
Hari ini adalah salah satu momen istimewa dalam hidupku, empat tahun yang tidak mudah untuk ku, bekerja sambil kuliah tentu menguras fisik dan pikiran ku.
pukul 06:30 WIB aku sudah bergegas keluar dari kosan menuju gedung tempat acara wisudaku, tentu bersama bapak dan ibuku yang baru datang dari kampung semalam.
Dengan langkah bangga aku gandeng ibu dan bapaku memasuki gedung, sesekali ibu memandangku dengan menahan air mata, aku terus pura-pura tidak mengetahui dan tetap ceria dihadapan mereka, mungkin aku yang terlalu percaya diri tapi semoga ibu dan bapak bangga atas wisudaku.
__ADS_1
Sedikit flashback saat aku memutuskan untuk melanjutkan kuliah, saat itu aku baru pindah ke kosan hijau letaknya tidak jauh dari kampus dan kebetulan aku dapat kamar di lantai dua, jadi aku sering melihat aktifitas mahasiswa-mahasiswi sedang nongkrong di cafe seberang kosan ku, melihat mereka bercengkrama dengan teman sambil memegang buku dan di hadapan mereka laptop, aku sering melamun apakah aku bisa seperti mereka yang menimba ilmu dan berharap memiliki masa depan yang baik, sedangkan aku masih muda tapi aku sendiri bingung apakah ada kesempatan lebih baik dari pekerjaanku sekarang, aku sering was-was apakah kontrak kerja akan di perpanjang atau tidak karena sering tidak percaya diri karena tidak memiliki keahlian khusus.
sampai ada titik aku beranikan langkah untuk bertanya-tanya ke kampus, sambil mencari apakah ada kampus yang terjangkau biaya nya untuk karyawan sepertiku, dan alhamdulilah nya bisa di bantu ibu irma (ibu kos) beliau yang menemani ku untuk ke kampus dan bersyukur bisa berkesempatan masuk mendaftar sebagai mahasiswa, saat itu aku tidak memiliki biaya yang cukup tetapi bu irma bantu untuk bicara dengan pihak kampus, karena sebagian staff kampus mengenal bu irma (beberapa kos di tempat bu irma). Dan saat ini tentu aku pun memberi satu undangan menghadiri wisuda untuk bu irma karena beliau banyak bantu aku selama ini.
waktu itu setelah aku mendaftar kuliah aku memutuskan untuk pulang kampung dulu, untuk memberitahukan ke ibu dan bapak, respon mereka tentu tidak ada yang melarang akan tetapi mereka takut kalau sampai kuliah ku tidak selesai karena kendala ekonomi, aku terus menerus meyakinkan ibu dan bapak bahwa ini jalan yang aku pilih, aku akan berusaha semaksimal mungkin, dan kata-kata yang keluar dari mulut ibu adalah "ibu bangga kamu mau memperjuangkan mimpimu, tapi jangan terlalu keras ke diri sendiri ya cah ayu" sambil mengusap-usap kepalaku.
__ADS_1
Sedangkan bapak tidak berkomentar sama sekali, beliau langsung beranjak dari tempat duduk dan langsung persiapkan motor karena mau mengantarkan ku ke terminal bus untuk pergi kembali.
Saat menunggu bus, bapak langsung membuka pembicaraan "Ri, jika sudah keputusanmu kuliah itu bagus, tapi kamu juga harus belajar bertanggung jawab dengan keputusan mu tuntas kan sampai akhir, maaf karena bapak tidak mampu menyekolahkan mu sampai tinggi, ingat pesan bapak apa yang kamu mulai dengan bismillah kamu jangan berhenti sampai kamu mengucap alhamdulilah" saat itu aku menahan air mataku untuk jatuh, aku hanya tertunduk sambil meremas jaketku aku ngga mau nangis, aku ngga mau bapak khawatir.
Aku pamit dengan bapak dan naik ke bus, di bus aku nangis sejadi-jadinya aku bahagia karena orang tua ku meridhoi langkahku, aku percaya karena ridho mereka insya allah aku pun akan dapat ridho dari allah, aku percaya ridho allah lah yang akan menemani perjalananku menuju cita-citaku.
__ADS_1