Ketika Allah Mencintaiku

Ketika Allah Mencintaiku
Pertemuan


__ADS_3

Hujan rintik menyelimuti suasana malam kota bogor, waktu menunjukan pukul 23:00 WIB, saat nya riani pulang kerja.


"riri, gue duluan ya udah di jemput sama suami tercinta" suara teh fika yang selalu ceria.


"iya paham, penganten baru yang selalu tebar keromantisan dimanapun berada hahaa" ledek riani


"iri bilang bos, hahahaa" sahut fika dengan tawa sambil meninggalkan riani.


Riani menuju pos security untuk menumpang neduh sambil menunggu hujan reda, saat dia duduk sendiri tiba-tiba ada suara dari dalam ruangan security.


"mba, yang ngekos di kosan hijau ya?" tanya seorang laki-laki yang berpakaian security.


"iya, tau dari mana mas?" jawab riani


"kenalin mba saya dimas, kebetulan saya juga kos disitu" sambil mengulurkan tangan

__ADS_1


"oh iya, saya riani mas" berjabat tangan


Riani : "tapi sepertinya saya belum pernah liat mas sebelumnya?" tanya riani heran


Dimas : "oh iya mba, saya baru pindah ke kos hijau kemarin, kebetulan saya dapat kerja disini ini juga hari pertama saya kerja disini, tadi siang pas mau berangkat kerja saya melihat mba dengan seragam ini makanya saya langsung paham bahwa kita satu tempat kerja" jelas dimas.


Riani : " oh begitu, pantas saja sebelumnya saya belum pernah liat" jawab riani dengan senyum.


Dimas : "Begini mba kalau mba mau, bisa pulang bareng dengan saya kebetulan saya bawa motor dan bawa mantel dua kita juga kan satu tujuan" tanya dimas dengan sopan.


Riani : "tidak usah repot mas, saya naik angkot saja kebetulan hujan juga sudah reda, saya permisi duluan ya" jawab riani sambil melangkah pergi ke arah angkot.


"Satu tempat kerja dan tetangga kos bukan berarti harus deket kan, sok akrab banget sih" gerutu riani dalam hati.


Besok nya di tempat kerja bagian kasir (tempat riani kerja) teman-teman nya heboh sedang bergosip mengenai satpam baru. Ya memang secara penampilan dimas terlalu sayang untuk bekerja sebagai satpam karena dia bisa di bilang good looking, dengan perawakan yang tinggi sekitar 170cm, kulit kuning langsat dan senyum nya yang manis. Tapi riani tetap tidak tertarik karena nya. bukan karena tidak tampan hanya saja wajah dimas mirip dengan mantan kekasih nya, itu pun yang membuat riani menjaga jarak dengan dimas, karena setiap melihat dimas dia selalu teringat dengan mantan kekasihnya evan. sosok laki-laki yang susah payah dia lupain dalam 3 bulan ini, ketika dia mulai terbiasa tanpa evan tiba-tiba ada seorang laki-laki datang dengan wajah yang mirip mantan nya, seketika move on nya pun ambyar.

__ADS_1


saat jam makan siang riani dan teman nya pergi ke kantin perusahaan, tanpa sengaja bertemu kembali dengan dimas yang sedang menikmati makan siang. Seketika santi teman riani langsung menyeret riani untuk pergi ke arah dimas.


Santi : "permisi, mas boleh duduk disini ngga untuk makan bareng?" tanya santi ke dimas


Dimas : "boleh mba silahkan saja" jawab dimas sambil melirik riani yang dari tadi berdiri di samping santi dengan wajah ketus.


Riani : "meja yang lain masih banyak yang kosong sansan, jangan ganggu orang lagi makan" ucap riani ke santi


Santi : "jangan banyak protes deh ri, cepet duduk disini sebelum cewe-cewe lain yang ambil kesempatan emas ini hahaha" ucap santi sambil tertawa


Riani : "Tuhaaan.. kenapa aku memiliki teman yang memalukan seperti dia?" gerutu riani dengan nada kesal.


Santi : "Aku traktir kamu loh ri, jadi bersikap baiklah" ucap santi dengan wajah merayu.


Riani : "makan siang di kantin perusahaan sejak kapan bayar? heeuh dasar kamu mah"

__ADS_1


Dimas hanya ikut tertawa kecil melihat dua sahabat ini saling adu mulut, dan tidak jarang matanya melirik ke riani beberapa kali.


Dalam hati dimas dia pun berharap bisa makan bareng dan akrab dengan riani, karena dia pun bingung mengapa riani seolah-olah menghindar darinya.


__ADS_2