan ini, mereka berteriak. Beberapa siswi yang penakut pun menutup kedua mata mereka, tidak berani melihat adegan tragis Darwin dibunuh.


Rizki malah menyipitkan kedua matanya dan sama sekali tidak merasa kasihan. Posisinya saat ini, jika dia mengulurkan tangan, setidaknya masih bisa menyelamatkan Darwin. Tapi dia tidak melakukannya, dia malah merasa sangat senang.


Bahkan, Ferry yang berada di belakangnya juga tersenyum sinis dan sangat ingin melihat adegan Darwin diterkam.


“Heng! Pergi matilah!”


“Siapa suruh kamu selama ini sangat belagu!”


“Di dunia baru yang akan datang ini, kamu masih tidak tahu diri.”


“Semua ini karena ulahmu sendiri!”


Perasaan hati Ferry sedikit lebih enak, matanya sama sekali tidak berkedip untuk melihat semua ini dengan jelas.


Peng!


Hiatt!!


Terdengar suara yang sangat keras. Ferry terbelalak dan Rizki juga merasa terkejut.


Semua orang tercengang!


Darwin tidak mati, sebaliknya… dia membunuh monster tersebut dengan kapak!


Ini…?


Belum sempat semua orang bereaksi, mata mereka sudah berbinar-binar.


“Kotak harta karun!”


“Oh my God, ini harta karun yang dikatakan host?”


“Masih ada sebuah pil!”


“……”


Semua orang tercengang melihat kotak harta karun yang bersinar muncul di lantai.


Rizki mulai bernapas dengan cepat. Melihat harta karun yang ada di lantai, di dalam hatinya ada keinginan untuk merebut, tetapi dia tidak punya alasan untuk merebutnya. Hatinya sangat kacau.


Dia hanya bisa melihat Darwin membungkuk dan mengambilnya. Kotak harta karun menghilang, kemudian di tangan Darwin muncul sebuah pedang panjang.


Sebuah pedang panjang berwarna merah yang sangat elegan, dan di ujung pedang itu tampak cahaya putih yang bersinar.


Kelihatannya sangat hebat.


“Letakkan pil dan pedang itu!”


Tiba-tiba terdengar sebuah teriakan yang sangat panik. Suaranya terdengar bergetar.


Ferry berjalan maju beberapa langkah, tatapan matanya sangat excited. Tertarik karena merasa ada sesuatu yang aneh, kedua matanya pun memerah.


Tubuhnya sedikit bergetar. Ferry melihat pedang dan pil yang ada di tangan Darwin dan berkata dengan gembira: “Kak Rizki, ini semua berkat kita.”


“Kalau kita nggak berdiri di belakang Darwin, anak ini pasti sudah mati dibunuh monster.”


“Jadi seharusnya dibagi rata, pedang dan pil ini seharusnya milik kita.”


“Betul! Karena kamu bagian dari tim ini, berarti barang yang kamu dapatkan juga bagian dari milik kami!”


“Darwin, sini serahkan pil dan pedangnya!”


“Cepat serahkan!”


Beberapa orang berteriak dengan mata memerah.

__ADS_1


Tetapi sebagian orang lainnya masih mengerutkan kening dan menyaksikan semua ini.


“Ngapain kamu bengong!!”


Belum selesai Rizki berbicara, Ferry sudah tak sabar dan menghampiri Darwin. Di dalam pemikirannya, setelah dia merebutnya, Rizki pasti akan memujinya, lalu membagikan pil dan pedang untuknya. Maka dari itu, dia sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi dan tidak ingin kesempatan ini pada orang lain.


“Serahkan!”


Belum sampai di depan Darwin, Ferry sudah mengangkat tongkat di tangannya, memperlihatkan ekspresi wajahnya yang garang. Dan ternyata mengarah ke kepala Darwin.


Namun, belum sempat Ferry mendekati Darwin, tiba-tiba sebuah pancaran bola api muncul dari mata Darwin. Sebuah bola api yang sangat besar.


Bola matanya mengecil dan seluruh tubuh Ferry merinding!


“Tidak…….!” Belum selesai berbicara, suara putus asa itu sudah tidak terdengar.


BAMM!


Ferry yang awalnya bergegas keluar, dengan cepat terbang kembali. Dan sekujur tubuhnya menempel di dinding. Kemudian, tercium aroma gosong, membuat seluruh siswa bergidik ketakutan.


Yang mereka rasakan ketika melihat Darwin saat ini hanyalah perasaan dingin.


“Tuk, tuk, tuk!” Semua orang perlahan berjalan mundur. Rizki juga ketakutan hingga berjalan mundur, matanya pun memancarkan tatapan mengerikan.


Darwin tersenyum sinis, ‘Apakah masih ada yang berani merebut?’


