
Mentari pagi menyelimuti daratan Hiben dengan sinarnya. Meskipun daratan Hiben penuh dengan hamparan salju entah mengapa hari ini sang mentari menampakkan diri seolah ingin menyertai kepergian para gadis bangsawan Ark menuju kerajaan Moesen. Semua kepala keluarga turut hadir untuk melepas kepergian para gadis bangsawan Ark termasuk Phillip Doengus Ark ayah dari Charlotte. Dengan senyum yang melekat di wajahnya yang masih terlihat muda, Duke Phillip melepas kepergian anak perempuan satu-satunya. Dengan wajah sendu Charlotte melambaikan tangannya sebagai simbol perpisahan untuk ayahnya. Sedari kecil Charlotte tidak pernah jauh dari ayahnya. Inilah kali pertama dirinya jauh dengan sang ayah, tidak terbersit sedikitpun dalam pikirannya bahwa dia akan berjauhan dengan sang ayah barang sehari saja tapi nyatanya sekarang dia harus berpisah unutk waktu yang lumayan cukup lama.
Tidak kurangnya sepuluh kereta kencana akan pergi ke kerajaan Moesen. Deretan kereta kencana dengan berbagai simbol yang mewakili kehormatan keluarga berbaris beriringan dengan pengawalan kesatria kerajaan. Setiap kereta melewati jalanan kota Ark menuju gerbang kerajaan. Sepanjang jalan kota Ark dipadati oleh rakyat biasa yang ingin melihat kepergian para lady Ark.
“Hidup kerajaan Ark, hidup kerajaan ark, hidup kerajaan ark.” Terdengar sorak sorai dari semua rakyat sebagai simbol pemberi semangat bagi para lady Ark. Kini rombongan kereta sudah melewati gerbang kerajaan Ark.
Dari salah satu kereta kencana, seorang gadis tengah asyik dengan bukunya. Ya, Charlotte sedang asyik membaca salah satu buku sastra yang dibawanya. Tiba-tiba Charlotte bertanya kepada pelayannya.
“Lili, apa aku bisa mengikuti kontes ini?”.
__ADS_1
“Saya yakin nona pasti bisa, nona tidak perlu khawatir lagipula ketika nona tidak terpilih pun nona bisa pulang ke Ark. Jadi, nona hanya perlu ikut serta dengan baik dan tidak membuat masalah” jawab Lili sembari memberikan semangat untuk nonanya. Charlotte hanya tersenyum menanggapi apa yang dikatakan pelayannya.
“Ya aku hanya perlu ikut serta dan tidak menimbulkan masalah, hanya itu.” Ucap batin Charlotte.
Butuh waktu sekitar empat hari untuk sampai di kerajaan Moesen. Para lady Ark harus melewati tiga kota untuk sampai diperbatasan wilayah. Kota pertama yang akan mereka sambangi adalah kota Dali. Kota kedua setelah Ark yang berada di bawah kekuasaan pangeran Rigan. Kerajaan Ark memiliki empat kota besar yang pertama Ark sebagai kota pusat yang dipimpin langsung oleh Emperor, Kedua kota Dali berada dibawah kekuasaan pangeran Rigan, Ketiga kota Nix berada dibawah kekuasaan pangeran Wilix, dan terakhir kota Nepon berada dibawah kekuasaan pangeran William.
Tidak terasa matahari sudah bersiap meninggalkan tempatnya dan berganti dengan rembulan. Iring-iringan kereta lady Ark masih setia berjalan sembari ditemani hawa dingin yang mulai menyeruak keseluruh tubuh. Tidak berselang lama rombongan lady Ark tiba di kota Dali. Semua rombongan diarahkan kesalah satu mansion milik pangeran Rigan.
"Terima kasih sudah menunjukkan ruangannya" timpal Charlotte dengan senyuman diwajahnya.
__ADS_1
Pelayan mansion tersebut terkejut atas apa yang baru saja dia dengar. Karena bingung melihat ekspresi dari pelayan tersebut Charlotte pun bertanya.
"Ada apa? sepertinya kamu terkejut, apakah ada yang salah?".
"Ahh tidak nona, kalau begitu saya pamit undur diri" Jawab si pelayan pergi berlalu meninggalkan Charlotte dan Lili.
"Saya rasa dia terkejut karena nona berterima kasih kepadanya, karena mana ada bangsawan berterima kasih kepada seorang pelayan" sahut Lili menjelaskan keadaan yang baru saja terjadi.
Charlotte hanya tersenyum mendengar apa yang dijelaskan Lili pelayan pribadinya. Hari mulai larut malam, Charlotte dan semua lady Ark beristirahat di ruangan yang sudah dipersiapkan dan akan melanjutkan perjalanannya kembali esok pagi.
__ADS_1
Tunggu episode selanjutnya
salam ceria 🤡