Ketika hati tak lagi sehati

Ketika hati tak lagi sehati
episode I


__ADS_3

Aku baru saja masuk ke tempat kerja, seketika itu di depan seorang resepsionis berteriak sambil marah, kalau di telpon diangkat kak banyak kerjaan dari malam sampai pagi ini, kata dia, aku hanya tersenyum sambil berlalu, senyum yang menyiratkan berbagai jawaban yang hanya aku yang tau artinya.


Aku adalah seorang perawat ruang operasi di sebuah rumah sakit swasta, karena keterbatasan tenaga ahli dalam hal ini tenagaku sangat dibutuhkan. Dengan jumlah operasi hampir mencapai 200 tiap bulan dengan 3 ruang operasi yang tersedia dan 1 ruang operasi khusus untuk bedah mata.Dalam hal ini tentu saja menyita waktuku selain di saat jam kerja jam di luar jam kerjapun aku harus stanbay siap datang jam berapapun datang jika dibutuhkan, karena jam dinas sampai jam 21 jika ada operasi di atas jam 21 petugas jaga on call harus siap dipanggil.


Dalam hal ini suamiku yang notabene bukan orang medis sering marah jika aku ikut operasi di luar jam kerja, itu merupakan dilema bagiku karena disalah satu sisi itu tanggungjawab pekerjaan, di sisi lain tanggungjawab sebagai ibu rumah tangga.

__ADS_1


Inilah awal dari semuanya, suamiku tidak mempunyai pekerjaan tetap, pekerjaan dia jual beli motor second yang sehari-harinya kalau lagi ada rezeki dapat uang jika tidak ada sama sekali artinya tidak ada pemasukan. Modal awal dari orang tuaku bahkan modal tambahan juga aku pinjam dari koperasi karyawan sebesar 25 juta yang dipotong gajiku tiap bulan, kami juga mengambil perumahan yang dp awalnya dari orang tuaku, karena mereka tidak mau anaknya ngontrak sana sini, angsuran tiap bulan juga dari gajiku, disini kadang dia tidak sadar.


Tidak hanya itu, kami mengambil kredit mobil angsuran tiap bulan juga dari gajiku.


Hai anjing kau belum pulang, ini sudah jam berapa, anjing aja tau waktunya pulang untuk keluarga sedang kau dari pagi sampai jam 10 malam masih disitu, itulah perkataannya, padahal sebenarnya aku juga mau pulang tepat waktu, tapi saat ini ada operasi masal katarak jalinan kasih dari sebuah stasiun televisi swasta yang dokter dan alatnya dari jakarta, kami hanya menyediakan tempat, dan sdm yang membantu akomodasi lainnya. Seketika itu juga aku pulang padahal pekerjaan belum selesai dan semuanya masih berantakan.

__ADS_1


Awal dari semuanya semakin hari hubungan kami semakin parah, dia semakin aneh dan tiap hari ribut, aku merasa tidak betah di rumah jika pulang neraka bagiku, karena cacian hinaan dan kemarahan setiap waktu yang kuterima.


Bukan aneh jika keluargaku juga akhirnya tau, semua kuceritakan dan mereka bilang harus kuat demi anak anak.


Waktupun terus berlalu hari berganti bulan berlalu, sifat dia semakin parah, dia mulai meneror kawan-kawanku di tempat kerja jika aku pulang terlambat, hal ini tambah menyebabkan aku hancur, aku malu dengan teman-teman dan atasan atas kelakuan suamiku, teguran dan panggilan dari atasan akhirnya kuterima, tiada hari tanpa air mata.

__ADS_1


__ADS_2