
Hamparan salju putih bagaikan sebuah kapas menyelimuti seluruh daratan Hiben. Hiben merupakan daratan yang terbagi oleh tiga kerajaan diantaranya, kerajaan Moesen yang berada di utara, Kerajaan Ark yang berada di timur, dan Kerajaan Nuest yang berada di selatan. Sudah lebih dari beribu tahun lamanya tiga kerajaan saling bekerja sama dalam mencapai kehidupan yang lebih baik bahkan mereka membentuk sebuah koalisi kebangsawanan untuk mengatur masalah eksternal yang mampu mempengaruhi tiga kerajaan.
Atas penghormatan kerjasama yang sudah terjalin beribu tahun lamanya terdapat tradisi yang dijalankan di daratan Hiben. Tradisi tersebut dinamakan Lady Crown, sebuah karantina untuk pemilihan seorang lady bagi pangeran yang akan dijadikan pasangannya kelak. Setiap kerajaan wajib mengirimkan seorang gadis ke kerajaan yang menjadi tuan rumah acara tersebut dan tahun ini acara akan di gelar di kerajaan Moesen.
"Haaah apa-apaan ini, kenapa juga aku harus mengikuti tradisi ini ?" tanya seorang gadis pemilik mata huzzel kepada pelayannya.
"Anda harus mengikutinya nona, jika anda terpilih menjadi lady crown bukankah itu hal yang bagus." jawab seorang pelayan yang sedang menyisir rambut hitam nonanya.
__ADS_1
"Apa bagusnya menjadi lady crown lagipula aku tidak percaya diri lili untuk ikut serta di acara ini." Keluh gadis berkulit putih tersebut.
Tiba-tiba seorang laki-laki dengan suara baritonnya menjawab " Apa yang membuatmu tidak percaya charlotte? katakan pada ayah, kamu cantik, memiliki etika, dan juga pintar, apa yang membuatmu tidak percaya diri?".
Charlotte berbicara dengan ayahnya melalui pantulan cermin, "Ayah, bukankah yang ikut serta juga memiliki hal itu bahkan putri Emira pun ikut serta dalam acara ini, jadi aku rasa tidak ada gunanya mengikuti acara yang sudah tau siapa pemenangnya, betulkan?".
Charlotte berdiam menatap lekat pantulan dirinya di cermin memikirkan nasib apa yang akan berpihak pada dirinya kelak.
__ADS_1
Charlotte gadis cantik pemilik mata huzzel, berambut hitam gelap dan berkulit putih merupakan perpaduan yang pas dari seorang gadis keturunan duke. Charlotte lahir dari pasangan Duke Phillip Doengus Ark dan Duchess Emilia Doengus Ark. Duke Phillip merupakan salah satu orang kepercayaan Emperor yang mengurusi masalah eksternal kerajaan. Sedari kecil Charlotte hidup layaknya orang sederhana tapi tentunya tidak dengan meninggalkan tata krama seorang bangsawan. Duchess Emilia meyakini bahwa seorang ratu bukan hanya dilahirkan tapi juga dibuat dan pemahaman itulah yang ditanamkan pada Charlotte. Sehingga Charlotte dibiasakan harus memecahkan masalahnya sendiri apabila mengalami kesulitan atau melakukan diskusi dengan kedua orang tuanya sebagai pilihan yang paling terakhir.
Kini Charlotte sudah menginjak usia 16 tahun. Usia yang pas untuk ikut serta dalam Lady Crown. Beberapa minggu kedepan Charlotte akan melakukan perjalanan dengan calon Lady Crown yang lain yang berasal dari kerajaan Ark. Meskipun Charlotte enggan untuk pergi, tapi apa yang bisa dia perbuat ketika sebuah keputusan sudah dilayangkan untuknya.
Tungga episode selanjutnya
salam ceria 🤡
__ADS_1