
Dimas : "apa kalian tetap ingin berdiri dan tidak kebagian makanan? coba lihat antrian di depan prasmanan sudah panjang".
(riani dan santi menoleh ke antrian)
Riani : "oh my, sansan karena aku berdebat hal yang tidak penting denganmu, mungkin saja aku akan melewatkan daging rendang kesukaanku". ucap riani dengan muka cemberut.
Santi : "jangan ngambek dong riri manis, ayo kita langsung mengantri" ajak santi dengan muka manis ke riani.
Dan pada saat itu akhirnya mereka tidak bisa makan siang bareng dengan dimas, disaat mereka sudah mendapatkan makanan dimas sudah selesai makan dan langsung pergi.
Waktu menunjukan pukul 22:00 saat nya riani bersiap pulang kerja dari shift nya.
Fika : "riri, sansan besok teteh mau adain acara kecil-kecilan dirumah baru teteh, kalian harus datang ya, besok jam 10 pagi, sampai jumpa besok" sambil berlalu tergesa-tergesa karena sudah di jemput oleh suami.
Santi : "siap teh, hati-hati di jalan ya" sahut santi
Riani : "baik lah, setidaknya besok hari libur ku bermanfaat datang ke acara syukuran rumah teh fika tidak seperti biasa nya yang mager di dalam kos, hahaha"
Santi :"sudahlah riri aku tau apa yang ada di pikiranmu, tentu saja kau selalu bersemangat kalau di ajak ke acara karena disitu pasti ada makanan" ledek santi.
Riani :"kau memang sahabat terbaik yang selalu mengerti akan kesukaanku sansan"
__ADS_1
Santi :"ya ya ya ... aku paham sekali di bandingkan melihat pria, kau lebih tertarik menikmati rendang kan hahaha... ya sudah ayo kita balik, sampai ketemu besok di rumah teh fika ya riri, baik-baik di jalan yaa"
Besok paginya ..
kamar riani ada yang mengetuk, "tok.. tok.. tok"
"Assalamualaikum mba riani" terdengar suara di luar ruangan.
Riani :"Walaikumsalam.." Buka pintu. "Loh kamu dim, ada apa?" tanya riani.
Dimas : "Begini mba, saya dapat undangan dari teh fika kalau mba riani ngga keberatan saya ingin berangkat bareng dengan mba, saya belum tau alamat rumah nya dimana" jelas dimas.
Riani : "oh gitu, boleh aja sih. kalau gitu 15 menit lagi ketemu di lobby kosan ya, saya siap-siap dulu"
Deg.. Deg.. Deg.. melihat senyum dimas, pipi riani menjadi merah merona, dia jadi terngiang-ngiang dengan lesung pipi di senyuman dimas tadi.
"Sadarlah riani, kau hanya terbawa perasaan karena dia mirip dengan laki-laki parasit itu" ucap riani dalam hati.
15 menit kemudian ..
Riani :"Dim, ayo berangkat"
__ADS_1
Dimas :"Masya allah.. cantiknya" (dimas terkesima dengan penampilan riani yang memakai hijab).
Riani :"apa?" tanya riani heran
Dimas : "Oh maaf mba tadi saya sedikit melamun, saya agak pangling saja karena mba pakai hijab.. hehe"
Riani :" Dirumah teh fika kan bakal ada pengajian dim, masa saya harus pakai rok pendek untuk datang kesana" jelas riani.
Dimas :"oh iya mba hehe"
saat di perjalanan hati dimas berdegup kencang, sesekali dia melihat wajah riani di spion.
Riani :"Nah, kita sudah sampai dim" ucap riani
Dimas :"wah kayanya yang lain sudah datang lebih awal ya mba"
Riani :" ya sudah kita langsung gabung yuk"
Dimas dan riani pun berkumpul dengan tamu hadirin yang lain nya.
Mulai ke acara pengajian, disitu dimas diminta fika untuk melantunkan beberapa ayat suci al-quran, karena semua tau dimas salah satu lulusan pesantren dan kabar nya lantunan suara dia saat mengaji begitu merdu.
__ADS_1
Ternyata benar saja, saat dimas melantunkan ayat suci al-quran. entah mengapa air mata riani tak terbendung jatuh mengalir deras, ada rasa sesak yang dia rasa.
Rasa dimana dia merasa kecil dan hina di hadapan tuhan, dia sadar sudah lama sekali dia tidak bersujud kepada sang pencipta.