
di kosan ...
tok.. tok.. tok "assalamualaikum riani" ucap dimas
riani : "walaikum salam eh dim"
dimas : " katanya ada yang ingin kamu bicarakan?"
riani :"walah iya dim, y uda kita ngobrol di teras depan yuk supaya bisa lebih santai"
dimas :"boleh ri"
teras depan kosan
dimas :"jadi apa yang ingin kamu bicarakan ri?"
riani :"gini dim, kemarin pas kita bertemu di kampus ada salah satu temen aku yang bilang kalau kamu itu mahasiswa sana juga bukan?"
dimas :"oh mengenai itu, kirain opo toh ri"
riani :" jadi bener?"
__ADS_1
dimas :"iya ri, kebetulan saya lagi ambil S2 di kampus hijau"
riani :" berarti kemarin kamu bohong dong waktu bilang ke kampus karena mau ketemu mbok yul?"
dimas :" ya nggak bojong juga ri, kan saya kesana memang mau ke mbok yul, lagian tempat saya belajar kan bukan di area situ ri"
riani :" oh iya juga sih, di gedung itu kan khusus S1, maksud aku kenapa kamu ngga pernah cerita kalau kita itu satu kampus, padahal kan kamu tau kalau aku ngampus disitu"
dimas :"gimana mau cerita, orang tiap ketemu juga langsung jutek gitu jadi kan saya kiper ri hahahaha"
riani :"itu emang raut muka aku aja dim yang seperti itu hahaha"
riani :" perasaan kamu doang itu sih dim hahaha"
dimas :" masaaa hahaha"
riani :"sebenernya aku tuh menghindari kesalah pahaman aja dim, secara kamu kan ditempat kerja uda jadi idola staff wanita hahaha.. mereka tau kita satu tempat kosan saja sudah heboh gitu, kalau sampai tau satu kampus pasti namah heboh lagi hahahaha"
dimas :"riani riani kenapa kamu merisaukan pandangan orang lain, selagi kita tidak merugikan orang lain ya sudah lah ya ngga usah terlalu di pikirkan"
riani :" kamu ngga tau aja dim, perkumpulan fans kamu itu sangat bar-bar hahaha"
__ADS_1
dimas :"dasar ya kamu hahaha"
keduanya berbincang sampai waktu sore berlalu..
riani :"oh ya dim, aku masuk duluan dulu ya nanti kita sambung lagi kalau ada kesempatan, emang ya kalau ngobrol sama orang pintar tidak membosankan" ledek riani ke dimas
dimas :"ini mah karena kita satu frekuensi aja ri, sama-sama gabut hahaha, btw saya boleh minta no WA kamu ngga ri?"
riani :"boleh dong, sebagai tetangga satu tempat kita memang harus akur hahaha"
lambat laun pertemanan mereka semakin akrab, ditempat kerja pun semua rekan kerja sudah mengetahui bahwa mereka bertetangga di kontrakan dan satu kampus dimana tempat mereka belajar.
tidak jarang mereka di gosipkan memiliki hubungan spesial lebih dari teman, akan tetapi kedua belah pihak saling menepis semua kabar burung tersebut.
sampai di titik riani merasa ada yang janggal dengan sikap dimas akhir-akhir ini, mengapa dia terkesan menghindari riani, biasanya dimas dan riani sering sekali mengobrol di kantin tempat bekerja atau saat makan siang di kampus menikmati masakan mbok yul.
awal nya riani tidak mengambil pusing, dia berfikir positif mungkin saja dimas sedang banyak kegiatan kampus dan sudah lelah saat pulang kampus.
sampai di suatu hari mereka bertemu di tempat kerja, dimas hanya menatap sendu ke riani.
riani kebingungan dengan sikap dimas akhir-akhir ini terkesan menghindar, akan tetapi saat bertemu seolah dimas yang menjadi korban karena memiliki pandangan sendu seolah ditinggalkan.
__ADS_1