Keteguhan Hati Charlotte

Keteguhan Hati Charlotte
Episode 5 : Kedekatan


__ADS_3

Semua lady telah kembali ke mansion. Tak berlama-lama rombongan lady Ark segera berangkat menuju kota Nepon sebelum matahari terbenam. Seperti biasanya Charlotte selalu membaca buku sastra sebagai mengisi waktu luang di perjalanan. Dia sangat mengagumi karya sastra dengan tatanan bahasa yang begitu puitis. Sudah beratus-ratus buku sastra yang dia baca tapi hanya satu buku yang menjadi favoritnya dan buku tersebut selalu dibawa olehnya kemanapun dia pergi. Buku tersebut adalah hasil karya dari ibunya Duchess Emilia Doengus Ark. Meskipun tidak sepopuler buku sastra yang lain tapi baginya buku karya ibunya lah yang paling terbaik. Terdapat satu puisi yang paling dia sukai dari buku ibunya.


...Mawar merekah hidup diantara bunga-bunga....


...Mampu memikat siapapun yang melihatnya....


...Keteguhan akar yang menjadi penopangnya....


...Dan rentetan duri yang selalu melindunginya....


Bayangan masa lalu muncul di dalam benak Charlotte. Puisi yang selalu dia dengar dari ibunya setiap mereka menghabiskan waktu bersama. Setiap pagi di taman favoritnya, mereka selalu membaca buku sastra bersama. Charlotte kecil dengan manisnya mendengarkan bait demi bait puisi yang dibacakan oleh ibunya. Setiap selesai membaca dia pasti selalu bertanya.


"Ibu, apa arti dari puisi yang ibu bacakan?"


"Puisi tadi memiliki penggambaran dari seorang ratu. Dari banyaknya bunga selalu saja mawar yang mampu memikat setiap orang padahal mawar memiliki duri di seluruh batangnya. Jadi untuk menjadi ratu selain menawan kita juga harus memiliki senjata sebagai pelindung yaitu berupa kecerdasan dan hati tulus kita. Kadang mawar pun harus mengikis duri-duri nya agar tidak menyakiti orang lain. Begitu pun ratu, seorang ratu harus mengikis egonya untuk kepentingan banyak orang." Ucap ibu Charlotte.


Guncangan kereta kencana membuyarkan lamunannya. Charlotte menutup buku sastra yang telah selesai dia baca. Dia menyimpannya dengan baik disebuah kotak kayu khusus. Tiba-tiba keretanya berhenti begitu saja. Sontak hal tersebut membuat Charlotte terkejut. Dia memerintahkan Lili untuk melihat hal apa yang sedang terjadi diluar. Dengan balutan mantel yang tebal untuk menjaga badannya dari hawa dingin, Lili pergi keluar untuk mencari tau penyebabnya. Tidak lama Lili pun kembali ke kereta dan dia berkata.


"Jalan kita terhalang oleh tumpukan salju nona, jadi para pengawal sedang menyingkirkan tumpukan salju tersebut."


"Apakah akan memakan waktu lama?" Tanya Charlotte dengan sedikit cemas.


"Saya kurang tau tapi sepertinya tidak, tumpukan saljunya tidak terlalu tebal." Jawab Lili kepada nonanya.


"Oh syukurlah, setidaknya para pengawal tidak akan sampai larut malam untuk mengerjakan hal tersebut di cuaca sedingin ini." Jelas Charlotte.

__ADS_1


Mendengar ucapanan nonanya, Lili merasa terharu. Bagaimana mungkin ada orang sebaik nonanya, ketika semua lady mengeluh kedinginan karena mereka harus menunggu di tengah cuaca yang dingin tapi nonanya hanya mengkhawatirkan para pengawal yang sedang bekerja. Tidak terasa bulir air mata jatuh begitu saja dari pelupuk mata Lili. Charlotte yang melihat hal tersebut terkejut, lalu bertanya padanya.


"Lili mengapa kamu menangis? Apa kamu kedinginan? Pakai mantelku agar tidak kedinginan." Ucap Charlotte sembari memberikan mantelnya.


"Tidak nona, aku baik-baik saja. Aku hanya bersyukur bisa bertemu dan menjadi pelayan nona, hanya itu." Jawab Lili dengan senyum di wajahnya.


"Aku pun bersyukur bisa bertemu denganmu Lili." Ucap Charlotte.


Tanpa disadari, Lili menangis setelah mendengar apa yang di ucapkan nonanya. Dia sangat menyayangi nonanya lebih dari dirinya sendiri.


