Kesadaran Bangsa: Tingkat Keberhasilanku 100%

Kesadaran Bangsa: Tingkat Keberhasilanku 100%
Pedang Bronze, Pamer Kehebatan


__ADS_3

[Daftar peringkat]


Peringkat pertama, Darwin: Level 3


Peringkat kedua, Bianca: Level 1


Peringkat ketiga, Jimmy: Level 1


Peringkat keempat, Raihan: Level 1


Peringkat kelima, Hariz: Level 1


Peringkat keenam,…….


…….


Begitu melihat daftar peringkat, Darwin menyadari sudah ada 30 orang lebih yang masuk daftar peringkat setelah melewati satu malam.


Hanya dalam satu malam, tiba-tiba muncul begitu banyak orang.


“Apakah mereka nggak istirahat?”


Darwin sedikit bingung.


Tapi ada hal yang tidak diketahui Darwin ketika semua orang menyadari dia sudah naik level tiga.


Banyak orang mulai bertanya-tanya.


“Anak ini, nggak perlu istirahat?!”


Semua orang sudah merasa bosan. Setiap hari menyaksikan kemunculan Darwin dengan cara yang berbeda, membuat mereka menjadi terbiasa.


Meskipun baru tiga hari, tetapi jika Darwin tidak melakukan sebuah keajaiban hari itu, mereka malah merasa aneh.


Mungkinkah dia yang mengatur kedatangan monster itu?


Banyak orang yang merasa bingung.


Tiba-tiba, di bawah jembatan layang, terdengar sebuah suara.


Belasan spikeweed muncul dan langsung membunuh beberapa monster anjing.


Bagi Darwin saat ini, monster anjing tidak ada bedanya seperti memotong sayur dan buah.


Hanya perlu menggunakan satu skill, dia sudah membunuhnya dalam hitungan detik.


Darwin tersenyum melihat sebuah kotak harta karun yang muncul, baru saja dia ingin mengambilnya, tiba-tiba…


Chi, chi, chi…


Seekor monster yang bentuknya sangat aneh muncul.


Tubuh monster ini panjang, pendek, bagian belakang ada ekor yang panjang, seluruh badannya dipenuhi bulu yang panjang dan bersinar.


“Riset!”


[Monster] : Tikus pemakan tulang (normal)


[Level] : Level 3


[Deskripsi] : Monster yang sangat kejam, setelah melewati lorong, tiba-tiba dia menyadari bahwa sumsum tulang manusia sangat enak (ada kemungkinan 5% mendapatkan kotak harta karun putih)


“Monster level tiga?”


Ekspresi Darwin berubah serius melihat monster tikus pemakan tulang dari kejauhan. Ini pertama kalinya dia bertemu dengan monster level tiga.


Hari ini, setelah naik level menjadi level tiga, exp Darwin menjadi 600.


Itu berarti, saat ini dia butuh 600 exp untuk mencapai level empat.

__ADS_1


Jikalau monster kelinci bertelinga enam, berarti dia harus membunuh 600 ekor baru bisa mencapai level empat.


Chi!


Ketika Darwin sedang mencari tahu informasi mengenai monster tikus ini, monster tikus ini sudah beraksi.


Kecepatannya super cepat.


“Spikeweed!”


Belasan spikeweed muncul di bawah kaki monster tikus.


Sayangnya, tubuh monster tikus ini sangat lincah, hanya dengan sekali menghindar dia sudah lolos dari serangan Darwin.


“Um?”


Darwin terkejut, ini pertama kalinya ada monster yang berhasil menghindar dari serangan spikeweed.


Sepertinya kekuatan monster level tiga lebih kuat daripada pemimpin monster kelinci.


Melihat monster tikus yang menyerang, Darwin mengeluarkan pedang, kebetulan dia mendapatkan pedang bronze.


Pedang Evergreen.


Pedang tersebut tampak bersinar dengan cahaya perunggu. Kemudian Darwin langsung menebas monster tikus dengan pedang tersebut.


“Tebas!”


Hiattt!


[Ting: Bunuh 1 monster level 3, Anda mendapatkan 10 exp, 20 token, 1 pil pemulih energi, 1 kotak harta karun putih……]


Monster tikus yang terbelah dua mendarat di lantai.


Darwin melongo.


“Ini……”


Dia tidak menyangka, monster tikus level tig aini ternyata begitu rentan.


Hanya satu kali tebasan sudah terbelah menjadi dua seperti ini.


Ini…tidak mungkin!


