Ketika Allah Mencintaiku

Ketika Allah Mencintaiku
Ragu


__ADS_3

masih dalam situasi bingung riani mengartikan perkataan dimas.


Riani :"kamu bercanda ya dim?" dengan wajah bingung nya


Dimas :"aku serius ri" menatap riani dengan tatapan pasti.


Riani :" tapi kenapa kamu menghindar jika kamu memiliki perasaan yang spesial terhadap ku?"


Dimas :"karena aku tidak ingin perasaan ini melebihi batasku ri, aku ngga mau terhanyut dengan hubungan yang manis akan tetapi merugikan kita"


Riani :"maksudnya merugikan gimana dim?"


Dimas :"kalau aku terus-terusan dekat dengan mu, memiliki perasaan khusus dalam ikatan tidak halal, tentu kita akan merugi ri, aku tidak mau kehadiranku di kehidupan mu malah membuat kamu menderita kelak, aku berharap mencintaimu dengan tenang dengan halal karena pernikahan"


Riani:" tapi dim, menurutku kita terlalu dini untuk membicarakan pernikahan, karena kita belum lama mengenal, kita belum tau seluk beluk pasangan kita"

__ADS_1


Dimas :"makanya aku ingin menemui orang tua mu karena tentu mereka lebih tau tentangmu dibandingkan siapapun"


Riani :" Tapi aku tidak terbiasa mengenal kan laki-laki kepada orang tua ku, sedangkan aku sendiri belum jauh mengenalmu dim"


Dimas :"Riani, apakah kamu memiliki perasaan yang sama denganku?"


Riani :" mungkin iya karena beberapa waktu saat kamu menghindar, aku selalu mencari sosok kamu dim"


Dimas :"lantas kenapa kau ragu?"


Dimas :"Ri, sebaik-baiknya hubungan adalah yang allah ridho'i dan tentu itu pernikahan"


Riani :" Terus bagaimana dengan kita saat ini? kita sudah sama-sama mengetahui isi hati masing-masing, sedangkan kamu sendiri belum siap untuk menikah, apa itu tidak menyakitiku dim? bukankah ini seperti kau menjanjikan kebahagiaan sedangkan kau sendiri belum sanggup untuk memberikan nya?"


Dimas :" itu yang membuat aku dari kemarin menghindar ri, aku sadar karena belum sanggup oleh karena itu aku berusaha untuk menghilangkan rasa suka ini, tapi nyata nya aku belum mampu untuk benar-benar melupakan ini, ri apa kamu mau bersabar untuk menungguku mapan?"

__ADS_1


Riani :" hmmm.. ini pertama kalinya ada seseorang yang serius mencintaiku dim, sebenar nya dulu aku sempet menaruh harapan ke seorang pria akan tetapi lambat laun dia pergi meninggalkan aku, bahkan kami berpisah secara tidak baik karena saat terakhir aku sadar bahwa selama kita menjalin hubungan hanya aku yang tulus sedangkan dia memiliki agenda sendiri"


Dimas :"itu alasan mengapa aku tidak ingin kita pacaran ri, karena sesuatu yang salah akan berakhir dengan kerugian"


Riani :"tapi bagaimana jika aku sudah sabar menunggumu akan tetapi rasa suka mu kepada ku sudah luntur dengan berjalan nya waktu?"


Dimas :"ri, hati manusia itu rumit, kita percaya saja apapun yang tertulis di lauhul Mahfudz akan menemukan jalan nya sendiri"


Riani :" Baik dim, aku bersedia menunggu kamu datang kerumah orang tua ku" dengan senyuman riani menatap dimas.


Dimas :"terimakasih ri, aku akan berusaha lebih keras lagi supaya kita bisa secepatnya bersatu dengan ikatan suci pernikahan"


Riani :"Aamiin"


setelah itu mereka melanjutkan rutinitas seperti biasa, riani merasa ada yang aneh karena mereka tidak se intens dulu dalam berkabar, sesekali saat bertemu mereka saling tegur sapa, dimas juga pindah kosan karena ingin menjaga jarak dengan riani, tetapi aneh nya rasa saling percaya diantara mereka semakin kuat.

__ADS_1


__ADS_2