Ketika Allah Mencintaiku

Ketika Allah Mencintaiku
pengakuan


__ADS_3

karena riani merasa ini tidak beres, dia berinisiatif untuk menghubungi dimas terlebih dahulu. dari via telp atau chat dia sudah berusaha lakuin tapi tidak ada respon dari dimas, bahkan chat dia hanya dibaca saja.


riani mulai mengingat-ingat apakah ada tingkah dan perkataan dia yang mungkin tidak sengaja menyinggung dimas, tapi dia merasa semuanya baik-baik saja.


satu minggu berlalu, dimas tetap tidak merespon chat dari riani bahkan sudah satu minggu ini dimas tidak pulang ke kosan, menurut info dari ibu kos dimas untuk sementara pulang kerumah paman nya karena ada acara keluarga.


"oh mungkin itu yang membuat dia terlihat sibuk akhir-akhir ini" fikir riani.


saat di tempat kerja dia bertemu dimas, dengan memberanikan diri dia menghampiri dimas untuk menanyakan mengapa dia terkesan menghindar setiap bertemu.


"dim, boleh kita bicara sebentar?" ucap riani


dimas nampak kaget karena melihat riani sudah ada dibelakang nya.


"oh, kenapa ri? jawab dimas


"kenapa?" tegas riani sambil menatap dimas


pandangan dimas langsung tertunduk kebawah.


"baiklah, mari kita bicara di kantin" ajak dimas sambil berlalu mendahului langkah ke kantin.


Di kantin ...

__ADS_1


"ri, apa yang mau kamu bicarakan?" tanya dimas


"bukan aku dim yang harus bicara, tapi kamu yang harusnya kasi penjelasan ke aku, kenapa akhir-akhir ini kamu menghindar setiap ketemu aku? kenapa chat aku ngga pernah kamu respon?" tegas riani


"sorry, aku sibuk kuliah akhir-akhir ini ri" jelas dimas dengan pandangan tertunduk kebawah.


"dengan merespon chat aku apa mengganggu kuliah mu dim?" tanya riani


"bukan begitu ri, hanya saja aku ingin konsentrasi dengan kuliah ku untuk sementara waktu, maaf kalau kesan nya malah menghindar dari kamu" jelas dimas.


"dim, sebenarnya aku sadar aku ngga berhak untuk menerima perhatian yang lebih dari kamu, karena kita hanya berteman biasa, hanya saja aku sendiri selama ini kebingungan sendiri, kamu yang selama ini berusaha mengakrabkan diri denganku tiba-tiba menghindar dariku" riani menjelaskan dengan sedikit emosi karena dia sadar seharunya dia tidak mempertanyakan hal ini karena dia tidak berhak mendapat penjelasan apapun dari dimas.


"ri, aku takut lebih dalam memiliki perasaan ke kamu" jelas dimas dengan pandangan tertunduk.


"maksud kamu?" tanya riani


"kamu lagi nembak aku dim?" tanya riani dengan raut wajah bingung.


"nggak ri" jawab dimas dengan lirih


"terus maksudnya apa?" riani mulai kesal dengan dimas.


"tujuanku jujur ke kamu karena aku fikir kita bisa sama-sama mengerti alasan kenapa selama ini aku menghindar" jelas dimas

__ADS_1


"sebentar, aku masih bingung dengan obrolan ini. kamu suka aku dan kamu memilih menghindar, kenapa?" tanya riani


"karena aku belum siap untuk saat ini ri, ya jujur aku juga masih takut dengan penolakan kamu jika kamu tidak berkenan, tapi yang lebih aku takutkan lagi adalah ketika hatiku disambut oleh hatimu tapi aku sendiri belum siap untuk mengemban keputusan besar ini" jelas dimas


"kamu belum siap pacaran karena takut aku ganggu fokus kuliah kamu?" tanya riani


"bukan itu ri, aku belum siap karena aku belum mapan, aku ngga mau membuat kamu susah" jelas dimas.


"tapi dim, kita kan hanya pacaran bukan berumah tangga"


"aku ngga mau pacaran ri" jelas dimas


"bentar kenapa kesan nya aku nembak kamu?" ceplos riani dengan polos.


dimas tertawa kecil mendengar perkataan riani.


"kenapa kamu tertawa? sebenarnya sekarang siapa yang sedang mengungkapkan perasaan? kenapa terkesan aku yang mendapat penolakan?" tanya riani dengan wajah polosnya.


"ri, dengar kan aku. aku menyukaimu tapi aku tidak mau pacaran" jelas dimas.


"kalau gitu kenapa kamu berusaha mendekati aku dim? setelah aku terbuai malah kamu pergi? apa niatmu mempermainkan aku selama ini?"


"itu kebodohanku ri, maafkan aku tapi tolong dengerin dulu pembicaraanku sampai selesai" tegas dimas

__ADS_1


"apalagi yang mau kamu bahas? kamu mau meyakinkan aku kan kalau perasaan kita ini hanya terbawa situasi" tanya riani.


"bukan, ri dengerin ya, aku sedikit pun tidak memiliki niat buruk kepada kamu, aku serius dengan perasaan ini, aku yakin kalau ini tidak sesaat, jika berkenan aku berharap kamu sabar menunggu sampai aku menyelesaikan S2 ini aku mau datang kerumah orang tua mu" jelas dimas


__ADS_2