Tidak lama kemudian, salju yang tadi menuutupi jalan telah selesai disingkirkan oleh para pengawal. Rombongan lady Ark melanjutkan perjalanannya menuju mansion yang berada di Nepon. Tidak kurang dua puluh menit dari jalan tertutup salju tadi, rombongan lady Ark tiba di gerbang kota Nepon.


Tidak seperti biasanya, rombongan kereta lady Ark di arahkan ke mansion utama kota Nepon dimana pemimpin kota tinggal disana. Dari kejauhan terlihat dua orang laki-laki bertubuh tegap berdiri di pintu mansion. Mereka adalah pangeran Wilix dan juga pangeran William. Setelah para lady Ark tiba, kedua pangeran tersebut menghampiri mereka. Tentu hal tersebut membuat para lady gembira, bagaimana tidak ketika dua orang pangeran tampan dengan khusus menyambut mereka. Meskipun sebenarnya yang mereka sambut adalah adik mereka putri Emira.


Pangeran William dengan gagahnya mengenalkan diri, dengan suara baritonnya dia berkata.


Melihat hal tersebut para lady semakin gaduh karena ketampanan dari pangeran William. Berbeda dengan putri Emira, dia sudah hafal perilaku kakaknya yang satu itu yang selalu menggoda para gadis. Setelah pangeran William memperkenalkan diri, selanjutnya pangeran Wilix pun memperkenalkan dirinya.


"Selamat datang, perkenalkan aku pangeran Wilix." Tatapannya tertuju pada Charlotte.


Menyadari hal tersebut Charlotte mengalihkan pandangannya dari pangeran Wilix. Dia tau bahwa diantara ketiga pangeran, pangeran Wilix lah yang sangat dekat dengan ayahnya. Sesi perkenalan pun telah usai, para lady di sambut dengan hangat dan diarahkan ke ruang makan untuk makan malam.


Seperti biasa ketika makan malam disaat lady lain saling berbincang, Charlotte hanya diam dan menikmati hidangannya. Tapi tanpa Charlotte sadari, pangeran Wilix dan Melinda terus memperhatikan nya. Melinda yang selalu unggul dari siapapun akhirnya dia mencoba membuktikan bahwa Charlotte tidak dekat dengan keluarga kerajaan meskipun ayahnya sangat dekat dengan Emperor. Melinda mencoba bertanya kepada pangeran William.


"Permisi pangeran, apa saya boleh bertanya?"

__ADS_1


"Oh tentu, apa yang ingin anda tanyakan nona manis?" Tanya pangeran William dengan sedikit menggoda Melinda.


Mendengar apa yang dikatakan pangeran William membuat Melinda sedikit tersipu malu tapi Melinda pun melanjutkan maksudnya untuk bertanya.


"Apa menurut anda ketika ada bangsawan dekat dengan orang penting dan populer apakah anaknya pun akan mewarisinya juga?"


Mendengar pertanyaan tersebut membuat beberapa lady melirik Charlotte. Tapi tentu saja Charlotte tidak menghiraukannya, dia asik menyantap makanan miliknya.


"Hmmmm aku tidak yakin, tapi kurasa tidak. Karena hubungan itu dibuat oleh individu itu sendiri tidak ada hubungannya dengan keturunan." Jawab pangeran William.


Mendengar hal tersebut tentu saja Melinda sangat puas. Karena dia mampu membuktikan bahwa kepopuleran dan kedekatan ayah Charlotte dengan keluarga kerajaan tidak menjamin Charlotte akan seperti ayahnya.


"Apakah ada yang ingin bertanya lagi?" Tanya pangeran William.


Para lady hanya menggelengkan kepala mereka mengisyaratkan bahwa tidak ada hal yang ingin ditanyakan lagi. Tapi tiba-tiba pangeran Wilix berkata.


"Aku ingin bertanya".


"Tidak biasanya, apa yang ingin kakak tanyakan?" Ucap putri Emira.


"Bagaimana keadaan beliau? Apa dia baik-baik saja, Charlotte?" Tanya pangeran Wilix kepada Charlotte.


Mendengar pertanyaan tersebut membuat Charlotte terkejut, lalu menatap kearah pangeran Wilix. Tetapi bukan hanya Charlotte, semua orang yang berada di ruang makan terkejut atas apa yang dikatakan pangeran Wilix.


semoga kalian suka dengan episode ini

__ADS_1


salam ceria😁🤡


Sady


__ADS_2