
Monster berekor tiga warna mengaum.
Melihat bayangan Darwin, dia tampak berani, sehingga dia mengaum untuk meminta anak buahnya untuk pergi membunuh.
Aurhh!!
Monster anjing yang menerima perintah itu, seolah sudah mempersiapkan semuanya, dan bergegas menyerang ke arah Darwin.
Sedangkan monster berekor tiga warna juga menyerang Darwin dengan cakar tajamnya.
Aurh!!
Tampaknya seperti sedang menunjukkan keberanian di depan anak buahnya atau sedang menakuti Darwin. Monster berekor tiga ini mengaum dengan keras hingga memecahkan kaca di kedua sisi jalan.
Prang.
Ada juga beberapa papan reklame yang sudah lapuk selama bertahun-tahun.
Seketika bahaya melanda…!
Waktu hampir habis, pedang di tangan Darwin mulai mengayun, dan muncul cahaya berbinar.
Hanya dalam beberapa detik.
Hiatt hiatt!!
Empat ekor monster anjing terbunuh dengan ganas.
Hanya menyisakan sebuah kotak harta karun dan token.
Ketika ada kesempatan.
Darwin juga melihat sekelompok monster sedang berlari ke arahnya, dan juga monster berekor tiga itu.
Menghadapi monster berekor tiga yang masih belum diketahui, Darwin merasa tidak yakin. Setelah dia menelan pil penambah darah, dia pun melihat sekeliling.
Pada saat ini, Darwin berjalan melewati toko-toko kecil yang ada di kedua sisi.
Tiba-tiba, Darwin melihat sebuah tangga dari begitu banyak toko.
Dan seketika sebuah strategi muncul di benaknya.
Melihat sekelompok monster yang berjarak kurang dari 150 meter dari dirinya, Darwin tidak memilih untuk memberontak, tetapi menggunakan kecepatannya untuk naik ke lantai atas.
Melihat Darwin kabur, monster yang berada di belakang mulai mengaum dengan keras dan merubah rute jalan untuk menghalangi Darwin.
Tangga ini sangat sempit, dan tubuh monster anjing itu lumayan besar.
Darwin memancing pertarungan tersebut ke tangga yang sempit, setidaknya dapat mengurangi dirinya untuk melawan sekelompok monster tersebut.
Kalau hanya belasan monster anjing, Darwin sejak awal bisa menggunakan skill ice world dan menggunakan pedang evergreennya.
Tetapi karena ada satu monster yang tidak ketahui, dia merasa tidak yakin. Bagaimanapun, hanya ada satu nyawa, jadi dia harus menjaganya baik-baik.
Baru saja Darwin menaiki tangga, monster yang berada di belakangnya langsung mengejar dan membuka mulutnya lebar-lebar.
Hiatt! Pedang yang di tangannya bersinar terang.
Monster anjing yang berada di belakangnya kehilangan nyawanya.
[Ting: Bunuh 1 monster level 2, Anda mendapatkan 6 exp, 22 token, 1 kotak harta karun putih!]
“Majulah!”
Darwin menaiki tangga, pedang di tangannya mulai menebas dan membunuh seekor monster anjing.
Pada saat ini, Darwin mengambil kesempatan yang ada dan samar-samar melihat sekilas monster berekor tiga warna.
Tetapi, monster berekor tiga ini tidak menyerangnya seperti sekelompok monster lainnya.
Setelah beberapa lolongan, dia melihat ke bawah tangga dan ternyata mereka tidak bergerak maju.
“Pintar sekali pemimpin monster ini?”
Pikiran itu terlintas di benaknya, dan tatapan mata Darwin berubah menjadi curiga.
__ADS_1
Ternyata, jarak antara dirinya dan monster berekor tiga itu hanya sepuluh meter.
Darwin segera melakukan riset terhadap monster tersebut.
Detik berikutnya.
Informasi monster anjing muncul di depan.
[Monster] : Monster anjing (pemimpin)
[Level] : Level 2
[Deskripsi] : satu-satunya pemimpin monster anjing, memimpin semua monster anjing, setelah dibunuh 100% mendapatkan kotak harta karun putih (5% kemungkinan mendapatkan kotak harta karun bronze)
Setelah melihat informasinya, Darwin terkejut.
“Ternyata pemimpin monster anjing!”
“Dengan begitu, setelah aku membunuhnya, aku bisa mendapatkan kotak harta karun bronze!”
Darwin menjilat bibirnya, dan membunuh seekor monster anjing yang menyerangnya.
Pedang evergreen perunggu ini sangat hebat, sekarang dia sudah mengetahui dengan jelas.
Penambahan double attribute, membuatnya mendapatkan 32 exp. Bahkan saat ini dia bisa membunuh monster ini layaknya sedang memotong buah dan sayur.
Semua ini.
Hanya demi membuka sebuah kotak harta karun bronze.
Dan sekarang di hadapannya muncul pemimpin monster yang bisa memberikan kotak harta karun bronze.
