
Almarhumah sudah tiba di kediaman nya,,, guru Joon beserta keluarga dan tetangga lain nya saling membantu menyiapkan peralatan mandi, kain kafan dan sebagainya.
Ayahanda menyiapkan peralatan seperti gayung ember selang dan lain sebagainya dan juga menyiapkan kembang tujuh rupa air mawar, wewangian.
Kerabat almarhumah dan kerabat ayahanda mulai berdatangan,,, tangisan mulai pecah kembali saat bibi dari ayahanda tercinta datang untuk menguatkan kembali bahwa ada anak tercinta di sampingnya.
Tak terasa almarhumah siap untuk di mandikan peralatan sudah di siapkan dan lebe perempuan pun datang lebe tak menyuruh suami almarhumah untuk memandikan karena sudah bukan mukhrim nya lagi.
Tetapi anak - anak nya lah memandikan seperti guru Joon dan adik nya lah yang memandikan beliau. Tak ada rasa canggung ataupun merasa jijik. Guru Joon memandikan almarhumah sambil menahan haru.
Di benak guru Joon dan adik nya ada yang terasa hilang?. Apa itu sebenar nya kerabat sudah pada datang,,, tetangga pun begitu. Sesak dada ini melihat dan memandikan jenazah ibunda tercinta.
22 tahun sudah ibunda menemani guru Joon di saat susah maupun senang tak ada lagi yang memanjakannya tak ada lagi yang memasakkan makanan kesukaan anak - anak nya dan suami nya.
Tak ada lagi senyuman manis yang terukir di bibir almarhumah,,, tak ada canda tawa yang menghiasi setiap hari. Guru Joon tak tahu harus berbuat apa?.
__ADS_1
Pelangi nya kini di renggut oleh awan hitam pekat yang tak akan pernah kembali ke sisi guru Joon lagi. Pelangi nan indah sekarang sudah di selimuti awan hitam pekat yang tak akan datang.
Kini hanya guru Joon, Adik nya dan ayahanda nya saja lah yang menghiasi hidup nya. Guru Joon harus bermanja dengan siapa? tak ada teman curhat, tak ada semua nya itu yang ada di benak nya guru Joon.
Setelah ibunda di mandikan sekarang ibunda akan segera di kafani mengingat waktu mulai terik matahari bermunculan. Sudah selesai di kafani wajah ibunda belum di tutup sepenuh nya karena sedang menunggu ponakan nya dari kota B datang.
Selang beberapa menit sudah datang tak hanya ponakan beliau saja yang menciumi jasad almarhumah tetapi guru Joon anak sulung Ibunda tercinta sampai tak mau lepas.
Tetapi kata lebe perempuan harus segera di tutup tetapi anak nya beliau yang bungsu tak kuasa melihat jasad ibunda nya. Semua sudah di bawa peralatan kembang dan lain sebagai nya.
Sementara guru Joon dan adik nya ada di dalam mobil saudara ibunda guru Joon. Tak lama kemudian sampai lah ketempat tujuan. Ke tempat peristirahatan terakhir ibunda tercinta.
Tak kuasa menahan tangis kesedihan di raut wajah guru Joon ayahanda dan adik nya mereka bertiga seperti nya belum makan semenjak tadi malam.
Ayahanda ada di depan seolah olah ia tak sanggup berpisah dengan istri tercinta selama puluhan tahun hidup bersama nya selang beberapa menit kemudian. Ayahanda pingsan.
__ADS_1
Lalu di susul anak nya yg paling bungsu. Dan tepat di depan guru Joon adik nya pingsan guru Joon entah lah kepala nya mulai berkunang kunang dan tak mengingat apa yang terjadi.
Mungkin mereka bertiga di bawa dan di bopong ke dalam mobil saudara ibunda nya.
Mau tahu gaees cerita selanjutnya cekidoots jangan lupa
like👍🏻
comments✍🏻
vote😍
dan love 💗nya guys
please tolong kalau kalian suka novel ini dan berlanjoot jangan jadi readers bayangan yaa
__ADS_1
bye bye sampai berjumpa di episode berikut nya