
Tok.. Tok.. Tok.. seorang pelayan mansion mengetuk sebuah kamar.
“Permisi tuan putri. Sarapan sudah siap, anda sudah ditunggu oleh semua lady di meja makan” ucap si pelayan menyampaikan informasi.
Pintu perlahan terbuka, seorang wanita cantik bergaun merah muda keluar dari ruangannya. Bagaimana mungkin semua pria kerajaan Ark tidak jatuh hati padanya. Wanita berparas cantik yang dibalut dengan keanggunan saat dia bersikap. Ya, siapa lagi kalau bukan putri Emira Wilden Ark, putri satu-satunya kerajaan Ark. Selain kecantikannya, putri Emira terkenal dengan sikapnya yang hangat dan lembut terhadap orang lain.
Di ruang makan semua lady Ark sedang berbincang satu sama lain sembari menunggu kedatangan putri Emira. Terlihat Charlotte hanya berdiam seorang diri. Dia merasa sedikit canggung, Charlotte bukanlah orang yang aktif dalam acara sosial kebangsawanan. Dia lebih nyaman berinteraksi dengan buku-buku sastranya dibandingkan bergosip ria sembari ditemani teh. Tidak lama kemudian orang yang dinanti pun tiba. Semua lady berdiri menyambut kedatangan putri Emira. Semua lady memberi hormat sembari berkata.
“Salam sejahtera untuk putri Emira, selamat pagi tuan putri.”
“Selamat pagi, mari kita mulai sarapannya.” Jawab putri Emira.
Semua pelayan menyiapkan hidangan untuk para lady Ark. Makanan mulai berdatangan, semua lady menyantap makanannya masing-masing dengan tenang. Sampai pada makanan penutup tidak ada seorang pun yang bersuara. Semuanya seakan-akan segan untuk memulai percakapan karena ada putri Emira. Hingga akhirnya putri Emira berkata untuk memecah keheningan diantara mereka.
“Mengapa semua terdiam? Tidak adakah yang ingin berbincang? Aku seperti makan hanya seorang diri.”
“Maaf putri, kami merasa bingung apa yang bisa kami bicarakan ketika ada anda.” Jawab salah seorang lady Ark.
“Mengapa harus bingung. Meskipun aku seorang putri, aku masih tetap wanita remaja normal seperti kalian yang suka dengan pembahasan wanita remaja pada umumnya. Oh iya, siapa namamu?” Tanya putri Emira.
__ADS_1
“Saya Melinda putri dari keluarga Marquess Dean Markoes Ark.” Jawab lady pemilik rambut pirang tersebut.
Sarapan pun telah selesai dilakukan, kemudian berlanjut ke jamuan minum teh. Semua lady saling berbincang tanpa rasa canggung lagi dengan putri Emira. Terutama Melinda, dengan santainya dia berbincang dengan putri Emira seolah-olah sudah sangat dekat sedari dulu.
“Ya ampun tuan putri, aku tidak mengira kalau anda juga menyukai berbagai jenis batu permata. Aku rasa kita akan cocok untuk jadi teman dekat.” Ucap Melinda.
“Ah iya, semoga kita bisa berteman dengan baik.” Jawab putri Emira.
Tiba-tiba datang pelayan pribadi putri Emira lalu membisikkan sesuatu kepadanya.
“Semuanya aku minta maaf sepertinya aku harus pergi terlebih dahulu karena kakakku pangeran Rigan memanggilku untuk menemuinya. Kalian silahkan lanjutkan minum tehnya.” Ucap putri Emira.
Setelah putri Emira pergi, semua lady melanjutkan minum tehnya termasuk Charlotte. Karena keberaniannya, Melinda langsung di kagumi oleh beberapa lady lain.
“Ah tidak, awalnya pun aku mengira sedikit sulit berinteraksi dengan tuan putri tapi ternyata tidak. Ditambah lagi kita memiliki ketertarikan yang sama terhadap batu permata jadi lebih mudah dalam berbincang.”Jawab Melinda dengan penuh percaya diri.
Lagi-lagi Charlotte hanya diam mendengarkan perbincangan lady yang lain. Dia tidak ada minat sama sekali untuk ikut dalam topik manapun. Ketika Charlotte sedang memainkan cangkir tehnya, seorang lady yang berada disampingnya menyapa Charlotte.
“Hallo, aku Julian putri dari keluarga Viscount Augus Delion Ark.” Ucap Julian dengan senyum dibibirnya.
__ADS_1
“Hallo, Aku Charlotte Doengus Ark. Senang berkenalan dengamu.” Jawab Charlotte dengan suara sedikit pelan.
“Doengus? Oh ya ampun, kamu putri dari Duke Phillip Doengus Ark?” Tanya Julian dengan sedikit terkejut.
Karena suara yang ditimbulkan oleh Julian, semua lady menoleh kearah Charlotte. Itulah mengapa dia lebih memilih untuk berdiam diri dan tidak menonjol sedikit pun. Dia tahu betapa populer ayahnya dikalangan bangsawan karena kedekatannya dengan Emperor. Karena merasa kurang nyaman ditatap oleh semua lady, Charlotte memutuskan untuk pergi terlebih dahulu meninggalkan jamuan minum teh.
“Saya sudah selesai, kalau begitu saya permisi terlebih dahulu.” Ucap Charlotte pergi berlalu begitu saja.
Disisi lain meskipun Charlotte sudah pergi, semua lady masih membicarakan dirinya dan itu membuat Melinda merasa tidak senang.
“Memangnya apa hebatnya menjadi anak Duke Phillip?” Tanya Melinda dengan sedikit sarkas.
“Kamu tidak tau, Duke Phillip kan sangat dekat dengan Emperor dan keluarga Kerajaan.” Jawab salah satu lady Ark.
“Lalu memangnya kenapa kalau Duke Phillip dekat dengan Emperor atau keluarga kerajaan. Itu kan tidak menjamin anaknya pun dekat dengan keluarga kerajaan. Buktinya putri Emira saja tidak mengenalinya, malah putri Emira lebih banyak berbicara denganku yang baru ditemuinya.” Ucap Melinda dengan penuh percaya diri.
Mendengar hal tersebut semua lady terdiam dan berfikir bahwa apa yang dikatakan oleh Melinda benar. Setelah jamuan teh berakhir, semua lady bersiap untuk melanjutkan perjalanannya. Tidak berapa lama rombongan para lady Ark mulai meninggalkan kota Dali.
Ya ampun maaf ya baru update lagi semoga suka dengan epsiodenya
__ADS_1
Salam ceria 😁🤡
Sady