Bagaimana mungkin dia tidak tergerak hatinya?!
Mengenai peluang 5% itu otomatis diabaikan oleh Darwin.
Bercanda, talentnya memiliki persentase keberhasilan 100%, dan juga satu-satunya talent dengan level dewa.
Bahkan jika ada kemungkinan 0,00000….1%, tapi yang ada di depannya ada 100% mendapatkannya.
Aurhh!!
Hiatt!
Mungkin karena demi mengejar harapannya, pedang di tangan Darwin juga mulai terangkat dengan cepat.
Meskipun monster anjing di lantai sudah sangat berusaha, tetapi mereka tetap tidak bisa menyentuh Darwin.
Tangga yang sempit ini hanya bisa dilewati oleh dua monster secara berdampingan, sedangkan monster anjing yang berada di belakang hanya bisa berbaris dan berteriak dengan tergesa-gesa.
Apa yang terjadi di sini, bahkan hingga menarik perhatian orang-orang di sekitar…
……
Di atas gedung.
Clarissa terkejut mendengar suara jeritan di depan.
Tidak tahu apa yang terjadi dengan para monster hari ini. Dia berdiri dari balkon, berjalan ke jendela salah satu kamar tidur. Lalu menggunakan teleskop untuk melihat penyebabnya.
Dengan cepat, dia mengunci pandangannya. Dia melihat sekelompok monster anjing. Sekelompok monster anjing yang gila sedang berkerumun di tangga.
“Ini…?”
Samar-samar, Clarissa punya firasat.
Darwin datang.
Kalau tidak, selain Darwin, siapa yang berani menarik perhatian sekelompok monster anjing ini.
Intuisi yang tidak dapat dijelaskan ini membuat Clarissa menantikan…
……
“Gila, apa yang terjadi pada monster-monster itu?”
__ADS_1
“Guys cepat lihat, apakah monster-monster itu sudah gila?”
“Sayang, cepat lihat para monster ini menyerang gedung!”
“……”
Kerumunan di sekitar bersandar di jendela dan menonton dengan diam-diam, tidak mengerti apa yang terjadi pada para monster ini.
……
Aurhh!
“Tebasan meteor!”
Bum!
Muncul cahaya tipis di udara, kemudian dengan cepat sudah menebas beberapa monster anjing hingga terbelah menjadi dua.
Serangan itu menabrak dinding dan tangga. Hingga dalam seketika dinding tersebut runtuh dan tangga pun retak.
Jangan lupa, tangga ini terbuat dari beton.
Tebasan ini, juga memperlihatkan betapa hebatnya kekuatan Darwin saat ini!
[Ting: Bunuh 3 monster level dua, Anda mendapatkan 18 exp, 65 token, 3 kotak harta karun putih!]
Notifikasi sistem muncul.
Aurhh!
Penyerangan kali ini membuat para monster anjing semakin emosi.
Beberapa monster anjing yang tersisa juga langsung menyerang Darwin dengan gila-gilaan.
Melihat hasil yang disebabkan oleh tebasan meteor, Darwin segera naik ke satu lantai.
Karena bagaimanapun, tangga lantai ini sudah tidak terlalu kuat.
"Hembuskan~tarik~hembuskan~hembuskan~!"
Darwin mengambil napas beberapa kali, dan melompat setengah lantai dengan lompatan.
Pada saat ini, Darwin sudah berada di lantai empat, dan monster anjing yang tersisa sudah kurang dari sepuluh.
Jika tidak ada hal lain yang terjadi, maka pertarungan ini akan berakhir di lantai ini.
“Eh?”
Darwin tiba-tiba teringat pada pemimpin monster anjing.
Sepertinya setelah menaiki tangga, dia sudah tidak melihat pemimpin monster anjing itu.
Kemudian dia mulai memikirkan beberapa perilaku monster tersebut. Darwin tiba-tiba merasa monster itu cukup pintar.
Dia menggunakan tiga ekor monster anjing untuk menjelajahi jalan. Kemudian, setelah berpikir setengah menit, dia mengirim belasan monster untuk melakukan penyerangan. Setelah orang menyadari keberadaannya, seluruh pasukkan mulai melakukan penyerangan.
Lalu berdiam diri di luar tangga dengan penuh waspada, dan membiarkan pasukannya yang bersusah payah.
Memikirkan hal ini, seandainya dia menunjukkan dirinya tidak sanggup, apakah pemimpin monster itu akan turun tangan langsung untuk membunuhnya?
Jika dilihat-lihat, ini semua tampak seperti sebuah strategi.
Meskipun strategi semacam ini di mata Darwin tetap kurang pintar.
Memikirkan semua ini, Darwin berjalan mendekati jendala tangga dan melihat keluar, ingin melihat pemimpin monster anjing.
Namun begitu melihatnya.
Dia hampir menjatuhkan rahangnya…!!
……
__ADS_1