Darwin tidak mengatakan apa-apa melihat teman-temannya ini. Awalnya dia berniat membantu mereka ketika merasa cukup kuat untuk melindungi diri sendiri. Namun, melihat kondisi saat ini, sepertinya dirinya terlalu baik…


“AHH…!!!”


Tidak ada yang berbicara, hanya terdengar suara teriakan beberapa wanita.


Namun sekarang, seluruh kampus penuh dengan suara teriakan dan tangis sebelum mati.


Tidak ada yang peduli.


Darwin berbalik badan dan pergi. Di lantai ada beberapa token, dia pun tak lupa untuk mengambilnya dan tidak menyisakan satu pun.


“Darwin…bunuh orang…”


……


[Perlengkapan] : Pedang (basic level)


[Limit] : Tidak ada


[Attributes] : Power +4


[Durability] : 100


[Deskripsi] : Pedang panjang yang tajam, berasal dari negara zaman kuno!


————


[Pil] : Pil pemulihan energi


[Khasiat] : Perlahan-lahan dapat memulihkan stamina dalam tubuh.


“Qiang!”


Darwin mengangkat pedang panjang di tangannya dan menebas ke arah kapak api yang ada di lantai. Seketika, kapak tersebut terbelah menjadi dua tanpa ada suara apapun layaknya memotong tahu.


“Sistem, bagaimana pembagian equipment setiap level?”


Darwin terkejut melihat pedang tajam yang ada di tangannya. Ini baru equipment level awal, itu berarti equipment dengan level lebih tinggi akan setajam apa?


Memikirkan hal ini, Darwin pun bertanya pada [Sistem Wizard].


[Ting: Pembagian equipment setiap level sebagai berikut, basic level, bronze level, silver level, gold level…]


Selesai mendengarnya, Darwin berharap, seandainya dirinya bisa mendapatkan equipment bronze level, berarti……


Daripada hanya terharu lebih baik bertindak.

__ADS_1


Darwin berjalan ke kelas di lantai bawah.


Ketika berjalan ke bawah, ada belasan monster di depan mata, dari kejauhan ada puluhan monster.


Sangat buram.


Tiga monster membuka mulutnya lebar-lebar dan bergegas menuju ke arah Darwin.


Argh……!


“Fireball!”


Darwin segera membentuk bola api di tangannya. Sebelum monster mendekat, sebuah bola api yang sangat besar muncul dan mengenai tubuh monster tersebut.


Monster itu bahkan tidak sempat bereaksi dan langsung terpental keluar.


[Ting: Bunuh 1 monster level 1, Anda mendapatkan 1 exp dan 4 token]


[Talent level dewa diaktifkan, mendapatkan 1 kotak harta karun putih]


Setelah menghabiskan seekor monster, Darwin tidak menunggu monster lainnya datang, melainkan langsung maju ke depan.


Hiatt!


“Qiang!”


Darwin mengayunkan pedang yang ada di tangannya dan dengan sekuat tenaga menebas.


Seketika, seekor monster lainnya dipenggal.


[Talent level dewa diaktifkan, (basic attack) triple kill!]


[Ting:  Bunuh 1 monster level 1, Anda mendapatkan……]


[Talent…………]


Di lantai muncul dua kotak harta karun dan beberapa token!


……


Di lorong tangga.


Setelah Darwin pergi, suasana Rizki dan timnya sedikit canggung. Baru saja mereka turun dari tangga, seekor monster naik ke atas dan bertemu dengan tim mereka.


Cit, cit…!


Monster itu membuka mulut lebar-lebar dan langsung menyerang mereka.


“Biarkan aku yang melawannya!”


Seorang pria dengan badan besar maju, tangannya membawa tongkat yang tebal, lalu memukul tubuh monster.


Sekali pukulan ini, pria tersebut melihat kotak harta karun dan pil muncul. Senyuman bahagia terlihat dari bibirnya.


Seketika dia membuka di sana.


Bam!


Dada pria tersebut ditendang. Monster tersebut belum mati, sebaliknya, pria tersebut terlempar jauh ke belakang dan tidak bernafas lagi.


Semua orang terkejut dan ketakutan melihat lubang seukuran kepalan tangan di dada pria tersebut.


Pada akhirnya, Rizki maju, mengandalkan talent yang dia punya dan bantuan tiga atau empat teman sekelasnya untuk membunuh monster tersebut.


Setelah membunuh monster tersebut, semua orang merasa bingung.


“Kenapa ketika Darwin membunuh monster terlihat begitu mudah?”


“Sedangkan mereka perlu bekerja sama untuk membunuh satu monster?”


Tiba-tiba.


Sebuah tebakan muncul di dalam hati semua orang.

__ADS_1


“Talent Darwin, pasti lebih tinggi daripada talent Rizki yang level A!”


………


__ADS_2