“Mungkinkah…??”


Darwin tiba-tiba teringat sesuatu, dia membuka tas penyimpanan dan sesuatu ada di tangannya.


Krekk!


Dengan menggunakan sedikit tenaga, barang basic level itu langsung dengan mudahnya tertusuk oleh pedang evergreen seperti tahu.


“Wow, ini keren sekali.”


Darwin tercengang.


Karena kemarin dia terlalu fokus untuk menyembuhkan luka-lukanya, dia tidak sempat mempelajari kegunaan pedang itu.


Siapa sangka ketika mencobanya hari ini, pedang evergreen ini begitu tajam.


Darwin terlalu bersemangat hingga mengeluarkan lima barang lagi dari tas penyimpanannya dan ditumpuk menjadi satu. Kemudian sekuat tenaga menebas barang-barang tersebut.


Hiatt!


Dia pun mulai menebas nya.


Wow…


Empat barang langsung terbelah menjadi dua, sedangkan barang yang paling bawah hanya meninggalkan jejak goresan pedang dan tidak terbelah.

__ADS_1


“Pedang kesayangan!”


Dengan adanya pedang ini, kelak apa bedanya monster level tiga ini dengan monster level satu dan dua?”


Kali ini Darwin benar-benar sangat senang.


Kemudian mengambil semua kotak harta karun, kemudian berbalik badan dan pergi.


Pada saat ini sudah tidak ada monster, kecepatan Darwin meningkat pesat.


Piuhhh~


Setelah memperkuat dirinya, sekarang kecepatan Darwin telah meningkat drastis.


Setelah mencoba untuk berlari kencang, Darwin merasa seluruh benda di sekitarnya seolah bergerak mundur dengan cepat, dan telinganya seperti ada angin bertiup kencang yang tak berhenti.


Hanya dalam waktu sekejap, Darwin sudah berlari beberapa ratus meter.


Kebetulan di depan muncul beberapa ekor monster anjing level kuat sedang mengaum.


Saat ini, mata Darwin dapat melihat sesuatu yang sangat jauh dan sangat jernih.


Dia sudah melihatnya dari jauh, beberapa monster itu mengelilingi seorang ibu dan anak perempuannya.


Dan ada belasan mayat yang tergeletak di samping ibu dan anak perempuannya.


Mungkin bagian dari tim mereka.


Sosok Darwin sudah berada di depan monster anjing dalam sekejap.


Kemudian dia menebas seekor monster dengan pedangnya hingga akhirnya monster tersebut terbunuh.


Aurhh!


Ketika tiga monster yang tersisa melihat Darwin, mereka meraung dan menyerang.


“Cari mati!”


Darwin tersenyum sinis, dia memutarkan pedang di tangannya dan langsung menebas mereka semua.


Seperti sedang memotong rumput, salah satu kepala seekor monster dipotong begitu saja.


Darah segar muncrat ke mana-mana hingga mengenai ibu dan anak perempuannya.


Mereka berdua tampak tercengang.


Menurut mereka, mereka tidak menyadari tiba-tiba muncul seseorang di sana. Kemudian dia membunuh seekor monster anjing yang tampak sangat ganas bagi mereka dalam sekejap.


Perlu diketahui, beberapa waktu yang lalu, tim mereka ada belasan orang. Salah satunya ada talent dengan level B. Tapi orang itu malah mati begitu saja di tangan monster anjing itu. Dibunuh mati dan digerogoti.


Dan sekarang.


Tiba-tiba muncul seorang pemuda bertopeng.


Pada saat kemunculannya, dia sudah membunuh seekor monster anjing versi kuat.


Dan ketika ibu dan anak ini menyadarinya, pemuda bertopeng itu sudah membunuh seekor monster lagi.


WOW!


Melihat dua monster yang tersisa menyerang pria bertopeng dari belakang, sang ibu membuka mulutnya lebar-lebar, ingin mengingatkannya. Namun, dia malah melihat pemuda bertopeng tersebut sudah membalikkan badan dan membunuh dua monster yang terbang tinggi.


Hanya dalam hitungan detik.


Kondisi bahaya ibu dan anak perempuannya sudah teratasi oleh pemuda misterius bertopeng ini.


Empat kotak harta karun mendarat di bawah.


Sang ibu menarik tangan anak perempuannya berniat untuk berterima kasih, tiba-tiba, dia merasa pemuda bertopeng itu terlihat tidak asing.

__ADS_1


Dan tanpa sadar berkata: “Darwin?”


__ADS_2