KETIKA CINTA MEMBUAT ORANG JADI BODOH

KETIKA CINTA MEMBUAT ORANG JADI BODOH
Berbunga-Bunga


__ADS_3

melihat Melia yang tidak kunjung berpegangan kepadanya, Raka pun memegang tangan Melia untuk memeluk perutnya. Melia yang terkejut karena Raka tiba-tiba memegang tangannya pun, mencoba untuk melepaskan genggaman tangan Raka dari tangannya. tapi usahanya sia-sia karena Raka tidak mau melepaskannya. akhirnya Melia pun menyerah dan memeluk Raka dari belakang.


diam-diam Raka melirik Melia dari kaca spion motornya. dia pun tersenyum melihat muka polos Melia dan dia pun menikmati setiap momen seperti sore ini. karena diam-diam Raka pun menyukai Melia, tapi dia tidak mengungkapkannya, dia lebih memilih memendamnya sendiri. karena dia tidak mau kejadian seperti dulu terulang kembali. dia lebih memilih melihat seberapa besar usaha Melia untuk mendapatkannya.


*****


akhirnya mereka pun sampai di depan pagar rumah Melia. Melia pun turun dari motor Raka.


Melia" makasih Raka, maaf udah ngerepotin lu" sambil merasa tidak enak terhadap Raka


Raka" iya, gua pulang" sambil berlalu pergi melanjutkan perjalanan.


Melia masih berdiri di hadapan pagar rumahnya, sambil melihat Raka pergi dengan motornya, dia melihat sampai motor Raka tidak terlihat lagi, dia sangat senang karena bisa pulang diantar cowok yang dia suka. saking bahagianya Melia tidak berhenti tersenyum seharian.


"assalamualaikum ma, Melia pulang" teriak Melia sambil memasuki rumah dengan sangat bahagia.


" waalaikumsalm, keknya kamu lagi seneng nak"


"iya ma, hari ini Melia sangat-sangat senang,ma kenapa tadi gak ada yang jemput aku?"

__ADS_1


"iya motornya bocor tadi, jadinya adexmu gak jadi jemput, padahal mama tadi udah mau telpon kamu tapi jaringan tadi lagi jelek"


"oh gitu ma, yaudh gak papa untung aja tadi masih ada orang disekolah jadi akunya ada yang anterin. yaudh kalo gitu Melia kekamar dulu ma, gerak banget mau ganti baju dulu, laper juga sih hehehe belom makan"


" yaudh kamu ganti baju dulu Sanah, langsung turun biar mama angetin makanannya lagi buat kamu"


" iya ma" sambil berlalu kekamarnya.


sesudah Melia ganti baju, Melia pun langsung turun untuk makan.


" eh udah turun sayang, yok sini makan udah mama siapin ni"


"iya ma makasih "


suara azan magrib sudah menggema, tandanya untuk melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim. Melia dan keluarganya melaksanakan sholat bersamaan, sesudah sholat mereka pun bersama-sama pergi kemeja makan untuk makan bersama, sudah jadi rutinitas mereka makan malam bersama-sama.


dilain tempat dirumah Raka, sesudah sholat magrib dia termenung duduk memikirkan tentang dia yang mengantar Melia pulang tadi. dia senyum-senyum sendiri memikirkan itu, apa segitu kuatnya cinta sampai mengalahkan dia yang dingin, dan tidak menyukai seseorang. dia saja heran memikirkan kenapa dia sampai mengantar Melia pulang, bahkan selama ini dia tidak pernah seperti itu kepada siapapun.


"ah gua kok jadi kek gini, kenapa juga sih gua mikirin dia terus, ngeganggu orang aja sih kerjaan" sambil tersenyum kembali mengingat Melia.

__ADS_1


"gua makan dulu aja ah" Raka pun akhirnya turun untuk makan malam.


dikamar Melia, dia masih memikirkan Raka yang mau mengantarnya pulang.


"hari ini gua seneng banget dianterin sama cowok yang gua suka, entah mimpi apa gua semalem. ah senengnya hari ini" Melia tidak henti-henti tersenyum terus sambil memikirkan wajah Raka yang tampan.


" apa gua chat aja ya siraka mana tau dia bales chat gua" sambil mengambil gawai dan mau ngechat Raka.


'hai'sapa Melia di wa Raka


"ya"


"hah chat gua dibalas sama Raka, gua coba chat lagi ah


'lagi apa Raka?'


' ddk, siapa ya?'


'ini gua melia, di save ya?'

__ADS_1


'y'


" yaampun, walaupun cuek tapi gak papa deh, yang penting kan dia bales chat gua'


__ADS_2