
sedangkan tim Melia, mereka masing bingung mau buat film apa, tiba-tiba Ela berteriak dengan kencang karena dia menemukan sebuah ide untuk tugas film pendek mereka.
Rahmi" kenapa sih lu la, pakek teriak-teriak segala. hampir jantungnya tau gak gua, sangkin kagetnya sama suara cempreng lu itu" sambil menatap Ela dengan ekspresi kesel.
Ela" eh maaf-maaf, gua ada satu ide ni buat tugas film pendek kita."
Rara" wah apaan la?" sambil menatap Ela dengan ekspresi kepo dan tidak sabaran untuk mengetahui ide tersebut.
Melia" beneran lu la, cepetan jawab kami-kami udah pada kepo ni"
Ela" iya gua ada ide ni, gimana kalo kita buat film horor aja" sambil menatap teman-teman satu persatu.
Rahmi" tapi siapa yang jadi hantunya entar, kalo film horor"
Melia" ya tentu lu lah Rahmi" sambil senyum misterius
Rahmi" eh kok gua sih, gak mau gau, lu aja Mel kan lu cocok tu" sambil ketawa ngakak
Melia" kalo gua gak cocok lah oii, kan lu lu pada tau sendiri, komuk muka gua itu gimana, bikin ngakak tau"
Rara" lu aja Rahmi, lu lebih cocok, eh tapi judulnya apa ni la"
Ela" judulnya ini aja, pertama-tama kita itu shootingnya di depan rumah habis itu ke hutan, pura-pura kita itu tersesat dihutan, gimana menurut kalian".
Melia" kalo gua sih boleh aja, kan waktu kita buat film ini masih lumayan lama"
Rara" terus kapan kita mulai, dan dirumah siapa?"
Ela" di rumah Ela aja gimana?"
Rahmi" boleh juga"
Melia" terus kapan kita susun naskahnya ini?"
Ela" sekarang aja kita susun dikit-dikit, mumpung jamkos"
Melia" boleh"
__ADS_1
Ela" lu aja yang nulis Mel, biar nanti idenya dari kami"
Melia pun mulai menulis naskah film mereka. mereka semua sangat bersemangat untuk membuat film ini.
*****
akhirnya naskah film pun selesai,dan sudah waktunya masuk waktu sholat. mereka dan selalu siswa-siswi pun bersiap-siap untuk menunaikan kewajiban mereka.
sesudah salah selesai, mereka pun melanjutkan pembahasan mereka mengenai kapan shooting film mereka.
lain lagi di tempat Raka dan teman-temannya mereka sudah mulai shooting beberapa adegan untuk film mereka, sedangkan untuk yang mengedit itu tugas Raka, karena dia pandai mengedit.
sedangkan teman-teman mereka yang lainnya juga masih sibuk mencari ide film Apa yang akan mereka buat.
jam sudah menunjukkan pukul 13.45 sudah waktunya bel pulang sekolah berbunyi, semua siswa-siswi pun berbondong-bondong keluar dari kelas masing-masing untuk pulang kerumah.
sedangkan Melia dia sedang sibuk menelepon adeknya untuk menjemput dia, tapi tidak diangkat-angkat.
Melia" duh gimana sih, kok gak diangkat-angkat ni" sambil menatap ponselnya dengan nada kesel.
Melia" eh iya Ra" sambil senyum kepada Rara
tidak lama kemudian muncul Ela dan Rahmi, mereka pulang berdua karena searah.
Rahmi" kami duluan ya Mel"
Ela" iya kami duluan ya Mel"
Melia" iya la daaa"
Melia pun kembali sibuk dengan ponselnya, dan satu persatu siswa pun pada pulang dan tinggalah dia seorang diri menunggu di depan pagar sekolah.
tapi adeknya Melia tetap tidak mengakat telponnya Melia, entah kemana dia pergi, tidak lama kemudian muncul Raka dan teman-temannya yang telah pulang. Raka dan teman-temannya pun melihat Melia yang Masik belom dijemput.
Riki" eh Mel, belom pulang Lo?"
Melia" iya, belom ada yang jemput"
__ADS_1
Denis" mau kami yang antar aja?"
Melia" eh gak usah, ngerepotin entar" sambil menolak dengan halus, sedangkan Raka cuma dia saja.
Riki" beneran ni gak mau kami anter aja?"
Melia" iya bener kok Ki" sambil tersenyum kepada mereka
Denis" yaudh gak papa ya kami pulang duluan?"
Melia" iya gak papa, kalian hati-hati ya"
Riki, Denis dan Raka pun pulang, tapi setengah perjalanan Raka memiliki putar balik, karena teringat Melia sendiri yang belom dijemput,dan hari pun sudah mulai petang.
Raka" eh kalian duluan aja kemarkas kita, gua ada urusan bentar" sambil putar balik kendaraannya.
Riki" eh dia mau kemana tu?"
Denis" iya juga ya, yaudh lah yok gas kemarkas aja".
Raka melajukan motornya dengan kecepatan tinggi gak lama kemudian dia sudah sampai di depan Melia.
Melia" kenapa ka?"
Raka" ayok cepetan naik" sambil pandangan tetap fokus kedepan
Melia" eh gak papa emang, gak ngerepotin Lo?"
Raka" mau pulang atau engga?"
Melia" iya iya gua pulang" sambil naik motor raka, tapi Melia agak kesusahan untuk naik ke motor raka karena ketinggian.
Raka" bisa naik gak, pegang bahu gua aja"
Melia pun akhirnya baru bisa naik Setelah memegang bahu Raka sebagai tempat tumpuan untuk bisa naik kemotor Raka
Raka pun melakukan motornya.
__ADS_1