
Hari Senin, hari yang paling membosankan bagi siswa-siswi di SMK Nusa bangsa. karena dimana hari itu, sudah kepanasan dengan sinar mentari yang terik saat upacara, harus mendengar ceramahnya kepala sekolah yang sangat membosankan bagi mereka semua.
"lama banget sih, udah panas padahal ni" ucap Melia kepada teman-temannya sambil ngipasin diri sendiri dengan tangannya.
"iya, entah apa yang dibilang tu kepsek" jawab Rara
"iya lama-lama gua gak kuat berdiri lagi ni, udah kesemutan ni kaki gua, gara-gara lama berdiri" jawab Rahmi sambil gerak-gerakin kakinya untuk menghilangkan kesemutan
" diam dulu lah kalian, entar kalo pak kepseknya liat kesini entar kitanya dimarahin tau, lebih baik diam aja, lagian cuma bentar lagi pun" sahut Ela sambil berbisik karena takut ketahuan sama pak kepsek.
"iya deh" sahut yang lainnya
sedangkan dibarisan para cowok-cowok, barisan mereka bahkan sudah tidak beraturan sangking lamanya pidato pak kepsek. ada yang bercanda kalo barisan paling belakang, ada yang kakinya sebelah ke depan, intinya sudah sangat amborador.
" udah panas, cerahnya lama lagi perasaan dari tadi gak kelar-kelar astagfirullah " ngomong Denis ke teman-temannya.
"iya, panas banget " sahut Riki.
sedangkan Raka cuma diam, dan diam-diam dia juga melirik ke arah Melia dan teman-temannya.
"cantik banget tu cewek, apalagi kalo liat lagi keringat gitu, tambah manis aja" menolok Raka didalam hati sambil tatap mata fokus ke arah Melia.
"eh Raka lu gak kepanasan emang, dari tadi diam-diam aja lu" tanya Riki ke Raka
tapi Raka tidak menyahut, bahkan dia tidak dengan Riki sedang ngomong dengan dirinya, karena dia terlalu fokus natap Melia.
"eh malah diam aja ni bocah, coba lu pegang dia Rik, siapa tau lagi Kesamben mungkin "
Riki pun langsung memukul Raka, dan membuat Raka tersadar.
__ADS_1
"eh kok lu mukul gua sih?" sambil natap Riki dengan tatapan kesel
"siapa suruh, pas ditanya malam diam aja" Riki yang jawab pertanyaan dari Raka
"eh gua kan gak denger kalo lu pada lagi ngomong"
"emang lu lagi lamunin apaan sih" tanya Denis
"gak juga, gua lagi fokus dengerin pak kepsek aja" sambil natap kepak kepsek, biar gak ketahuan lagi natap Melia
"sejak kapan Raka dengerin ceramah" tanya Riki, karena dia merasa aneh dengan jawaban Raka
"iya sejak barusan lah, udah ah lu pada diam, jangan berisik biar cepat kelar, udah panas banget ni"
akhirnya mereka pun fokus kembali kepada pidatonya pak kepsek. Dan tidak lama kemudian upacara pun selesai dan seluruh siswa-siswi masuk kelas masing-masing.
"iya, mau pingsan rasanya" jawab Rara
"iya, eh bentar kaki gua kesemutan ni" sambil diam gak bergerak biar kakinya Rahmi gak kesemutan lagi
"gua pegang ya Mi" Ela mencoba menjaili Rahmi dengan berpura-pura memegang kakinya Rahmi
"eh jangan lah"
sedangkan Raka dan teman-temannya yang lain bukannya pada masuk kelas, tapi lebih memilih kekantin untuk sarapan pagi. karena dia ingat Melia ada ngechat dia kemarin, dia pun mencoba untuk menanyakan kepada teman-temannya, mungkin saja mereka yang kasih pikirnya
"eh lu ada kasih no gua gak" tanya Raka kepada Riki dan Denis
"gua gak da tu" jawab Denis
__ADS_1
"kalo lu Ki, lu ya yang ngasih"
"eh eum eum" Riki bingung mau jawab apa
"kenapa lu eum eum" heran Raka
"duh gimana ya"
"gimana apanya" tanya Raka dan Denis berbarengan, karena geram dengan Riki yang tak kunjung menjawab
"gini sebenarnya kemaren tu Melia minta nomor lu kek gua, dia maksa terus makanya gua kasih" jawab Riki akhirnya
"Kon gak bilang gua dulu"
"gua takut lu marah entar"
"heum"
"keknya Melia suka sama lu deh Rak, soalnya dia maksa-maksa bener kemaren tu" bilang Riki lagi
"ngomong apa lu ini" jawab Raka lagi padahal hatinya berbunga-bunga
"iya gua perhatiin juga dia bener ada rasa sama lu Ka" sahut Denis lagi
"nah apa juga gua bilang"
"udah-udah kalian ini, yok makan habis tu kita masuk kelas" lerai Raka
dan mereka pun akhirnya makan tanpa ada yang ngomong lagi.
__ADS_1