KETIKA CINTA MEMBUAT ORANG JADI BODOH

KETIKA CINTA MEMBUAT ORANG JADI BODOH
makin jatuh hati


__ADS_3

Bel tanda istirahat sudah berbunyi, semua anak-anak berbondong-bondong ke kantin untuk mengisi perut yang sudah keroncongan minta diisi.


suasana dikanti begitu sesak dan ramai, sangking ramainya bahkan untuk sekedar bergerak saja susah.


Melia dan teman-temannya sudah duduk di meja paling pojok, karena cuma tempat itu yang masih kosong.


"eh kalian pesan apa?" tanya Rara


"gua samain aja sama kalian pada" sahut Melia


"iyaa gua juga ya Rara" sahut Rahmi kemudian


"yaudh biar gua sama Ela aja yang pesanin" sambil berlalu pergi bersama Ela untuk memesan makanan


"Wak lima bakso pedas sama nutrisari ya, kamu la gimana mau samaan gak airnya?"


"iya samain aja Ra"


"baik, tunggu sebentar nanti Wak anterin"


"baik Wak" sahur mereka sambil berlalu ke meja mereka lagi.


"ini pesanannya" sambil menaruk semua pesanan diatas meja


"makasih Wak ya"ucap Rara

__ADS_1


"yok kita makan" ajak Melia


"eh Mel kemaren gimana pas dianterin Raka? tanya Rara


"hah serius kemaren lu Mel dianterin Raka?" tanya Ela dengan ekspresi wajah kaget


"iya, pas pulang kemaren tu gak sengaja liat Raka ditempat parkir" sahut Rara lagi sedangkan Melia sudah bersemu memerah mukanya menahan malu


"wah, sungguh kebetulan, gimana rasanya pulang diantar gebetan ni?" ejek Rahmi


"shuttt kalian jangan berisik dong, gua malu tau" sambil menatap kesekeliling takut ada yang dengan omongan mereka


"sebenarnya sih itu kemaren rencana gua, gua buat alasan jemput adex, biar Melia bisa pulang bareng Raka haha"


"tega bener lu Ra, gua degdegan tau gak, mana gak berani lagi, ya walaupun gua suka dia sih"


"enggak lah, gua gak berani "


"jadi cuma diem aja ?" tanya Rahmi


"iya, tapi kemaren tu, tangan gua dipegang dia" sambil ingat saat Raka memegang tangan


"serius lu Mel?" tanya Rara sangking gak percaya


"iya, ditaruk di perutnya jadi kek Meluk gitu"

__ADS_1


"waw ada kemajuan ni keknya " sahut Rahmi


"iya gitulah, tapi kalo gua ingat-ingat, dia romantis juga hehe"


"hadeh kamu ni" sahut Rara sebel


"iya mentang-mentang lagi dimabuk cinta ya"sahut Ela sambil ketawa


"eh mana ada, gak da pun"


tanpa mereka sadari padahal Raka dan teman-temannya duduk dimeja yang gak jauh dari mereka bisa dibilang dibelakang meja mereka dan semua percakapan mereka tadi dari yang Melia ngomong Raka romantis didenger oleh Raka dan teman-temannya


"eh Ka emang kemaren lu anterin Melia ya" tanya Denis penasaran


"heum"


"beneran Ka, kan lu biasa gak mau deket-deket sama cewek" sahut Riki, karena setau dia biasanya Raka tidak mau dekat dengan cewek manapun


"gak sengaja ketemu, terus dia gak ada temen pulang makanya gua anterin" sahut Raka cuek, padahal hatinya senang karena mendapat pujian dari Melia karena disebut romantis, tapi Raka tetaplah Raka si cowok pendiam dan cool


"waw, ada kemajuan keknya ni Den" sambil melirik Denis


"iya ni keknya Ki "


sedangkan Raka cuma diam aja, males ngeladeni Denis dan Riki yang suka bener ngejekin dirinya

__ADS_1


"ah makin ditatap makin cantik aja tu cewek, mana mungil lagi, habis itu pendek lagi, cuma sebahu gua, mukanya juga imut " Raka berdialog didalam hati. sambil menatap foto Melia yang diam-diam dia ambil kemaren.


__ADS_2