Keteguhan Hati Charlotte

Keteguhan Hati Charlotte
Episode 7 : Gosip


__ADS_3

Dari balik jendela terlihat hamparan salju yang masih bertumpuk menyerupai gulungan kapas. Seorang gadis berambut panjang terlihat berdiam diri menatap ke arah luar. Tidak lama kemudian, terdengar suara pintu diketuk.


Tok.. tok.. tok..


“Nona, sudah waktunya untuk sarapan.”


“Baiklah, sebentar lagi aku keluar Lili.” Jawab Charlotte.


Setelah Charlotte keluar, dia dan Lili pergi ke ruang makan. Di pertengahan jalan mereka berpisah karena ruang makan lady dan pelayan berbeda tempat. Charlotte berjalan menyusuri lorong sendirian, tidak sengaja dia berpapasan dengan beberapa lady lainnya termasuk lady Merlinda. Charlotte tersenyum sebagai sapaan selamat pagi tapi tanpa dia duga respon dari beberapa lady sangatlah tidak bersahabat. Mereka mengacuhkan charlotte dengan tatapan tajam. Tentu hal tersebut membuat charlotte sedikit bingung, apa ada yang salah dari dirinya.


Setibanya diruang makan, beberapa lady dan juga Charlotte terkejut karena putri Emira sudah bersiap duduk di tempatnya.


“Salam sejahtera untuk tuan putri, selamat pagi.” Jawab semua lady sembari memberikan hormat.


“Selamat pagi semua.” Putri Emira menyapa para lady.


Ketika Charlotte menuju kursi yang biasa dia tempati yaitu berada di ujung dan jauh dengan tuan putri, tiba-tiba tuan putri memanggil dirinya.


“Charlotte, bisakah kamu duduk dekat denganku? Aku ingin berbincang denganmu.” Ucap tuan putri Emira.


Mendengar hal tersebut semua lady menatap dirinya, dia sudah tau pasti hal seperti ini akan terjadi setelah semua tau bahwa dirinya memiliki kedekatan dengan keluarga kerajaan. Meskipun Charlotte enggan tapi tidak mungkin dia menolak apa yang tuan putri ucapkan. Akhirnya dia duduk ditempat yang tuan putri usulkan yaitu dekat dengan dirinya.


Sarapan kali ini tidak seperti biasanya, Charlotte yang selalu diam dan hanya menyantap makanannya dan beberapa lady yang suka berbincang tapi kali ini berbanding terbalik. Charlotte banyak berbincang dengan tuan putri dan beberapa lady terdiam dan hanya menyaksikan mereka berdua. Hal tersebut tentu membuat Charlotte merasa kurang nyaman. Karena suasana yang sedikit canggung, akhirnya putri Emira bertanya kepada lady yang lain.

__ADS_1


“Ada apa? Tidak biasanya kalian hanya diam.”


“Ah tidak tuan putri, kami hanya sedang menikmati makanannya saja.” Jawab salah satu lady.


“Oh begitu, aku kira kalian tidak nyaman karena aku banyak berbicara dengan Charlotte.” Ucap putri Emira.


“Mana mungkin kami merasa tidak nyaman hanya karena anda sedang berbincang. Tapi, saya tidak mengira bahwa lady Charlotte seseorang yang asik diajak bicara karena biasanya dia hanya diam.” Ucap Melinda.


“Ya mungkin karena lady Charlotte dan tuan putri sudah saling mengenal sedari dulu makanya lady Charlotte bisa berbincang dengan santai.” Sahut lady lain menyindir Charlotte.


Charlotte hanya diam tapi bukan berarti dia diam karena takut melainkan dia tidak ingin berdebat hal sepele di depan tuan putri karena itu bisa sangat tidak sopan. Setelah sarapan dan jamuan minum teh selesai, semua lady akan bersiap-siap untuk keberangkatan mereka menuju kerajaan Moesen. Ketika Charlotte hendak keruangannya bersama Lili, putri emira menghampirinya.


“Charlotte, bisakah kamu satu kereta denganku? Aku selalu bosan jika hanya seorang diri sepanjang perjalanan.” Tanya putri Emira.


