
Bel tanda masuk habis istirahat sudah berbunyi dengan nyaring, semua anak-anak kembali masuk ke kelas masing-masing untuk belajar dengan giat. Sambil menunggu waktu sholat tiba, kebiasaan guru cepat keluar dari kelas, kesempatan itulah yang mereka manfaatin untuk gangguin teman, ada yang main game, dan mutar-mutar area sekolah karena gabut gak tau mau ngapain hehe. Maklum saja namanya juga anak SMK, mayoritasnya pun banyak anak cowok, jadi nakalnya ya subhanallah. Di SMK ini yang ada anak ceweknya hanya di dua kelas saja multimedia dan migas, sedangkan dikelas lain adalah kelasnya para cowok-cowok, jadi disekolah ini sangat sedikit siswa ceweknya bahkan bisa dibilang cuma 30% saja, sedangkan 70% adalah siswa cowok.
"Ra kita muter yuk, suntuk gua cuma dikelas aja" ajak Melia kepada Rara
"mau kemana emang Mel?" sambil sibuk nonton tiktok
"kemana aja gitu, sambil nyuci mata liat yang benih-benih hehe"
"hadeh kamu ini, yaudah yuk"
"eh mereka kita ajak gak ya?"
"eh kalian ikut gak, kami mau muter-muter ni?" tanya Rara kepada teman-temannya yang lain
"eh engk deh, kami dikelas aja" sahut Rahmi
"iya aku lagi mageran soalnya hehehe" sahut Ela juga
jadi dikelas Melia itu kalo untuk cewek terbagi dua kelompok yang satu kelompok Melia dan satu lagi kelompok Mahira, walaupun mereka beda-beda kelompok tapi mereka tetap kompak cuma lebih nyaman aja.
"eh yaudh kalo gitu kami duluan ya, entar kalo mau ke mushola tolong bawain mukena Melia ya" sambil berlalu pergi bareng Rara
"punya Rara juga ya Mi ya"
"iya-iya entar gua bawain sekalian"
"makasih Rahmi" teriak Melia dan Rara berbarengan
__ADS_1
mereka pun berlalu keluar sambil menyusuri koridor sekolah
"jadi kita putar kemana ni Mel?" tanya Rara, karena dia sedikit heran karena mereka gak berhentik- henti dari tadi
"kebelakang lab aja, disanah tenang gak berisik"
"ohh yaudh yuk" mereka berdua pun berjalan menuju belakang lab.
Sesampainya mereka dibelakang lab, mereka langsung duduk dipangku yang ada disanah.
"eh Ra gua mau cerita"
"iya cerita aja Mel gua dengerin"
"jadi kemaren tu, gua ada wa Raka"
"terus gimana dibales gak"
"bisa aja lu Mel"
"tapi gua beneran ni suka sama dia, entah kenapa Dimata gua itu dia sempurna gak dekat sama cewek, cool lagi, berasa kek punya kulkas hehe "
"iya sih, gua dukung aja"
"tapi gimana ya, cara dekati dia, entar kalo gua chat terus dia jadi ilfil lagi sama gua"
"iya kita liat kedepannya aja gimana, kalo lu sering pulang berdua kan entar pasti punya rasa juga"
__ADS_1
tanpa mereka sadari ternyata ada orang lain disanah selain mereka, orang itu adalah Raka, sicowok yang sedang mereka bicarakan.
Dia lebih memilih bolos kesini daripada belajar pelajaran matematika yang sangat membosankan bagi dia, tapi mereka tidak menyadari itu, karena mereka sedang asyik berbicara tanpa melihat sekeliling, dan apa yang mereka omongin didengar oleh Raka semuanya.
"jadi bener tu cewek suka sama gua" Raka berdialog didalam hati sambil gak percaya kalo Melia beneran suka sama.
Raka pun memutuskan untuk pergi dari tempat itu, dan diapun memutuskan untuk lewat didepan Melia dan Rara, dia pengen liat gimana ekspresi wajah Melia melihat dia.
Dia pun berlalu sambil berjalan dengan gaya cool nya seperti biasa.
Saat Melia sedang antusiasnya menceritakan kepada Rara soal dia kemarin pulang diantar Raka, dia pun kaget sekagetnya melihat Raka sedang lewat didepannya, dia langsung diam dan menganga dengan mulut yang berbentuk O sedangkan Rara juga sangat kaget, karena melihat Raka yang sedang lewat didepan mereka. Dan mereka berpikir apa Raka mendengar semua percakapan mereka tadi, oh astaga pasti dia dengar gak mungkin dia gak denger apa-apa.
"Kok tadi dia gak keliatan ya kalo dia ada disini" batin Melia bertanya-tanya
Dan jangan tanya Raka gimana, dia sangat lucu melihat ekspresi wajah mereka yang kaget melihat dirinya yang lewat didepan mereka, dia rasanya pengen ketawa ngakak saat melihat ekspresi Melia yang sampai ternganga gitu, dan itu sangat lucu menurutnya. Tapi dia tetap memilih cuek aja sambil berlalu dengan memasukan tangannya ke dalam saku celananya, ya walaupun hatinya gak berhentik-hentinya ketawa.
sedangkan Melia dan Rara diam larut dengan pikiran masing-masing untuk beberapa saat.
"eh Mel keknya Raka dengan deh apa yang kita omongin tadi" tanya Rara
"iya sih keknya, duh gimana ya mau ditaruh dimana ni muka gua kalo ketemu dia lagi. sekarang aja rasanya gua pengen menghilang aja, gua malu banget"
"sama gua juga malu, masa kita omongin orang dan didengar lagi sama orang itu sendiri"
"iya itulah, duh gimana ya, marah gak dia ya" tanya Melia kepada Rara, dan jangan ditanya keadaan wajahnya yang sudah memerah seperti kepiting rebus menahan malu
"tapi keknya gak deh, tu buktinya dia gak ngomong apa-apa"
__ADS_1
"iya moga aja kek gitu sih"
bel pertanda waktu azan sudah tiba mereka pun langsung pergi kemushola untuk melaksanakan kewajiban mereka sebagai seorang muslim.