
Setelah 30 menit kemudian sudah sampai di rumah tapi keluarga mereka mampir di sebuah tempat pedagang yang sederhana di pinggir jalan dan menghabiskan semua makanan yang tersedia di sana.
Setelah menghabiskan makan tersebut mereka langsung membayar makanan tersebut dan pulang ke rumah dan beristirahat karena ke lelahan dari pagi.
Menguras energi tenaga dan pikiran hari ini. Apalagi guru Joon sedari tadi melamun entahlah apa yang ia pikirin saat ini masih dalam suasana berduka.
Dan Kim pun begitu anak bungsu dari dua berdua bersaudara itu pun sama merasakan apa yang di rasakan kakak kandung nya. Dan keluarga guru Joon segera siap siap membereskan rumah dan menyiap kan makanan.
Untuk acara tahlilan nanti. Dan ayah Nya Joon siap siap untuk ke pasar membelikan keperluan untuk malam nanti. Dan di temani Joon anak nya tercinta.
Sedangkan Kim adik nya menjaga rumah sendirian sambil mencari cari lowongan pekerjaan melalui internet tak kunjung ada hasil nya.
Dan tiba tiba saja ada tetangga menawarkan pekerjaan kepada nya untuk menjaga sebuah toko Grosir dan eceran. Di dalam benak Kim "Alhamdulillah akhir nya dapat pekerjaan setelah lama menganggur.
Sedangkan ayahanda Joon dan Guru Joon telah sampai di pasar,,, dan tengah sibuk mencari cari makanan ringan dan air mineral Kemasan.
Setelah 30 menit sudah dapat apa yang ayahanda dan Joon mau dan langsung saja segera pulang.
Setelah sampai rumah ayahanda Joon dan Kim tengah sibuk membereskan ruang tamu dan menggelar karpet untuk acara nanti. Soalnya waktu sudah menunjukkan 18.00 W.I.B.
Setelah semua yang di persiapkan selesai ayahanda Joon langsung berpamitan kepada kedua anak nya untuk melaksanakan shalat maghrib. Sedangkan Joon dan Kim siap siap melaksanakan shalat maghrib di rumah saja.
__ADS_1
Setelah melaksanakan shalat magrib saudara saudara guru Kim dan ayahanda Joon datang untuk bantu bantu acara tahlilan almarhumah ibunda Joon.
Masih dalam suasana duka guru Joon masih saja bersedih. Sama hal nya Kim masih bersedih tetapi ada hal yang aneh mereka berdua mendengar suara tangisan perempuan entah siapa itu.
De de dirimu dengar suara orang nangis tidak ujar Joon bertanya dengan adik nya Kim.
Iyah teh sepertinya ada yang nangis tapi siapa Ujar Kim.
Sambil melihat lihat ke arah jendela guru Joon penasaran tapi gak ada orang yang menangis dan di sini hanya ada Joon, Kim dan saudara saudaranya saja.
Waktu tahlilan tiba tapi masih saja suara misterius tersebut masih santer di telinga Joon dan Kim.
Kembali ke topik
Acara tahlilan baru di mulai dan salah tokoh agama yang memulai acara tersebut dengan membaca lantunan lantunan ayat suci al-qur'an dan tak lupa pula membawa air kembang 7 rupa di air teko.
Untuk pagi hari nya langsung di siram di pemakaman ibunda Joon. Menuru tradisi air kembang tersebut agar tanah makam langsung dingin dan jasad di makam langsung dingin.
Entahlah itu hanya mitos belaka menurut guru Joon hanya ada satu tuhan dan nabi yaitu Allah dan Nabi Muhammad S.A.W.
sampai di sini dulu yaa gaess
__ADS_1
jangan lupa
like👍🏻
comment✍🏻
vote😘
love💗
dan
tips nya ye💷
jangan jadi readers bayangan
apalagi pelit dosa lagi bulan puasa ye
thinkiyuu semuanyee
ai lope you all😘😘😘
__ADS_1