Putri Emira sangat senang mendengar jawaban Charlotte. Setelah putri Emira pergi, beberapa lady yang melihat dan mendengar hal tersebut semakin memperlihatkan rasa tidak sukanya terhadap Charlotte. Bahkan ketika mereka sedang berjalan bersama, mereka tidak segan-segan membicarakan Charlotte padahal Charlotte berada di depan mereka sedang berjalan bersama dengan Lili. Charlotte hanya mengabaikan apa yang beberapa lady ucapkan tentang dirinya. Charlotte bukanlah orang yang mudah tersulut emosi oleh hal-hal kecil tapi tidak dengan Lili. Lili sudah sangat ingin meneriaki para lady yang telah membicarakan nonanya yang bukan-bukan tapi dia hanya bisa diam dan dia tahu nonanya tidak akan suka jika dia menanggapi mereka.


Ketika sampai diruangan, Lili mengeluarkan luapan emosinya karena mendengar perkataan beberapa lady tadi mengenai nonanya.


“Haaaaah nona, apa nona tidak kesal dengan ucapan beberapa lady tadi? Saya yang mendengarnya saja sudah ingin menyumpal mulut mereka.” Ucap Lili dengan penuh emosi.


“Biarkan saja mereka mau berkata apa lagipula apa yang mereka ucapkan tidak benar. Jika kita menanggapi mereka, itu hanya akan membuang energi kita dengan percuma.” Jawab Charlotte yang sedang duduk di depan meja riasnya.


“Tapi nona, saya tidak senang mendengar mereka berkata jelek tentang anda.” Ucap Lili sembari menyisir rambut hitam Charlotte.

__ADS_1


“Sudahlah jangan dipikirkan, malah sekarang aku yang merasa tidak enak hati denganmu Lili. Karena aku akan menemani tuan putri jadi kamu akan sendirian selama perjalanan.” Sahut Charlotte dengan nada sendu.


“Ya ampun nona, aku tidak apa-apa. Justru sebaliknya, aku merasa senang karena nona bisa bersama dengan tuan putri.”


“Haaahhhh, kamu sudah muak ya terus bersama denganku Lili?” Tanya Charlotte dengan cemberut hingga membuat pipinya mengembung.


“Tidak nona, mana mungkin saya merasa muak. Saya senang karena nona tidak akan terus diam termenung lagi selama perjalanan dan pastinya lady yang membicarakan nona akan lebih cemburu melihat nona dekat dengan tuan putri.” Jawab Lili dengan penuh semangat bersamaan dengan tawa renyahnya.


Charlotte hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan Lili. Tak lama ketika sedang merapihkan beberapa barang, terdengar suara pintu yang diketuk dari arah luar. Charlotte memerintahkan Lili untuk segera membukanya. Seorang laki-laki tinggi putih sedang berdiri membelakangi pintu sembari melipatkan kedua tangannya ke belakang, kemudian Lili menegurnya. Namun ketika laki-laki itu berbalik, Lili dengan spontan memanggil nonanya. Karena teriakan Lili, Charlotte tergesa-gesa menghampirinya lalu bertanya.


“Ada apa Lili? Kenapa kamu berteriak?”.


Lili hanya menunjuk kearah laki-laki yang berdiri di depan pintu.


“Pangeran Wilix? Ada perlu apa hingga anda mengunjungi ruangan saya?” Tanya Charlotte.


“Bolehkah saya masuk terlebih dahulu?” Sahut pangeran wilix.


“Oh tentu, silahkan masuk.” Charlotte memeprsilahkan pangeran Wilix masuk.


Mereka duduk di kursi yang biasa Charlotte dan Lili gunakan ketika bersantai. Charlotte dan pangeran Willix kini saling berhadapan satu sama lain.


“Sebelumnya apa kamu ada waktu? Aku ingin berbicara denganmu, hanya kita berdua.” Tanya pangeran Wilix sembari melirik Lili yag masih diam berdiri disamping Charlotte.

__ADS_1


Mendegar hal tersebut, Charlotte memerintahkan Lili untuk keluar dan meninggalkan mereka berdua diruangannya. Mendengar perintah yang diberikan, Lili pergi dan menunggu di depan pintu. Tak disangka salah seorang lady melihat pangeran Willix yang masuk ke ruangan Charlotte. Lady tersebut pergi menemui Melinda dan menceritakan apa yang di lihatnya beberapa menit lalu. Mendengar hal tersebut sontak membuat lady pemilk mata coklat tersebut geram.


__ADS_2