
Nak,,, ayahmu kemana? kok sendirian saja?ujar pak sopir ambulance memecahkan lamunan guru Joon.
Oh itu pak ayah saya dan adik saya bawa motor jadi mereka berdua pakai motor pak,,, ujar guru Joon.
Oh ya nak rumah mu di mana saya antar kan dengan jenazah ibu mu tukas pak sopir ambulance.
Oh rumah saya di Jalan XXXX pak. Ujar guru Joon.
Hampir sampai di kediaman almarhumah sopir ambulance bertanya kembali.
Oh ya nak,,, kenal dengan pak ustad Seouk?.supir bertanya kepada guru Joon.
Dan guru Joon menjawab,,, iyah pak itu masih tetangga saya tapi beda rt. saja. Tukas guru Joon.
Bapak mengenali pak Ustad Seouk? guru Joon bertanya kembali ke pak sopir tersebut.
Iyah nak bapak mengenali Ustad seouk,,, beliau teman bapak dan satu profesi dengan bapak kami shift - shiftan. Tukas pak sopir ambulance tersebut.
Nak apakah itu almarhumah ibumu? pak sopir bertanya kembali dengan guru Joon.
__ADS_1
Guru Joon menjawab,,, iyah pak itu ibunda saya yang amat saya cintai saya bangga dengan sosok beliau yang hangat dan penuh perhatiaan dan kasih sayang.
Oh ya nak ini habis dari sini ke mana lagi yaa??. Ujar pak sopir.
Guru Joon menjawab itu pak lurus terus ada pertigaan belok kiri pak.
Oh pertigaan itu ya nak bentar lagi sampai. ujar pak sopir.
Guru Joon masih melamun apa jadinya bila ia hidup tak ada ibunda di samping nya.
Tak terasa air mata jatuh dan bercucuran tak kuasa hati ini hancur lebur bak es yang meleleh. Guru Joon masih memikirkan penyemangat hidup nya sudah tiada.
Hanya beliau lah satu - satu nya keluarga ibunda nya yang mendukung cita - cita guru Joon dan keluarga nya. Beliau bukan hanya mendukung berupa non materil tapi setiap semesteran beliau lah mengirim kan uang untuk dirinya berkuliah.
Uwa satu - satu nya yang ia cintai setelah ibunda nya. Masih terbayang akan wajah hangat nya, kasih sayang nya. Dua orang sekaligus penyemangat guru Joon sudah tiada.
Bak di sambar petir di siang bolong. Guru Joon ingin menangis tapi tak bisa guru Joon menahan tangisan itu. Setelah beberapa lama akhir nya sampai di kediaman ibunda tercinta.
Suara sirine memekakan telinga dan tetangga pun menghampiri di kediaman ibunda tercinta. Salah satu tetangga guru Joon menghampiri dan membantu membereskan perabotan seperti meja dan kursi.
__ADS_1
Ayahanda dan adik nya belum datang sehingga sopir ambulance menunggu kehadiran nya. Selang beberapa menit kemudian ayahanda dan adik nya datang.
Ayahanda berjalan bergontai lemas tak berdaya sampai - sampai kunci motor Pak Kim ayahanda guru Joon hilang,,, entah kemana rimba nya.
Setelah itu ayahanda dan pak sopir segera menurunkan jasad ibunda nya. Dan warga sudah pada datang segera mengumumkan meninggalnya ibunda tercinta.
Tetangga yang mengenal guru Joon segera memeluk guru Joon dan di situlah guru Joon menumpah kan air mata yang sudah ia bendung di dalam ambulance tak kuasa guru Joon melihat jasad ibunda nya ada di depan mata nya.
Ya rabb apa salah ku mengapa engkau mengambil orang yang hamba sayangi dan kasihi 😭😭😭
Sekian dulu yaa para readers ku tercinta jangan lupa like👍🏻
comment✍🏻
vote😎
dan love yaa 😍
jangan jadi readers bayangan loh yaa dosa di bulan puasa 🤣🤣🤣
__ADS_1